alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Jatim Antisipasi Dini Ancaman B117

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Perkembangan varian baru virus korona hasil mutasi, B117, tak luput dari perhatian Pemprov Jatim. Meski belum ditemukan, tetapi sejumlah sampel terus dicek guna memastikan keberadaan varian baru virus dari Inggris itu. Bahkan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sudah menyiapkan dua laboratorium khusus yang akan melakukan sequencing mendeteksi keberadaan mutasi korona B117. Sehingga persebaran virus tersebut di Jatim bisa diantisipasi sedini mungkin.

’’Sebenarnya Balitbangkes di Surabaya dan di ITD (Institute of Tropical Disease) di Unair sudah memungkinkan untuk melakukan sequencing dari sampel yang kemungkinan bisa diidentifikasi siapa pulang dari mana, siapa pulang dari mana,’’ terang Khofifah usai menghadiri sertijab Bupati dan Wabup Mojokerto di gedung DPRD Kabupaten Mojokerto. Khofifah sendiri juga sudah menginstruksikan kepada Satgas Covid-19 Jatim untuk melakukan sampling terhadap warga yang teridentifikasi berasal dari daerah mutasi strain B117.

Baca Juga :  Sejak November, Virus B117 Masuk Mojokerto

Sampling ini kemudian diuji apakah terkonfirmasi adanya varian baru virus atau tidak. Dengan cara sequencing atau proses mengurutkan RNA (ribonucleic acid) virus untuk mengetahui susunan aslinya. Jika memang ditemukan mutasi di Jatim, maka bisa langsung dideteksi dan disampaikan ke masyarakat. ’’Ya harus disampling. Semua sebetulnya terkontrol dan kami sedang berusaha. Ini kan (sequencing) masih tersentral di Jakarta,’’ tambahnya.

Proses sampling dalam mengantisipasi munculnya mutasi varian baru virus B117 di Jatim sendiri sebenarnya sudah dilakukan. Bahkan, 76 sampel sudah dikirim ke Puslabkes di Jakarta bersamaan dengan beberapa daerah sampel dari daerah lain di Jawa. Namun hingga kemarin belum satu pun yang menunjukkan konfirmasi keberadaan virus korona B117. Sehingga Jatim masih dikategorikan aman dari persebaran virus B117 yang bermutasi ke Indonesia. ’’Alhamdulillah konfirmasi sampai dengan pagi ini (kemarin, Red), saya tanya sampel yang dari Jawa Timur tidak ditemukan mutasi B117 seperti informasi yang ditemukan di Karawang Jawa Barat,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Akhir Pekan, Tembus Tiga Ribu Penumpang

Mantan Menteri Sosial ini juga menuturkan,risiko penularan Covid-19 di Jatim kini semakin berkurang. Bahkan sejak Selasa (2/3), sudah ada 16 kabupaten/kota yang masuk zona kuning. Termasuk Kabupaten Mojokerto yang kini tingkat risikonya setara dengan 42 persen. Artinya, risiko penularannya sudah rendah pasca diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang berjalan sejak Februari lalu. ’’Sisanya risiko sedang atau zona oranye,’’ pungkasnya. 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Perkembangan varian baru virus korona hasil mutasi, B117, tak luput dari perhatian Pemprov Jatim. Meski belum ditemukan, tetapi sejumlah sampel terus dicek guna memastikan keberadaan varian baru virus dari Inggris itu. Bahkan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sudah menyiapkan dua laboratorium khusus yang akan melakukan sequencing mendeteksi keberadaan mutasi korona B117. Sehingga persebaran virus tersebut di Jatim bisa diantisipasi sedini mungkin.

’’Sebenarnya Balitbangkes di Surabaya dan di ITD (Institute of Tropical Disease) di Unair sudah memungkinkan untuk melakukan sequencing dari sampel yang kemungkinan bisa diidentifikasi siapa pulang dari mana, siapa pulang dari mana,’’ terang Khofifah usai menghadiri sertijab Bupati dan Wabup Mojokerto di gedung DPRD Kabupaten Mojokerto. Khofifah sendiri juga sudah menginstruksikan kepada Satgas Covid-19 Jatim untuk melakukan sampling terhadap warga yang teridentifikasi berasal dari daerah mutasi strain B117.

Baca Juga :  Sekadar Dugaan, Dinkes Harap Warga Tak Panik

Sampling ini kemudian diuji apakah terkonfirmasi adanya varian baru virus atau tidak. Dengan cara sequencing atau proses mengurutkan RNA (ribonucleic acid) virus untuk mengetahui susunan aslinya. Jika memang ditemukan mutasi di Jatim, maka bisa langsung dideteksi dan disampaikan ke masyarakat. ’’Ya harus disampling. Semua sebetulnya terkontrol dan kami sedang berusaha. Ini kan (sequencing) masih tersentral di Jakarta,’’ tambahnya.

Proses sampling dalam mengantisipasi munculnya mutasi varian baru virus B117 di Jatim sendiri sebenarnya sudah dilakukan. Bahkan, 76 sampel sudah dikirim ke Puslabkes di Jakarta bersamaan dengan beberapa daerah sampel dari daerah lain di Jawa. Namun hingga kemarin belum satu pun yang menunjukkan konfirmasi keberadaan virus korona B117. Sehingga Jatim masih dikategorikan aman dari persebaran virus B117 yang bermutasi ke Indonesia. ’’Alhamdulillah konfirmasi sampai dengan pagi ini (kemarin, Red), saya tanya sampel yang dari Jawa Timur tidak ditemukan mutasi B117 seperti informasi yang ditemukan di Karawang Jawa Barat,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Akhir Pekan, Tembus Tiga Ribu Penumpang

Mantan Menteri Sosial ini juga menuturkan,risiko penularan Covid-19 di Jatim kini semakin berkurang. Bahkan sejak Selasa (2/3), sudah ada 16 kabupaten/kota yang masuk zona kuning. Termasuk Kabupaten Mojokerto yang kini tingkat risikonya setara dengan 42 persen. Artinya, risiko penularannya sudah rendah pasca diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang berjalan sejak Februari lalu. ’’Sisanya risiko sedang atau zona oranye,’’ pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Dua Pemilik eKTP Palsu Kabur

Dari Pemain Sepak Bola Menuju Paralimpiade

Penolakan Pabrik Minol Makin Ramai

Artikel Terbaru


/