alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Wednesday, August 10, 2022

Material Sisa Proyek Dikeluhkan Warga Perumahan Meri Kota Mojokerto

8 Bulan Teronggok di Pinggir Jalan
KRANGGAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Material sisa pengerjaan proyek gorong-gorong di perumahan Griya Permata Meri, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto dikeluhkan warga. Pasalnya, sudah 8 bulan material teronggok di pinggir jalan.

Material sisa yang tak kunjung diambil petugas itu mengurangi luasan badan jalan. Praktis, jalan menjadi sempit dari sekitar 3 meter menjadi 2,5 meter. Selain itu, material sisa proyek berupa gorong-gorong lingkungan itu merusak kondisi lingkungan milik warga.

Marnova, salah satu warga perumahan Griya Permata Meri menjelaskan jika masih banyak material yang mengganggu lingkungannya. Kondisi itu sudah terjadi sejak akhir tahun lalu. Begitu proyek saluran lingkungan selesai, material sisa proyek dibiarkan begitu saja di pinggir jalan.

Baca Juga :  Temukan Warga Kudus Reaktif di Terminal Kertajaya

Pihaknya sendiri mengaku tak tahu harus melaporkan kondisi itu kemana. Padahal, adanya material itu mengganggu jalan lingkungan perumahan. Dimensi gorong-gorong mengganggu aktivitas warga.

’’Dengan adanya sisa material itu, saya merasa terganggu. Jalan yang menjadi sempit juga merusak pandangan. Melalui media ini saya berharap segera direspon,’’ jelasnya saat ditemui Jawa Pos Radar Mojokerto, Rabu (6/7).

Masih kata Marnova, sisa material juga masih dijumpai di beberapa lokasi di perumahan ini. ’’Di depan rumah saya ada dua. Di belakang rumah saya juga masih ada. Didekat sungai sebelah utara juga masih ada. Mau dipindah sendiri ini sulit karena berat,’’ pungkasnya. (rif/fen)

8 Bulan Teronggok di Pinggir Jalan
KRANGGAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Material sisa pengerjaan proyek gorong-gorong di perumahan Griya Permata Meri, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto dikeluhkan warga. Pasalnya, sudah 8 bulan material teronggok di pinggir jalan.

Material sisa yang tak kunjung diambil petugas itu mengurangi luasan badan jalan. Praktis, jalan menjadi sempit dari sekitar 3 meter menjadi 2,5 meter. Selain itu, material sisa proyek berupa gorong-gorong lingkungan itu merusak kondisi lingkungan milik warga.

Marnova, salah satu warga perumahan Griya Permata Meri menjelaskan jika masih banyak material yang mengganggu lingkungannya. Kondisi itu sudah terjadi sejak akhir tahun lalu. Begitu proyek saluran lingkungan selesai, material sisa proyek dibiarkan begitu saja di pinggir jalan.

Baca Juga :  Menteri ATR Minta Tingkatkan Sinergi Berantas Mafia Tanah

Pihaknya sendiri mengaku tak tahu harus melaporkan kondisi itu kemana. Padahal, adanya material itu mengganggu jalan lingkungan perumahan. Dimensi gorong-gorong mengganggu aktivitas warga.

’’Dengan adanya sisa material itu, saya merasa terganggu. Jalan yang menjadi sempit juga merusak pandangan. Melalui media ini saya berharap segera direspon,’’ jelasnya saat ditemui Jawa Pos Radar Mojokerto, Rabu (6/7).

Masih kata Marnova, sisa material juga masih dijumpai di beberapa lokasi di perumahan ini. ’’Di depan rumah saya ada dua. Di belakang rumah saya juga masih ada. Didekat sungai sebelah utara juga masih ada. Mau dipindah sendiri ini sulit karena berat,’’ pungkasnya. (rif/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/