alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Asyik Ngopi, Tidak Pakai Masker, Pengunjung Diminta Membuat Pernyataan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kesadaran masyarakat menerapakan protokol kesehatan menjelang new normal atau tatanan baru ini masih minim.

Terbukti, setidaknya ada puluhan warga yang disanksi petugas lantaran tidak memakai masker saat nongkrong di warung kopi, Sabtu (4/7) malam. Kasat Pol PP Kabupaten Mojokerto Noerhono mengatakan, patroli siaga pra-adaptasi kebiasan baru itu bersama TNI dan Polri dimulai pukul 19.00 hingga pukul 23.00.

Menyusul sejumlah tempat keramaian. Seperti warung kopi, kafe, hingga tempat kerumunan lainya di wilayah Kecamatan Mojosari. Bahkan, hingga ke wilalayah Rolak Songo. ’’Dalam opersai masker itu ada sekitar 40-50 warga yang disanksi menadatangani surat pernyataan lantaran tidak pakai masker,’’ katanya.

Baca Juga :  Dewan Pertanyakan BST Nyantol

Menurutnya, tindakan itu dilakukan untuk membuat efek jera kepada masyarakat agar tidak mengulangi lagi perbuatan yang menjadi penyebab terjadinya penularan Covid-19 semakin meningkat. Sebab, hanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan bisa mengurangi penularan.

Bahkan, lanjut, Nurgono, pihaknya tidak akan segan-segan membubarkan aktivitas masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Seperti kegiatan sosial kemasyarakatan dan kegiatan keagamaan. ’’Kebijakan itu juga sesuai dengan surat edaran (SE) Bupati Mojokerto,’’ imbuhnya.

Selain melakukan opersai masker, pihaknya juga menyosialisasikan SE Bupati Mojokerto Nomor  440/1449/416.105/2020 perihal Tatanan Baru Pencegahan Pandemi Covid-19 di wilayah  Kabupaten Mojokerto. Dalam SE tersebut masyarakat diwajibakan menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah. Mengenakan masker dan tetap menjaga jarak.

Baca Juga :  Temukan Pecahan Keramik dan Terakota Berornamen

Sementara untuk tempat usaha wajib menyediakan tempat cuci tangan. Seperti toko dan warung kopi. Untuk fasiltas umum harus menyediakan bilik penyemprotan disinfektan. Seperti tempat wisata, tempat ibadah, dan tempat umum lainnya yang berpotensi terjadinya kerumunan massa.

’’Jika kami mendapati masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan saat melakukan kegitan akan kami bubarkan. Utamanya jika tidak pakai masker,’’ tandasnya. (hin/abi)

 

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kesadaran masyarakat menerapakan protokol kesehatan menjelang new normal atau tatanan baru ini masih minim.

Terbukti, setidaknya ada puluhan warga yang disanksi petugas lantaran tidak memakai masker saat nongkrong di warung kopi, Sabtu (4/7) malam. Kasat Pol PP Kabupaten Mojokerto Noerhono mengatakan, patroli siaga pra-adaptasi kebiasan baru itu bersama TNI dan Polri dimulai pukul 19.00 hingga pukul 23.00.

Menyusul sejumlah tempat keramaian. Seperti warung kopi, kafe, hingga tempat kerumunan lainya di wilayah Kecamatan Mojosari. Bahkan, hingga ke wilalayah Rolak Songo. ’’Dalam opersai masker itu ada sekitar 40-50 warga yang disanksi menadatangani surat pernyataan lantaran tidak pakai masker,’’ katanya.

Baca Juga :  Konsisten Prokes, Kabupaten Mojokerto Zona Kuning

Menurutnya, tindakan itu dilakukan untuk membuat efek jera kepada masyarakat agar tidak mengulangi lagi perbuatan yang menjadi penyebab terjadinya penularan Covid-19 semakin meningkat. Sebab, hanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan bisa mengurangi penularan.

Bahkan, lanjut, Nurgono, pihaknya tidak akan segan-segan membubarkan aktivitas masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Seperti kegiatan sosial kemasyarakatan dan kegiatan keagamaan. ’’Kebijakan itu juga sesuai dengan surat edaran (SE) Bupati Mojokerto,’’ imbuhnya.

Selain melakukan opersai masker, pihaknya juga menyosialisasikan SE Bupati Mojokerto Nomor  440/1449/416.105/2020 perihal Tatanan Baru Pencegahan Pandemi Covid-19 di wilayah  Kabupaten Mojokerto. Dalam SE tersebut masyarakat diwajibakan menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah. Mengenakan masker dan tetap menjaga jarak.

Baca Juga :  Temukan Pecahan Keramik dan Terakota Berornamen
- Advertisement -

Sementara untuk tempat usaha wajib menyediakan tempat cuci tangan. Seperti toko dan warung kopi. Untuk fasiltas umum harus menyediakan bilik penyemprotan disinfektan. Seperti tempat wisata, tempat ibadah, dan tempat umum lainnya yang berpotensi terjadinya kerumunan massa.

’’Jika kami mendapati masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan saat melakukan kegitan akan kami bubarkan. Utamanya jika tidak pakai masker,’’ tandasnya. (hin/abi)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/