alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Angka Penderita Terus Naik, Gubernur Minta Pemkab Tambah BOR 50 Persen

GUBERNUR Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginstruksi pemkab Mojokerto melakukan penambahan bed occupancy rate (BOR) sebanyak 50 persen untuk isolasi maupun ICU. Perintah ini disampaikan gubernur saat meninjau vaksinasi pencegahan Covid-19 di Pendapa Kantor Kecamatan Ngoro, Senin (5/7).

Prosesi ini juga dihadiri Ketua Satgas Covid-19 sekaligus Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, bersama Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander. Selain menambah kapasitas bed, Khofifah juga memerintahkan kesiapan alat kesehatan seperti tabung oksigen dan ventilator, dengan tenaga medis yang andal.  ’’BOR di Kabupaten Mojokerto cukup tinggi. Harus ada percepatan penambahan. Tambahkan 50 persen dari total yang ada, lengkap dengan alkes beserta para nakes yang andal. Perawat dari waiting list, bisa kita maksimalkan untuk membantu. Lakukan briefing dulu dengan cermat,” kata Khofifah.

Terkait vaksinasi, Gubernur Khofifah menyebut, sampai saat ini Jawa Timur tidak berhenti melaksanakan percepatan vaksinasi. Ia pun memasang target vaksinasi mencapai 300 ribu. Maka dari itu, Kodam/V Brawijaya, Polda Jawa Timur hingga diikuti jajaran Kapolres, Kapolresta, Dandim, Bupati/Wali Kota hingga seluruh unit ke bawah, diminta terus menjalin koordinasi. ’’Per hari ini (Senin 5 Juli 2021), target vaksin kita adalah 300 ribu. Ini Jawa Timur ya, bukan Pemprov saja. Insyallah hari ini Pemprov Jawa Timur dapat droping vaksin dari Jakarta. Sesuai rekom tanggal 5 Juli kemarin. Akan kita drop ke Mojokerto juga segera. Kemarin juga sudah ada lima kab/kota sudah habis  vaksinnya. Maka dari itu, saya minta semua koordinasi. Semua harus all in one, termasuk masyarakat juga. Mohon taati semua aturan PPKM darurat demi keselamatan bersama,” tambah gubernur.

Baca Juga :  10 Hari, 37 Kasus Baru, 6 Meninggal Dunia

Sementara itu, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dalam laporannya menegaskan, pemda terus melaksanakan langkah-langkah konkret, tepat dan cepat dalam penanganan Covid-19. Sejumlah persoalan di lapangan karena keterbatasan nakes. ’’Beberapa waktu lalu, Pak Wagub datang ke Kabupaten Mojokerto, dengan memberi bantuan 10 ribu rapid antigen, sebagai senjata kami untuk tracing oleh tim surveilans puskesmas. Kami juga sudah siapkan tambahan bed, namun tenaganya yang kurang siap. Kami dibantu Kapolres dan Dandim 0815, juga sinergi dengan ulama,” terang Bupati Ikfina.

Di lokasi yang sama, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Langit Kresna Janitra, menegaskan, sejak sepekan terakhir, RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari telah melakukan penambahan 40 bed dari sebelumnya 60 bed. Sehingga total 100 bed. Rumah sakit swasta juga telah mendapat instruksi penambahan bed.

Baca Juga :  Stok Oksigen RSUD Hanya Tersisa Sehari

Jumlah ventilator yang ada, saat ini tidak cukup maksimal mengingat peningkatan angka kasus Covid-19 di Kabupaten Mojokerto yang terus menanjak. Penambahan kasus tertinggi tercatat pada tanggal 1 Juli yakni 81 kasus, dan tanggal 2 Juli sebanyak 72 kasus, dan kasus aktif per 4 Juli sebanyak 563 kasus. Tim Satgas Covid-19 terus memaksimalkan tracing, dengan cakupan 30 orang kontak erat dari satu orang terkonfirmasi positif Covid-19.(bas)

GUBERNUR Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginstruksi pemkab Mojokerto melakukan penambahan bed occupancy rate (BOR) sebanyak 50 persen untuk isolasi maupun ICU. Perintah ini disampaikan gubernur saat meninjau vaksinasi pencegahan Covid-19 di Pendapa Kantor Kecamatan Ngoro, Senin (5/7).

