alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Pedagang Pasar Brangkal Positif Covid-19, di Kota 19 Orang Terjangkit

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Masyarakat Kota Mojokerto harus lebih meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Pasalnya, sebaran Covid-19 di Kota Onde-Onde terus meluas. Kali ini giliran Kelurahan Kauman yang berubah menjadi zona merah.

Hal itu menyusul seorang warga yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, Jumat (5/6). Dengan tambahan satu kasus tersebut, jumlah kumulatif warga yang positif Covid-19 menjadi 19 orang.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo mengungkapkan, warga yang tercatat sebagai terkonfirmasi positif 19 adalah perempuan berinisial F, berusia 42 tahun.

Menurutnya, warga yang sehar-hari bekerja sebagai pedagang itu telah menjalani uji swab pada 1 Juni lalu. ’’Hasil swab-nya confirm positif Covid-19,’’ terangnya. 

Baca Juga :  8 Pegawai Positif, Pemkot Tutup Puskesmas Lagi

Gaguk menyatakan, uji swab itu dilakukan menyusul hasil rapid test menunjukkan hasil reaktif pada 31 Mei lalu. Untuk itu, tim kesehatan segera melakukan tracing terhadap anggota keluarga.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini menyebutkan, jika hasil sementara telah mencatat 4 orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan terkonfirmasi positif 19. ’’Empat orang itu adalah suami dan tiga anaknya,’’ paparnya.

Tracing akan kembali dilakukan terhadap orang  dekat lainnya yang terindikasi pernah berhubungan langsung dengan F. Jika diperlukan, petugas juga bakal melakukan pelacakan terhadap sesama pedagang lainnya.

’’Yang bersangkutan (positif 19) pedagang di Pasar Brangkal,’’ ulasnya. Sementara itu, upaya tracing juga dilakukan terhadap kasus-kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya. Untuk mendeteksi risiko penularan, petugas melakukan skriring terhadap ratusan warga.

Baca Juga :  Labkesda Kota Mojokerto Layani 115 Lembaga dari Berbagai Daerah

’’Dari hasil tracing, sudah sampai ratusan orang yang di-rapid test,’’ paparnya. Tetapi pihaknya mengaku belum mendapatkan data kumulatif warga maupun hasil dari uji cepat tersebut.

Yang jelas, kata dia, jika hasil reaktif akan segera ditindaklanjuti dengan tes swab. ’’Berapa total rapid hingga hari ini (kemarin) masih belum ada laporan,’’ ungkapnya.

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Masyarakat Kota Mojokerto harus lebih meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Pasalnya, sebaran Covid-19 di Kota Onde-Onde terus meluas. Kali ini giliran Kelurahan Kauman yang berubah menjadi zona merah.

Hal itu menyusul seorang warga yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, Jumat (5/6). Dengan tambahan satu kasus tersebut, jumlah kumulatif warga yang positif Covid-19 menjadi 19 orang.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo mengungkapkan, warga yang tercatat sebagai terkonfirmasi positif 19 adalah perempuan berinisial F, berusia 42 tahun.

Menurutnya, warga yang sehar-hari bekerja sebagai pedagang itu telah menjalani uji swab pada 1 Juni lalu. ’’Hasil swab-nya confirm positif Covid-19,’’ terangnya. 

Baca Juga :  Seringkali Jadi Bahan Gunjingan, Hasil Swab Dicetak Banner

Gaguk menyatakan, uji swab itu dilakukan menyusul hasil rapid test menunjukkan hasil reaktif pada 31 Mei lalu. Untuk itu, tim kesehatan segera melakukan tracing terhadap anggota keluarga.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini menyebutkan, jika hasil sementara telah mencatat 4 orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan terkonfirmasi positif 19. ’’Empat orang itu adalah suami dan tiga anaknya,’’ paparnya.

- Advertisement -

Tracing akan kembali dilakukan terhadap orang  dekat lainnya yang terindikasi pernah berhubungan langsung dengan F. Jika diperlukan, petugas juga bakal melakukan pelacakan terhadap sesama pedagang lainnya.

’’Yang bersangkutan (positif 19) pedagang di Pasar Brangkal,’’ ulasnya. Sementara itu, upaya tracing juga dilakukan terhadap kasus-kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya. Untuk mendeteksi risiko penularan, petugas melakukan skriring terhadap ratusan warga.

Baca Juga :  Rehab Bangunan di P-APBD 2020, Hanya Sentuh 10 Sekolah

’’Dari hasil tracing, sudah sampai ratusan orang yang di-rapid test,’’ paparnya. Tetapi pihaknya mengaku belum mendapatkan data kumulatif warga maupun hasil dari uji cepat tersebut.

Yang jelas, kata dia, jika hasil reaktif akan segera ditindaklanjuti dengan tes swab. ’’Berapa total rapid hingga hari ini (kemarin) masih belum ada laporan,’’ ungkapnya.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/