alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Longsor di Trawas, 45 Kepala Keluarga Dalam Satu Dusun Terisolir

MOJOKERTO – Hujan lebat dengan durasi waktu lebih dari empat jam mengakibatkan longsor di Dusun Sukorame, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Selasa (5/2). Material longsor berupa tanah dan bebatuan itu menutup jalan sepanjang 50 meter dengan ketinggian sekitar tiga meter.

Akibatnya, sekitar 45 kepala keluarga dalam satu dusun ini terisolir. Hal itu lantaran material longsoran menutup satu-satunya akses jalan warga setempat. ”Penyebab terjadinya longsor karena hujan lebat mengguyur wilayah tersebut dari pukul 13.00 hingga pukul 17.20 WIB,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Mochamad Zaini, tadi malam.

Beberapa relawan dan tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mojokerto sudah melakukan pengecekan dengan mendatangi lokasi. ”Sementara ini, material-material longsor belum bisa dievakuasi,” imbuhnya. Hal itu itu disebabkan karena kondisi medan dan cuaca yang tidak memungkinkan.

Baca Juga :  Lahan Pertanian di Kota Terus Mengalami Penyusutan

Selain itu, normalisasi material longsor juga membutuhkan alat berat. Untuk sementara ini BPBD sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait termasuk perangkat desa setempat untuk melakukan evakuasi material longsor. ”Hasil koordinasi dengan kades dan babinsa, besok pagi (hari ini, Red) baru dilakukan pembersihan,”  jelasnya. (sad)

MOJOKERTO – Hujan lebat dengan durasi waktu lebih dari empat jam mengakibatkan longsor di Dusun Sukorame, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Selasa (5/2). Material longsor berupa tanah dan bebatuan itu menutup jalan sepanjang 50 meter dengan ketinggian sekitar tiga meter.

Akibatnya, sekitar 45 kepala keluarga dalam satu dusun ini terisolir. Hal itu lantaran material longsoran menutup satu-satunya akses jalan warga setempat. ”Penyebab terjadinya longsor karena hujan lebat mengguyur wilayah tersebut dari pukul 13.00 hingga pukul 17.20 WIB,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Mochamad Zaini, tadi malam.

Beberapa relawan dan tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mojokerto sudah melakukan pengecekan dengan mendatangi lokasi. ”Sementara ini, material-material longsor belum bisa dievakuasi,” imbuhnya. Hal itu itu disebabkan karena kondisi medan dan cuaca yang tidak memungkinkan.

Baca Juga :  Hemm, di Mojokerto Ada 3.142 Janda Baru

Selain itu, normalisasi material longsor juga membutuhkan alat berat. Untuk sementara ini BPBD sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait termasuk perangkat desa setempat untuk melakukan evakuasi material longsor. ”Hasil koordinasi dengan kades dan babinsa, besok pagi (hari ini, Red) baru dilakukan pembersihan,”  jelasnya. (sad)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/