alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Wow! Anak Tenaga Medis Tangani Covid-19 Dijatah 89 Kursi PPDB SMA/SMK

MOJOKERTO – Jawa Pos Radar Mojokerto – Anak dari para tenaga medis bisa leluasa memilih masuk ke jenjang SMA/SMK Negeri. Pasalnya, Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto memberikan jatah 1 persen dalam Penerimaan Peserta Didik (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 ini.

Kepala Cabang Dispendik Provinsi Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Kresna Herlambang, mengatakan, pemberian kuota tersebut hanya dikhususkan bagi anak para tenaga kesehatan dan paramedis yang bertugas dalam penanganan Covid-19.

Menurutnya, mereka adalah petugas yang berdinas di rumah sakit rujukan Covid-19 yang telah ditetapkan Pemprov Jawa Timur (Jatim). ’’Jadi, ada 1 persen dari total kuota SMA-SMK untuk putra putri petugas kesehatan yang menangani Covid-19,’’ terangnya.

Dari total 99 fasilitas kesehatan yang ditunjuk pemprov untuk menjadi RS rujukan Covid-19, dua di antaranya berada di wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto. Masing-masing adalah RSUD Prof dr Soekandar dan RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo.

Sehingga, anak dari petugas kesehatan yang berdinas di dua rumah sakit pelat merah itu dibebaskan untuk memilih ke SMA/SMK Negeri di Kota maupun Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  Ning Ita Apresiasi Produk UKM yang Sukses Tembus Pasar Ekspor

Kresna menyebut, petugas medis tersebut meliputi putra putri dari dokter, perawat, hingga sopir ambulans. ’’Intinya mereka adalah yang terlibat langsung dalam penanganan Covid-19,’’ tandasnya.

Untuk tahun pelajaran 2020/2021 ini, jumlah total kuota PPDB yang dibuka sebanyak 9.316 kursi. Sebanyak 4.658 kursi di antaranya dibuka di 13 SMA dan 4.658 kursi di 9 SMK Negeri di Kabupaten dan Kota Mojokerto.

Sedikitnya, cabang dispendik memberikan porsi sebanyak 89 kursi khusus bagi anak dari tenaga kesehatan. ’’42 kursi di jenjang SMK dan 47 di SMA Negeri di wilayah Mojokerto,’’ paparnya.

Mantan Kepala Cabang Dispendik Wilayah Probolonggo ini, menambahkan, agar dapat memanfaatkan kuota khusus tersebut, calon siswa cukup menyertakan surat tugas dari RS rujukan tempat orang tuanya berdinas.

Sementara itu, untuk PPDB SMA Negeri terbagi menjadi lima jalur pendaftaran. Di antaranya, jalur zonasi dengan pagu minimal 50 persen, prestasi akademik minimal 25 persen, prestasi nonakademik 5 persen, afirmasi 15 persen.

Baca Juga :  Lima Proyek di Kabupaten Mojokerto Tak Kunjung Dilelang

Selain itu, juga terdapat jalur perpindahan tugas orang tua 5 persen. Di jalur perpindahan tugas inilah di dalamnya memuat kuota 1 persen untuk mengakomodir anak tenaga kesehatan dan paramedis yang menangani langsung pasien Covid-19.

Sedangkan untuk SMK negeri terbagi empat jalur pendaftaran tanpa ada sistem zonasi. Masing-masing dari jalur reguler minimal 75 persen, afirmasi 15 persen, prestasi perlombaan 5 persen, serta perpindahan tugas 5 persen.

Tahapan PPDB SMA/SMK akan digulirkan mulai 8-20 Juni mendatang diawali dengan pengambilan personal identification number (PIN). Sedangkan pendaftaran akan dibuka secara bertahap pada 15-16 Juni bagi jalur afirmasi, perpindahan tugas orang tua, dan jalur prestasi nonakademik.

