alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Jam Pelajaran Sekolah Tatap Muka akan Diperpanjang

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto melakukan evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) setelah sepekan berjalan. Rencananya, pelaksanaan pembelajaran akan mulai ditambah secara bertahap mulai minggu depan.

Kepala Dinas P dan K Kota Mojokerto Amin Wachid mengatakan, sejak digulirkan per 1 Maret lalu, PTM di 82 lembaga jenjang SD dan SMP negeri/swasta berjalan relatif lancar. Menurutnya, dari total 20.946 siswa yang mengikuti pembelajaran di dalam kelas, tidak ada laporan adanya kasus Covid-19 di lingkungan sekolah. ’’Alhamdulillah belum ditemukan kasus, pembelajaran juga tidak ada kendala,’’ ujarnya, Jumat (5/3).

Kendati demikian, pihaknya mengaku tetap melakukan evaluasi selama berjalannya PTM. Khususnya terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes). Pihaknya meminta lembaga sekolah untuk mempertahankan sekaligus memastikan fungsi sarana dan prasarana prokes. Pun demikian bagi peserta didik yang diminta untuk tetap menerapkan 5M.

Sebab, kata Amin, dibukanya sekolah di masa pandemi ini bertujuan membiasakan warga sekolah menjalani kegiatan belajar mengajar dengan tatanan normal baru. Yakni, dengan menerapkan prokes sejak berangkat ke sekolah hingga siswa dan guru kembali pulang ke rumah. ’’Tujuan utamanya adalah pembiasaan,’’ paparnya.

Baca Juga :  Diperiksa KPK, Novi Rahardjo Acungkan Jempol

Dalam sepekan terakhir, Dinas P dan K telah melakukan evaluasi PTM sebanyak dua kali. Masing-masing pada hari Selasa (2/3) dan Jumat (5/3). Menurutnya, langkah itu dilakukan untuk meninjau digelarnya pembelajaran klasikal.

Hasilnya, sebagian guru sekolah swasta yang sebelumnya belum mendapat vaksinasi, sejak 3-5 Maret ini telah terakomodir oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2K B) Kota Mojokerto. Dengan begitu, seluruh pendidik jenjang dasar dan menengah telah mendapat vaksin Covid-19 dosis pertama. ’’Termasuk guru TK mulai hari ini juga mendapat vaksin. Meskipun masuknya di tahun ajaran baru Juli nanti,’’ bebernya.

Dengan tuntasnya vaksinasi itu, maka jumlah lembaga yang menggelar tatap muka juga berpeluang bertambah. Di sisi lain, Dinas P dan K juga berencana menambah porsi jam pembelajaran maupun intensitas PTM secara bertahap mulai minggu depan.

Baca Juga :  Sekolah Tatap Muka di Kota Segera Mulai

Pria yang juga menjabat Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerrto ini menyebut, bagi jenjang SD yang sebelumnya hanya dibatasi dua jam akan ditambah 30 menit menjadi 2,5 jam. Pun demikian bagi siswa yang minggu ini dibatasi dua kali bertatap muka di sekolah, mulai Senin (8/3) diperbolehkan untuk menambah satu kali pertemuan. ’’Kan ada yang masuk Selasa dan Kamis. Jadi, yang minggu ini hanya masuk dua kali, minggu depan bisa masuk tiga kali dalam seminggu,’’ sebut Amin.

Pihaknya mengaku bakal kembali mengevaluasi secara rutin pada pekan kedua PTM nanti. Jika peta risiko persebaran Covid-19 di Kota Mojokerto terus melandai serta tingkat disiplin prokes warga sekolah diterapkan, seluruh siswa bisa masuk setiap hari.

Dengan catatan, sekolah tetap menerapkan sistem sif dengan maksimal memasukkan separo dari kapasitas seluruh peserta didik. ’’Kami akan terus melakukan evaluasi seminggu dua kali. Mudah-mudahan pembelajaran bisa terus berjalan dengan aman selama protokol kesehatan diterapkan,’’ pungkasnya. 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto melakukan evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) setelah sepekan berjalan. Rencananya, pelaksanaan pembelajaran akan mulai ditambah secara bertahap mulai minggu depan.

