alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Rekanan Proyek Kantor Kelurahan Jagalan, Kota Mojokerto Lolos dari Denda

Diperpanjang Dua Pekan, Pemkot Berlakukan Adendum

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Meski telah melewati batas masa kontrak, namun rekanan pelaksana proyek pembangunan kantor Kelurahan Jagalan lolos dari sanksi denda keterlambatan. Pemkot Mojokerto lebih memilih melakukan perpanjangan waktu pengerjaan melalui adendum kontrak hingga dua pekan ke depan.

Proyek pembangunan kantor Kelurahan Kranggan sedianya telah habis masa kontraknya, Jumat (5/8). Namun, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto memberi tambahan waktu kepada kontraktor untuk menuntaskan pekerjaan paling lambat 19 Agustus mendatang. ”Kemarin kita beri tambahan waktu 14 hari,” terang Kabid Penataan Ruang, Bangunan dan Bina Konstruksi DPUPRPRKP Yustian Suhandinata, kemarin.

Menurutnya, penambahan durasi pekerjaan itu dilakukan melalui adendum kontrak yang disepakati dengan CV Maju Bersama Construction selaku kontraktor proyek. Selain terkait waktu, di dalam adendum tersebut juga memuat terkait perubahan desain atap bangunan.

Baca Juga :  KPK Nilai Parpol Harus Terapkan SIPP Atasi Masalah Tata Kelola Organisasi

Dijelaskan Yustian, gedung dua lantai yang semula didesain dengan atap perisai dilakukan perubahan dengan atap trapesium. Sehingga, terdapat penyesuaian pekerjaan untuk menambah pemasangan baja kuda-kuda dan jurai pada bagian atap gedung. ”Karena ada penyesuaian atap dan juga volume itu, akhirnya kita beri tambahan waktu,” tandasnya.

Dengan adendum tersebut, imbuh dia, kontraktor tidak dikenakan sanksi berupa denda keterlambatan. Namun, rekanan di-deadline harus menuntaskan pekerjaan tidak melewati tempo selama dua pekan. ”Kalau dia (kontraktor, Red) melewati dari yang kita sepakati itu baru nanti kita denda, tapi tentu itu tidak kita harapkan,” tandasnya.

Berdasarkan laporan terakhir per Senin (1/8), progres pekerjaan proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp 2,3 miliar itu masih berada di kisaran 80,09 persen. Yustian memperkirakan, progres pekerjaan akan naik sekitar 9-10 persen di minggu kedua Agustus nanti.

Baca Juga :  MPLS SD Islam Plus Arrosyid Kota Mojokerto, Semangat Belajar, Siswa Ceria

Karena itu, dia menargetkan proyek pembangunan kantor Kelurahan Jagalan dapat rampung sebelum batas waktu perpanjangan. Karena sisa sentuhan fisik tinggal sejumlah pekerjaan ringan.

Di antaranya pemasangan pintu utama, kaca jendela, plafon di lantai 2, paving, serta interior dan ornamen gedung. ”Harapan saya sebelum 19 Agustus sudah bisa selesai, akan kita pantau terus progresnya,” pungkas Yustian. (ram/ron)

Diperpanjang Dua Pekan, Pemkot Berlakukan Adendum

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Meski telah melewati batas masa kontrak, namun rekanan pelaksana proyek pembangunan kantor Kelurahan Jagalan lolos dari sanksi denda keterlambatan. Pemkot Mojokerto lebih memilih melakukan perpanjangan waktu pengerjaan melalui adendum kontrak hingga dua pekan ke depan.

Proyek pembangunan kantor Kelurahan Kranggan sedianya telah habis masa kontraknya, Jumat (5/8). Namun, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto memberi tambahan waktu kepada kontraktor untuk menuntaskan pekerjaan paling lambat 19 Agustus mendatang. ”Kemarin kita beri tambahan waktu 14 hari,” terang Kabid Penataan Ruang, Bangunan dan Bina Konstruksi DPUPRPRKP Yustian Suhandinata, kemarin.

Menurutnya, penambahan durasi pekerjaan itu dilakukan melalui adendum kontrak yang disepakati dengan CV Maju Bersama Construction selaku kontraktor proyek. Selain terkait waktu, di dalam adendum tersebut juga memuat terkait perubahan desain atap bangunan.

Baca Juga :  Kondisi Bayi Melemah, Muntah-Muntah dan BAB

Dijelaskan Yustian, gedung dua lantai yang semula didesain dengan atap perisai dilakukan perubahan dengan atap trapesium. Sehingga, terdapat penyesuaian pekerjaan untuk menambah pemasangan baja kuda-kuda dan jurai pada bagian atap gedung. ”Karena ada penyesuaian atap dan juga volume itu, akhirnya kita beri tambahan waktu,” tandasnya.

Dengan adendum tersebut, imbuh dia, kontraktor tidak dikenakan sanksi berupa denda keterlambatan. Namun, rekanan di-deadline harus menuntaskan pekerjaan tidak melewati tempo selama dua pekan. ”Kalau dia (kontraktor, Red) melewati dari yang kita sepakati itu baru nanti kita denda, tapi tentu itu tidak kita harapkan,” tandasnya.

- Advertisement -

Berdasarkan laporan terakhir per Senin (1/8), progres pekerjaan proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp 2,3 miliar itu masih berada di kisaran 80,09 persen. Yustian memperkirakan, progres pekerjaan akan naik sekitar 9-10 persen di minggu kedua Agustus nanti.

Baca Juga :  Perdana, Kunjungan Lapas Dibuka 20 Menit untuk Mengobati Dua Tahun Kerinduan

Karena itu, dia menargetkan proyek pembangunan kantor Kelurahan Jagalan dapat rampung sebelum batas waktu perpanjangan. Karena sisa sentuhan fisik tinggal sejumlah pekerjaan ringan.

Di antaranya pemasangan pintu utama, kaca jendela, plafon di lantai 2, paving, serta interior dan ornamen gedung. ”Harapan saya sebelum 19 Agustus sudah bisa selesai, akan kita pantau terus progresnya,” pungkas Yustian. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/