alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Ikhlas Mengabdi, Ribuan Guru Madrasah tanpa Tunjangan Sertifikasi

MOJOKERTO – Kesejahteraan guru madrasah di Kabupaten Mojokerto masih terbilang rendah. Maklum, masih banyak guru di bawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto yang hingga kini belum bersertifikasi.

Akibatnya, mereka belum menerima tunjangan kerja. Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kabupaten Mojokerto Zainut Tamam mengakui hal itu. Dari sebanyak 4.519 guru madrasah di Kabupaten Mojokerto, guru yang belum sertifikasi masih tersisa 2.232 orang.

Antara lain, guru RA 492 orang, guru MI 893 orang, guru MTs 523 orang, dan guru MA 324 orang. Sedangkan yang sudah bersertifikasi terdapat 2.287 guru. Masing-masing guru RA 267 orang, guru MI 1.201 orang, guru MTs 511 orang, dan guru MA 308 orang.

Baca Juga :  Kunci Indonesia Maju Tergantung Kualitas SDM Kelas Menengah

”Kalau dilihat, memang lebih banyak yang sudah sertifikasi,’’ katanya Sabtu (5/1). Tamam menyakinkan, Kemenag sudah membantu secara maksimal bagi guru yang belum bersertifikasi. Seperti dengan melakukan pendataan dan pengajuan setiap tahun kepada Kemenag pusat.

Akan tetapi, lanjut Tamam, memang ada faktor paling mendasar mengapa masih banyak guru madrasah yang hingga saat ini belum bersertifikasi. Salah satunya adalah kuota sertifikasi nasional setiap tahun terbilang sangat terbatas.

Tahun 2018 lalu misalnya, guru Madrasah di Kabupaten Mojokerto yang mengikuti seleksi hanya 36 orang. ”Memang, kuotanya setiap tahun sedikit. Kami ikuti saja,’’ terangnya. Dia tidak memungkiri ada efek negatif jika guru belum bersertifikasi. Imbasnya mereka tidak akan menerima tunjangan kinerja.

Baca Juga :  Jelang Nataru, Penumpang KA Dibatasi

”Karena memang syaratnya jika ingin mendapatkan tunjangan ya harus sertifikasi dulu,’’ jelasnya. Dia berharap, ke depan, Kemenag akan terus berupaya mendorong guru madrasah secepatnya bersertifikasi. ”Sehingga nanti para guru-guru bisa sejahtera,’’ pungkasnya. 

Sekadar diketahui, saat ini jumlah semua guru madrasah di Kabupaten Mojokerto mencapai 4.519 orang. Perinciannya, guru RA 759 orang, guru MI 2.094 orang, guru MTs 1.034 orang, dan guru MA 632 orang. (ras)

 

MOJOKERTO – Kesejahteraan guru madrasah di Kabupaten Mojokerto masih terbilang rendah. Maklum, masih banyak guru di bawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto yang hingga kini belum bersertifikasi.

Akibatnya, mereka belum menerima tunjangan kerja. Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kabupaten Mojokerto Zainut Tamam mengakui hal itu. Dari sebanyak 4.519 guru madrasah di Kabupaten Mojokerto, guru yang belum sertifikasi masih tersisa 2.232 orang.

Antara lain, guru RA 492 orang, guru MI 893 orang, guru MTs 523 orang, dan guru MA 324 orang. Sedangkan yang sudah bersertifikasi terdapat 2.287 guru. Masing-masing guru RA 267 orang, guru MI 1.201 orang, guru MTs 511 orang, dan guru MA 308 orang.

Baca Juga :  Polisi Terjunkan Anjing K9

”Kalau dilihat, memang lebih banyak yang sudah sertifikasi,’’ katanya Sabtu (5/1). Tamam menyakinkan, Kemenag sudah membantu secara maksimal bagi guru yang belum bersertifikasi. Seperti dengan melakukan pendataan dan pengajuan setiap tahun kepada Kemenag pusat.

Akan tetapi, lanjut Tamam, memang ada faktor paling mendasar mengapa masih banyak guru madrasah yang hingga saat ini belum bersertifikasi. Salah satunya adalah kuota sertifikasi nasional setiap tahun terbilang sangat terbatas.

Tahun 2018 lalu misalnya, guru Madrasah di Kabupaten Mojokerto yang mengikuti seleksi hanya 36 orang. ”Memang, kuotanya setiap tahun sedikit. Kami ikuti saja,’’ terangnya. Dia tidak memungkiri ada efek negatif jika guru belum bersertifikasi. Imbasnya mereka tidak akan menerima tunjangan kinerja.

Baca Juga :  Waspadai TBC pada Anak
- Advertisement -

”Karena memang syaratnya jika ingin mendapatkan tunjangan ya harus sertifikasi dulu,’’ jelasnya. Dia berharap, ke depan, Kemenag akan terus berupaya mendorong guru madrasah secepatnya bersertifikasi. ”Sehingga nanti para guru-guru bisa sejahtera,’’ pungkasnya. 

Sekadar diketahui, saat ini jumlah semua guru madrasah di Kabupaten Mojokerto mencapai 4.519 orang. Perinciannya, guru RA 759 orang, guru MI 2.094 orang, guru MTs 1.034 orang, dan guru MA 632 orang. (ras)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/