Kepala Dinas P dan K Kota Mojokerto Amin Wachid mengatakan, sejak digulirkan per 1 Maret lalu, PTM di 82 lembaga jenjang SD dan SMP negeri/swasta berjalan relatif lancar. Menurutnya, dari total 20.946 siswa yang mengikuti pembelajaran di dalam kelas, tidak ada laporan adanya kasus Covid-19 di lingkungan sekolah. ’’Alhamdulillah belum ditemukan kasus, pembelajaran juga tidak ada kendala,’’ ujarnya, Jumat (5/3).

Kendati demikian, pihaknya mengaku tetap melakukan evaluasi selama berjalannya PTM. Khususnya terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes). Pihaknya meminta lembaga sekolah untuk mempertahankan sekaligus memastikan fungsi sarana dan prasarana prokes. Pun demikian bagi peserta didik yang diminta untuk tetap menerapkan 5M.

Sebab, kata Amin, dibukanya sekolah di masa pandemi ini bertujuan membiasakan warga sekolah menjalani kegiatan belajar mengajar dengan tatanan normal baru. Yakni, dengan menerapkan prokes sejak berangkat ke sekolah hingga siswa dan guru kembali pulang ke rumah. ’’Tujuan utamanya adalah pembiasaan,’’ paparnya.

Baca Juga :  Jelang Ramadan Stok Bawang Putih Menipis, Harga Jual Naik Drastis

Dalam sepekan terakhir, Dinas P dan K telah melakukan evaluasi PTM sebanyak dua kali. Masing-masing pada hari Selasa (2/3) dan Jumat (5/3). Menurutnya, langkah itu dilakukan untuk meninjau digelarnya pembelajaran klasikal.

Hasilnya, sebagian guru sekolah swasta yang sebelumnya belum mendapat vaksinasi, sejak 3-5 Maret ini telah terakomodir oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2K B) Kota Mojokerto. Dengan begitu, seluruh pendidik jenjang dasar dan menengah telah mendapat vaksin Covid-19 dosis pertama. ’’Termasuk guru TK mulai hari ini juga mendapat vaksin. Meskipun masuknya di tahun ajaran baru Juli nanti,’’ bebernya.

- Advertisement -

Dengan tuntasnya vaksinasi itu, maka jumlah lembaga yang menggelar tatap muka juga berpeluang bertambah. Di sisi lain, Dinas P dan K juga berencana menambah porsi jam pembelajaran maupun intensitas PTM secara bertahap mulai minggu depan.

Baca Juga :  Pendataan Vaksinasi Anak Tunggu Juknis

Pria yang juga menjabat Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerrto ini menyebut, bagi jenjang SD yang sebelumnya hanya dibatasi dua jam akan ditambah 30 menit menjadi 2,5 jam. Pun demikian bagi siswa yang minggu ini dibatasi dua kali bertatap muka di sekolah, mulai Senin (8/3) diperbolehkan untuk menambah satu kali pertemuan. ’’Kan ada yang masuk Selasa dan Kamis. Jadi, yang minggu ini hanya masuk dua kali, minggu depan bisa masuk tiga kali dalam seminggu,’’ sebut Amin.

Pihaknya mengaku bakal kembali mengevaluasi secara rutin pada pekan kedua PTM nanti. Jika peta risiko persebaran Covid-19 di Kota Mojokerto terus melandai serta tingkat disiplin prokes warga sekolah diterapkan, seluruh siswa bisa masuk setiap hari.

Dengan catatan, sekolah tetap menerapkan sistem sif dengan maksimal memasukkan separo dari kapasitas seluruh peserta didik. ’’Kami akan terus melakukan evaluasi seminggu dua kali. Mudah-mudahan pembelajaran bisa terus berjalan dengan aman selama protokol kesehatan diterapkan,’’ pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Penghasut Itu Bernama Iblis dan Setan

Pandemi, Jumlah Kematian Bumil Naik

Dua Srikandi Pimpin Dewan

Artikel Terbaru


/