alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Berada di Cekungan, Kota Mojokerto Rawan Banjir

WALI Kota Ika Puspitasari menyebutkan jika wilayah Kota Mojokerto masuk dalam kategori daerah rawan terjadi bencana. Untuk itu, pemkot meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi berbagai ancaman bencana.

Ning Ita, sapaan akrab wali kota, menyatakan, kewaspadaan itu menyusul terjadinya cuaca ekstrem yang melanda Kota Mojokerto belakangan ini. ’’Kondisi saat ini memang rawan bencana apa pun,’’ terangnya.

Salah satu yang patut diwaspadai adalah hujan deras disertai angin kencang yang beberapa hari terakhir melanda sejumlah wilayah di Kota Onde-Onde. Seperti yang terjadi Minggu (5/1), sapuan angin kencang menerpa wilayah Kecamatan Magersari. ’’Angin itu kecenderungannya pada daerah yang tidak ada bangunan. khususnya angin puting beliung,’’ paparnya.

Baca Juga :  Ning Ita Panen Jagung

Selain itu, pemkot juga mengantisipasi terjadinya banjir. Sebab, kata dia, secara topografi, Kota Mojokerto masuk dalam kategori wilayah cekungan. Terlebih, kota yang memiliki tiga kecamatan ini hampir dikelilingi oleh sungai-sungai besar.

Sehingga, kondisi tersebut membuat Kota Mojokerto berpotensi dilanda banjir maupun genangan. Khususnya dalam memasuki musim hujan seperti saat ini. ’’Artinya, yang namanya cekungan, air itu pasti akan mengalir ke daerah yang lebih rendah,’’ tandasnya.

WALI Kota Ika Puspitasari menyebutkan jika wilayah Kota Mojokerto masuk dalam kategori daerah rawan terjadi bencana. Untuk itu, pemkot meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi berbagai ancaman bencana.

Ning Ita, sapaan akrab wali kota, menyatakan, kewaspadaan itu menyusul terjadinya cuaca ekstrem yang melanda Kota Mojokerto belakangan ini. ’’Kondisi saat ini memang rawan bencana apa pun,’’ terangnya.

Salah satu yang patut diwaspadai adalah hujan deras disertai angin kencang yang beberapa hari terakhir melanda sejumlah wilayah di Kota Onde-Onde. Seperti yang terjadi Minggu (5/1), sapuan angin kencang menerpa wilayah Kecamatan Magersari. ’’Angin itu kecenderungannya pada daerah yang tidak ada bangunan. khususnya angin puting beliung,’’ paparnya.

Baca Juga :  Ning Ita Panen Jagung

Selain itu, pemkot juga mengantisipasi terjadinya banjir. Sebab, kata dia, secara topografi, Kota Mojokerto masuk dalam kategori wilayah cekungan. Terlebih, kota yang memiliki tiga kecamatan ini hampir dikelilingi oleh sungai-sungai besar.

Sehingga, kondisi tersebut membuat Kota Mojokerto berpotensi dilanda banjir maupun genangan. Khususnya dalam memasuki musim hujan seperti saat ini. ’’Artinya, yang namanya cekungan, air itu pasti akan mengalir ke daerah yang lebih rendah,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/