Sedangkan pendaftaran bagi jalur zonasi SMA akan dibuka pada 22-24 Juni. Tahap terakhir jalur prestasi akademik dan jalur reguler SMK yang berlangsung pada 25-27 Juni. ’’Pendaftaran PPDB sepenuhnya melalui online,’’ pungkas Kresna. (abi)

MOJOKERTO – Jawa Pos Radar Mojokerto – Anak dari para tenaga medis bisa leluasa memilih masuk ke jenjang SMA/SMK Negeri. Pasalnya, Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto memberikan jatah 1 persen dalam Penerimaan Peserta Didik (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 ini.

Kepala Cabang Dispendik Provinsi Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Kresna Herlambang, mengatakan, pemberian kuota tersebut hanya dikhususkan bagi anak para tenaga kesehatan dan paramedis yang bertugas dalam penanganan Covid-19.

Menurutnya, mereka adalah petugas yang berdinas di rumah sakit rujukan Covid-19 yang telah ditetapkan Pemprov Jawa Timur (Jatim). ’’Jadi, ada 1 persen dari total kuota SMA-SMK untuk putra putri petugas kesehatan yang menangani Covid-19,’’ terangnya.

Dari total 99 fasilitas kesehatan yang ditunjuk pemprov untuk menjadi RS rujukan Covid-19, dua di antaranya berada di wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto. Masing-masing adalah RSUD Prof dr Soekandar dan RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo.

Sehingga, anak dari petugas kesehatan yang berdinas di dua rumah sakit pelat merah itu dibebaskan untuk memilih ke SMA/SMK Negeri di Kota maupun Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  Satpol PP Kota Segel Reklame Bodong

Kresna menyebut, petugas medis tersebut meliputi putra putri dari dokter, perawat, hingga sopir ambulans. ’’Intinya mereka adalah yang terlibat langsung dalam penanganan Covid-19,’’ tandasnya.

- Advertisement -

Untuk tahun pelajaran 2020/2021 ini, jumlah total kuota PPDB yang dibuka sebanyak 9.316 kursi. Sebanyak 4.658 kursi di antaranya dibuka di 13 SMA dan 4.658 kursi di 9 SMK Negeri di Kabupaten dan Kota Mojokerto.

Sedikitnya, cabang dispendik memberikan porsi sebanyak 89 kursi khusus bagi anak dari tenaga kesehatan. ’’42 kursi di jenjang SMK dan 47 di SMA Negeri di wilayah Mojokerto,’’ paparnya.

Mantan Kepala Cabang Dispendik Wilayah Probolonggo ini, menambahkan, agar dapat memanfaatkan kuota khusus tersebut, calon siswa cukup menyertakan surat tugas dari RS rujukan tempat orang tuanya berdinas.

Sementara itu, untuk PPDB SMA Negeri terbagi menjadi lima jalur pendaftaran. Di antaranya, jalur zonasi dengan pagu minimal 50 persen, prestasi akademik minimal 25 persen, prestasi nonakademik 5 persen, afirmasi 15 persen.

Baca Juga :  Civitas Academica UNIM Mojokerto Jalani Vaksinasi

Selain itu, juga terdapat jalur perpindahan tugas orang tua 5 persen. Di jalur perpindahan tugas inilah di dalamnya memuat kuota 1 persen untuk mengakomodir anak tenaga kesehatan dan paramedis yang menangani langsung pasien Covid-19.

Sedangkan untuk SMK negeri terbagi empat jalur pendaftaran tanpa ada sistem zonasi. Masing-masing dari jalur reguler minimal 75 persen, afirmasi 15 persen, prestasi perlombaan 5 persen, serta perpindahan tugas 5 persen.

Tahapan PPDB SMA/SMK akan digulirkan mulai 8-20 Juni mendatang diawali dengan pengambilan personal identification number (PIN). Sedangkan pendaftaran akan dibuka secara bertahap pada 15-16 Juni bagi jalur afirmasi, perpindahan tugas orang tua, dan jalur prestasi nonakademik.

Sedangkan pendaftaran bagi jalur zonasi SMA akan dibuka pada 22-24 Juni. Tahap terakhir jalur prestasi akademik dan jalur reguler SMK yang berlangsung pada 25-27 Juni. ’’Pendaftaran PPDB sepenuhnya melalui online,’’ pungkas Kresna. (abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/