alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

PKL Pasar Ramadan Diminta Boyongan

Ganggu Akses Warga Perumahan Surodinawan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kelurahan Surodinawan meminta pedagang kaki lima (PKL) pasar kaget Ramadan untuk boyongan dari Jalan Suromulang Perumahan Citra Surodinawan Estate (CSE). Kebijakan itu menyusul semakin membeludaknya keberadaan pedagang hingga menganggu lalu lintas dan akses menuju permukiman warga.

Kelurahan Surodinawan juga telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 510/36/417.702.1/2022 yang ditujukan kepada PKL di Jalan Suromulang Perumahan CSE. Surat yang diterbitkan per tanggal 4 April itu meminta agar para pedagang dadakan untuk pindah ke Pasar Rakyat Ketidur di Jalan Raya Ketidur, Kecamatan Prajurit Kulon.

Camat Prajurit Kulon, M. Hekamarta Fanani mengungkapkan, langkah pemindahan PKL itu menindaklanjuti hasil rapat gabungan dengan Diskopukmperindag, Satpol PP, dan seluruh lurah se-Kota Mojokerto, Senin (4/4). Hasilnya, keberadaan PKL musiman di bulan Ramadan dinilai mengganggu arus lalu lintas maupun ketentraman dan ketertiban umum agar diarahkan ke lokasi aset milik Pemkot Mojokerto. ”Jadi, kami tidak melarang mereka berjualan. Cuma mengarahkan untuk berjualan di tempat-tempat yang bisa dipakai sementara,” terangnya.

Baca Juga :  Bertahan Dari Serangan Anemia, Nenek Ini Yakin Manfaat JKN-KIS Nyata

Khusus di wilayah Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, para PKL diarahkan membuka lapak dagangan di area Pasar Rakyat Ketidur. Sebab, di kawasan perdagangan di Jalan Raya Ketidur itu terdapat lahan cukup aset pemkot yang sedianya akan dibangun Pasar Tematik tahun ini. ”Areanya kan luas, ada juga stand tenda yang sudah disiapkan. Kalau memang penuh, di Jalan Ketidur pun juga masih cukup lebar dan jauh dari permukiman,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga mempersilakan masyarakat yang ingin berjualan di halaman kantor kelurahan maupun kantor kecamatan di momen Ramadan ini. Sebab, sebut Heka, di awal Ramadan ini, sepanjang Jalan Suromulang Perumahan CSE sudah bermunculan pedagang dadakan.

Baca Juga :  Sebelum Masuk Kelas, Siswa Lepas Sepatu Ganti Sandal

Rata-rata masih didominasi penjual makanan dan minuman yang menjajakan dagangan di pinggir jalan. Keberadaan pasar kaget Ramadan itu pun diburu pembeli jelang waktu berbuka puasa. Akibatnya, akses warga di perumahan menjadi terganggu. ”Akses parkir di depan rumahnya sendiri juga terganggu. Akhirnya kami berusaha untuk menghimbau untuk geser ke tempat-tempat aset terdekat,” paparnya.

Kemarin, pihak kelurahan bersama dengan petugas Satpol PP melakukan woro-woro ke pedagang untuk segera pindah ke Pasar Rakyat Ketidur. Bahkan, sempat terjadi ketegangan antara petugas dan PKL. Namun, Heka menyebut langkah kelurahan masih bersifat imbauan untuk mengantisipasi agar pedagang tidak semakin membeludak. ”Kalau jelang hari raya akan muncul lebih banyak lagi pedagang. Tidak hanya penjual makanan, tapi pedagang pakaian nanti juga akan masuk,” pungkasnya. (ram/ron)

Ganggu Akses Warga Perumahan Surodinawan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kelurahan Surodinawan meminta pedagang kaki lima (PKL) pasar kaget Ramadan untuk boyongan dari Jalan Suromulang Perumahan Citra Surodinawan Estate (CSE). Kebijakan itu menyusul semakin membeludaknya keberadaan pedagang hingga menganggu lalu lintas dan akses menuju permukiman warga.

Kelurahan Surodinawan juga telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 510/36/417.702.1/2022 yang ditujukan kepada PKL di Jalan Suromulang Perumahan CSE. Surat yang diterbitkan per tanggal 4 April itu meminta agar para pedagang dadakan untuk pindah ke Pasar Rakyat Ketidur di Jalan Raya Ketidur, Kecamatan Prajurit Kulon.

Camat Prajurit Kulon, M. Hekamarta Fanani mengungkapkan, langkah pemindahan PKL itu menindaklanjuti hasil rapat gabungan dengan Diskopukmperindag, Satpol PP, dan seluruh lurah se-Kota Mojokerto, Senin (4/4). Hasilnya, keberadaan PKL musiman di bulan Ramadan dinilai mengganggu arus lalu lintas maupun ketentraman dan ketertiban umum agar diarahkan ke lokasi aset milik Pemkot Mojokerto. ”Jadi, kami tidak melarang mereka berjualan. Cuma mengarahkan untuk berjualan di tempat-tempat yang bisa dipakai sementara,” terangnya.

Baca Juga :  Sebelum Masuk Kelas, Siswa Lepas Sepatu Ganti Sandal

Khusus di wilayah Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, para PKL diarahkan membuka lapak dagangan di area Pasar Rakyat Ketidur. Sebab, di kawasan perdagangan di Jalan Raya Ketidur itu terdapat lahan cukup aset pemkot yang sedianya akan dibangun Pasar Tematik tahun ini. ”Areanya kan luas, ada juga stand tenda yang sudah disiapkan. Kalau memang penuh, di Jalan Ketidur pun juga masih cukup lebar dan jauh dari permukiman,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga mempersilakan masyarakat yang ingin berjualan di halaman kantor kelurahan maupun kantor kecamatan di momen Ramadan ini. Sebab, sebut Heka, di awal Ramadan ini, sepanjang Jalan Suromulang Perumahan CSE sudah bermunculan pedagang dadakan.

Baca Juga :  Bertahan Dari Serangan Anemia, Nenek Ini Yakin Manfaat JKN-KIS Nyata
- Advertisement -

Rata-rata masih didominasi penjual makanan dan minuman yang menjajakan dagangan di pinggir jalan. Keberadaan pasar kaget Ramadan itu pun diburu pembeli jelang waktu berbuka puasa. Akibatnya, akses warga di perumahan menjadi terganggu. ”Akses parkir di depan rumahnya sendiri juga terganggu. Akhirnya kami berusaha untuk menghimbau untuk geser ke tempat-tempat aset terdekat,” paparnya.

Kemarin, pihak kelurahan bersama dengan petugas Satpol PP melakukan woro-woro ke pedagang untuk segera pindah ke Pasar Rakyat Ketidur. Bahkan, sempat terjadi ketegangan antara petugas dan PKL. Namun, Heka menyebut langkah kelurahan masih bersifat imbauan untuk mengantisipasi agar pedagang tidak semakin membeludak. ”Kalau jelang hari raya akan muncul lebih banyak lagi pedagang. Tidak hanya penjual makanan, tapi pedagang pakaian nanti juga akan masuk,” pungkasnya. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/