alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

Sudah 12 Ton Diangkut, Gunungan Sampah di Tanggul Sungai Brangkal

MOJOKERTO – Gunungan sampah yang menahun di tanggul Sungai Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto akhirnya disikapi. Proses pembersihan dilakukan menggunakan bakhoe atau alat berat.

Dibantu unsur TNI, Polri, Muspika Sooko, pemerintah desa, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto, mereka membersihkan tanggul yang diduga telah terkontaminasi sampah. Baik sampah rumah tangga atau popok bayi yang dibuang. Pembersihan juga dilakukan di sepanjang tanggul sungai dengan membersihkan semak belukar.

“Sebenarnya bersih-bersih sampah ini tidak pertama kali. Hanya saja, kesadaran masyarakat dalam membuang sampah sembarangan masih rendah,” kata Camat Sooko,  Masluchman, saat di lokasi Rabu (6/3).

Buktinya, lanjut Masluchman, sampah-sampah yang sebelumnya sudah dibersihkan namun kembali menumpuk di tanggul sungai. Sehingga kondisi itu dinilai meresahkan karena mengganggu lingkungan dan berpotensi menjadi sumber penyakit.

Baca Juga :  Telusuri Dugaan Keterlibatan SPBU dalam Kasus Penimbunan BBM

Pemerintah harus menerjunkan backhoe untuk membersihkan dari tanggul sungai ke bak truk pengankut sampah. Tumpukan sampah didominasi plastik dan popok bayi ini kondisinya sudah padat akibat telah mengendap selama sekitar 2-3 tahunan.

“Sudah ada enam bak truk dengan volume 6 kibik truk colt disel yang dimuat. Kalau diperkirakan ada sekitar 12 ton sampah yang diangkut. Itupun, bisa lebih karena sampahnya sudah padat,” terangnya.

MOJOKERTO – Gunungan sampah yang menahun di tanggul Sungai Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto akhirnya disikapi. Proses pembersihan dilakukan menggunakan bakhoe atau alat berat.

Dibantu unsur TNI, Polri, Muspika Sooko, pemerintah desa, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto, mereka membersihkan tanggul yang diduga telah terkontaminasi sampah. Baik sampah rumah tangga atau popok bayi yang dibuang. Pembersihan juga dilakukan di sepanjang tanggul sungai dengan membersihkan semak belukar.

“Sebenarnya bersih-bersih sampah ini tidak pertama kali. Hanya saja, kesadaran masyarakat dalam membuang sampah sembarangan masih rendah,” kata Camat Sooko,  Masluchman, saat di lokasi Rabu (6/3).

Buktinya, lanjut Masluchman, sampah-sampah yang sebelumnya sudah dibersihkan namun kembali menumpuk di tanggul sungai. Sehingga kondisi itu dinilai meresahkan karena mengganggu lingkungan dan berpotensi menjadi sumber penyakit.

Baca Juga :  Diduga Dibunuh, Mr X Dibuang di Areal Persawahan

Pemerintah harus menerjunkan backhoe untuk membersihkan dari tanggul sungai ke bak truk pengankut sampah. Tumpukan sampah didominasi plastik dan popok bayi ini kondisinya sudah padat akibat telah mengendap selama sekitar 2-3 tahunan.

“Sudah ada enam bak truk dengan volume 6 kibik truk colt disel yang dimuat. Kalau diperkirakan ada sekitar 12 ton sampah yang diangkut. Itupun, bisa lebih karena sampahnya sudah padat,” terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/