alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Pajak Kendaraan Bermotor Dihapus

PURI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pajak kendaraan bermotor yang seharusnya dibayarkan rutin setiap tahun, sekarang ini tak perlu bingung. Pemerintah telah menghapus denda bagi kendaraan yang telat bayar pajak.

Hal itu diungkapkan Kanit Regindent Polres Mojokerto Ipda Iwan Hadi Siswanto, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin. Menurutnya, di tengah pandemi Covid-19, pemerintah membebaskan seluruh denda pajak kendaraan bermotor. ’’Kalau sekarang waktunya bayar pajak, boleh tidak dibayar dulu. Tidak ada denda kok,’’ ungkapnya.

Meski terlambat, tetapi Samsat memberikan proses jalan lain. Yakni, dengan membayar secara online. Namun, pengesahan akan dilakukan saat kondisi sudah kembali normal. ’’Online, bisa lewat berbagai aplikasi. Dan itu sudah bisa dilakukan resmi,’’ tandasnya.

Pun demikian dengan pajak kendaraan lima tahunan. Kata Iwan, proses ini juga bisa dilakukan pembayaran online.

Baca Juga :  Kabupaten Mojokerto Kembali Raih KLA Madya

Ia menjamin, kendaraan yang telat bayar pajak selama masa pandemi, tidak akan ditilang oleh aparat kepolisian. Karena, di situasi ini, semua sudah bersepakat memberikan kelonggaran ke masyarakat.

Dengan dibukanya pembayaran pajak secara online, Iwan juga membatasi pembayaran melalui Samsat. Namun, dilakukan pembatasan jam buka. Setiap hari, pelayanan akan ditutup hingga pukul 11.00 siang. ’’Setiap jam 10.00, kami mengajak seluruh wajib pajak keluar kantor Samsat dan berjemur di luar,’’ jelas dia.

Pembatasan pelayanan juga terjadi di samsat keliling. Sejak sepekan lalu, pelayanan samsat keliling sudah ditutup. Semua kendaraan yang semula nge-pos di sejumlah lokasi akan dipindahkan ke kantor Samsat.

Relaksasi pajak juga menimpa perpanjangan dan pembuatan SIM. Baginya, masyarakat tak perlu khawatir jika memiliki SIM dengan masa berlakunya habis saat Satpas ditutup. Sejak akhir 31 Maret, Satpas Polres Mojokerto telah ditutup total. Tak ada pelayanan apapun. ’’Tidak akan mengulang dari nol. Nanti tetap akan bisa diperpanjang,’’ tandasnya. Iwan menceritakan, rencananya Satpas akan dibuka kembali Rabu (8/4).

Baca Juga :  Uang Hasil Pajak Motor Menumpuk

Dengan berbagai kelonggaran yang diberikan, Iwan mengimbau masyarakat dapat tetap menerapkan physical distancing untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona Covid-19. ’’Jangan keluar rumah jika memang tidak dalam kondisi sangat penting. Ini wujud Polri sangat memahami situasi. Saat ini, ada keterbatasan ruang gerak masyarakat, karena juga harus melaksanakan kegiatan-kegiatan yang disarankan beraktivitas di rumah. Dan Polri memahami situasi perekonomian di saat ini,’’ pungkas dia. t-weight:normal’>(hin

PURI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pajak kendaraan bermotor yang seharusnya dibayarkan rutin setiap tahun, sekarang ini tak perlu bingung. Pemerintah telah menghapus denda bagi kendaraan yang telat bayar pajak.

Hal itu diungkapkan Kanit Regindent Polres Mojokerto Ipda Iwan Hadi Siswanto, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin. Menurutnya, di tengah pandemi Covid-19, pemerintah membebaskan seluruh denda pajak kendaraan bermotor. ’’Kalau sekarang waktunya bayar pajak, boleh tidak dibayar dulu. Tidak ada denda kok,’’ ungkapnya.

Meski terlambat, tetapi Samsat memberikan proses jalan lain. Yakni, dengan membayar secara online. Namun, pengesahan akan dilakukan saat kondisi sudah kembali normal. ’’Online, bisa lewat berbagai aplikasi. Dan itu sudah bisa dilakukan resmi,’’ tandasnya.

Pun demikian dengan pajak kendaraan lima tahunan. Kata Iwan, proses ini juga bisa dilakukan pembayaran online.

Baca Juga :  Calon Jamaah Haji Berada di Antara Panggilan dan Kekhawatiran

Ia menjamin, kendaraan yang telat bayar pajak selama masa pandemi, tidak akan ditilang oleh aparat kepolisian. Karena, di situasi ini, semua sudah bersepakat memberikan kelonggaran ke masyarakat.

Dengan dibukanya pembayaran pajak secara online, Iwan juga membatasi pembayaran melalui Samsat. Namun, dilakukan pembatasan jam buka. Setiap hari, pelayanan akan ditutup hingga pukul 11.00 siang. ’’Setiap jam 10.00, kami mengajak seluruh wajib pajak keluar kantor Samsat dan berjemur di luar,’’ jelas dia.

- Advertisement -

Pembatasan pelayanan juga terjadi di samsat keliling. Sejak sepekan lalu, pelayanan samsat keliling sudah ditutup. Semua kendaraan yang semula nge-pos di sejumlah lokasi akan dipindahkan ke kantor Samsat.

Relaksasi pajak juga menimpa perpanjangan dan pembuatan SIM. Baginya, masyarakat tak perlu khawatir jika memiliki SIM dengan masa berlakunya habis saat Satpas ditutup. Sejak akhir 31 Maret, Satpas Polres Mojokerto telah ditutup total. Tak ada pelayanan apapun. ’’Tidak akan mengulang dari nol. Nanti tetap akan bisa diperpanjang,’’ tandasnya. Iwan menceritakan, rencananya Satpas akan dibuka kembali Rabu (8/4).

Baca Juga :  Dua Pekan, Tembus 1.000 Wajib Pajak

Dengan berbagai kelonggaran yang diberikan, Iwan mengimbau masyarakat dapat tetap menerapkan physical distancing untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona Covid-19. ’’Jangan keluar rumah jika memang tidak dalam kondisi sangat penting. Ini wujud Polri sangat memahami situasi. Saat ini, ada keterbatasan ruang gerak masyarakat, karena juga harus melaksanakan kegiatan-kegiatan yang disarankan beraktivitas di rumah. Dan Polri memahami situasi perekonomian di saat ini,’’ pungkas dia. t-weight:normal’>(hin

Artikel Terkait

Most Read

Pelanggar Ogah Ambil KTP dan HP

Inspektorat Usut Oknum APIP Nakal

Orang Tua Ogah Datangi Posyandu

Artikel Terbaru


/