Prosesi ini juga dihadiri Ketua Satgas Covid-19 sekaligus Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, bersama Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander. Selain menambah kapasitas bed, Khofifah juga memerintahkan kesiapan alat kesehatan seperti tabung oksigen dan ventilator, dengan tenaga medis yang andal.  ’’BOR di Kabupaten Mojokerto cukup tinggi. Harus ada percepatan penambahan. Tambahkan 50 persen dari total yang ada, lengkap dengan alkes beserta para nakes yang andal. Perawat dari waiting list, bisa kita maksimalkan untuk membantu. Lakukan briefing dulu dengan cermat,” kata Khofifah.

Terkait vaksinasi, Gubernur Khofifah menyebut, sampai saat ini Jawa Timur tidak berhenti melaksanakan percepatan vaksinasi. Ia pun memasang target vaksinasi mencapai 300 ribu. Maka dari itu, Kodam/V Brawijaya, Polda Jawa Timur hingga diikuti jajaran Kapolres, Kapolresta, Dandim, Bupati/Wali Kota hingga seluruh unit ke bawah, diminta terus menjalin koordinasi. ’’Per hari ini (Senin 5 Juli 2021), target vaksin kita adalah 300 ribu. Ini Jawa Timur ya, bukan Pemprov saja. Insyallah hari ini Pemprov Jawa Timur dapat droping vaksin dari Jakarta. Sesuai rekom tanggal 5 Juli kemarin. Akan kita drop ke Mojokerto juga segera. Kemarin juga sudah ada lima kab/kota sudah habis  vaksinnya. Maka dari itu, saya minta semua koordinasi. Semua harus all in one, termasuk masyarakat juga. Mohon taati semua aturan PPKM darurat demi keselamatan bersama,” tambah gubernur.

Baca Juga :  Vaksinasi Serentak di Kabupaten tanpa Pejabat

Sementara itu, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dalam laporannya menegaskan, pemda terus melaksanakan langkah-langkah konkret, tepat dan cepat dalam penanganan Covid-19. Sejumlah persoalan di lapangan karena keterbatasan nakes. ’’Beberapa waktu lalu, Pak Wagub datang ke Kabupaten Mojokerto, dengan memberi bantuan 10 ribu rapid antigen, sebagai senjata kami untuk tracing oleh tim surveilans puskesmas. Kami juga sudah siapkan tambahan bed, namun tenaganya yang kurang siap. Kami dibantu Kapolres dan Dandim 0815, juga sinergi dengan ulama,” terang Bupati Ikfina.

Di lokasi yang sama, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Langit Kresna Janitra, menegaskan, sejak sepekan terakhir, RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari telah melakukan penambahan 40 bed dari sebelumnya 60 bed. Sehingga total 100 bed. Rumah sakit swasta juga telah mendapat instruksi penambahan bed.

Baca Juga :  Kajati Jatim Resmikan Kantor Kejari Kota Mojokerto

Jumlah ventilator yang ada, saat ini tidak cukup maksimal mengingat peningkatan angka kasus Covid-19 di Kabupaten Mojokerto yang terus menanjak. Penambahan kasus tertinggi tercatat pada tanggal 1 Juli yakni 81 kasus, dan tanggal 2 Juli sebanyak 72 kasus, dan kasus aktif per 4 Juli sebanyak 563 kasus. Tim Satgas Covid-19 terus memaksimalkan tracing, dengan cakupan 30 orang kontak erat dari satu orang terkonfirmasi positif Covid-19.(bas)

Artikel Terkait

Most Read

TK dan PAUD Kota Tatap Muka

Genjot Tenaga Pebiliar

Puluhan Anak Terlibat Pesta Miras

Artikel Terbaru


/