alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Warga Klanting Tidur di Jalan

DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kali Lamong di Dusun Klanting, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, meluap lagi, tadi malam sekitar pukul 21.00. Luapan mulai merendam empat rumah di sekitar jembatan. Warga berusaha mengevakuasi perabotan.

Mulyani, warga setempat mengatakan, peningkatan permukaan air mulai terjadi setelah isya. Aliran sungai yang mulanya menggenangi jembatan Dusun Klanting mulai meluas hingga masuk ke permukiman warga. ’’Sekarang ada empat rumah yang kebanjiran. Warga tidak mengungsi. Tapi barang-barangnya dipindah,’’ katanya.

Warga yang terdampak banjir untuk sementara waktu berkumpul di permukaan tanah yang lebih tinggi, yakni badan jalan. Mereka membuat tenda untuk bermalam. ’’Kira-kira tidur di jalan. Bikin tenda dan ada yang tidur di teras tetangga,’’ kata Edi Wibowo, warga lainnya.

Dia dan warga yang berada di lokasi telah memindahkan barang-barang berharga dari dalam rumah. Menurutnya, ketinggian air hampir menyentuh lutut orang dewasa. ’’Sekitar 30 sentimeter,’’ imbuh Mulyani yang juga anggota Tagana Dinsos Kabupaten Mojokerto tersebut sembari menyebut tren luapan air cenderung naik dan ketinggian banjir terus meningkat.

Baca Juga :  Pasokan Elpiji Jelang Ramadan Dipastikan Aman

Sebelumnya, Kali Lamong di Dusun Klanting, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, meluap Rabu pagi (3/11). Air merendam empat rumah di sekitar jembatan. Tiga rumah di sisi barat jembatan dan satu rumah di sisi timur.

Sementara itu, Luapan aliran sungai di Dusun Sumberdari, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong merusak sejumlah fasilitas umum, Kamis sore (4/11). Jembatan darurat yang menghubungkan antardusun terputus. Selain itu, tiang listrik juga turut ambruk.

Hujan deras yang turun sejak pukul 14.30 membuat debit air sungai naik. Sekitar pukul 17.30, anak Kali Marmoyo itu mulai meluap. Derasnya aliran membuat jembatan bambu ambruk. ”Jembatan daruratnya amblas. Tidak bisa dilewati,’ kata Kades Gunungsari Susanto, kemarin petang.

Kondisi ini membuat akses antardusun terputus. Banjir juga membuat satu tiang listrik ambruk hingga menimpa pohon mengakibatkan aliran listrik sempat terputus. Selain itu, material proyek jembatan baru tersebut juga hanyut terbawa arus. Proyek jembatan itu sudah dikerjakan sekitar 30 persen. Baru sampai pembuatan penahan jembatan dan fondasi bawah. ’’Untuk jalan dan plengsengan sejuh ini masih aman,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Rumah Warga Terancam Longsor

Hingga berita ini diturunkan, banjir belum surut. Hujan deras juga masih mengguyur wilayah utara sungai. Pihaknya mengaku terus bersiaga di sekitar lokasi. Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai sementara diminta mengungsi. Di tempat lain, pemantauan debit Kali Lamong juga terus dilakukan.

Kapolsek Dawarblandong Iptu Agus Sugiharto mengatakan, hingga kemarin petang, kondisi aliran sungai terbilang masih aman. Pemantauan itu dilakukan dengan melihat peningkatan permukaan air di jembatan Dusun Klanting, Desa Pulorejo. Permukaan air, lanjutnya, masih berada di bawah jembatan. ’’Sejauh ini masih aman. Air belum peres dengan jembatan,’’ terangnya.

Kepolisian bersama warga terus melakukan koordinasi terkait pemantauan debit air. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi dan deteksi dini terhadap potensi banjir akibat luapan Kali Lamong. (adi/ron)

DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kali Lamong di Dusun Klanting, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, meluap lagi, tadi malam sekitar pukul 21.00. Luapan mulai merendam empat rumah di sekitar jembatan. Warga berusaha mengevakuasi perabotan.

Mulyani, warga setempat mengatakan, peningkatan permukaan air mulai terjadi setelah isya. Aliran sungai yang mulanya menggenangi jembatan Dusun Klanting mulai meluas hingga masuk ke permukiman warga. ’’Sekarang ada empat rumah yang kebanjiran. Warga tidak mengungsi. Tapi barang-barangnya dipindah,’’ katanya.

Warga yang terdampak banjir untuk sementara waktu berkumpul di permukaan tanah yang lebih tinggi, yakni badan jalan. Mereka membuat tenda untuk bermalam. ’’Kira-kira tidur di jalan. Bikin tenda dan ada yang tidur di teras tetangga,’’ kata Edi Wibowo, warga lainnya.

Dia dan warga yang berada di lokasi telah memindahkan barang-barang berharga dari dalam rumah. Menurutnya, ketinggian air hampir menyentuh lutut orang dewasa. ’’Sekitar 30 sentimeter,’’ imbuh Mulyani yang juga anggota Tagana Dinsos Kabupaten Mojokerto tersebut sembari menyebut tren luapan air cenderung naik dan ketinggian banjir terus meningkat.

Baca Juga :  Guru Mengajar di Depan Bangku Kosong

Sebelumnya, Kali Lamong di Dusun Klanting, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, meluap Rabu pagi (3/11). Air merendam empat rumah di sekitar jembatan. Tiga rumah di sisi barat jembatan dan satu rumah di sisi timur.

Sementara itu, Luapan aliran sungai di Dusun Sumberdari, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong merusak sejumlah fasilitas umum, Kamis sore (4/11). Jembatan darurat yang menghubungkan antardusun terputus. Selain itu, tiang listrik juga turut ambruk.

- Advertisement -

Hujan deras yang turun sejak pukul 14.30 membuat debit air sungai naik. Sekitar pukul 17.30, anak Kali Marmoyo itu mulai meluap. Derasnya aliran membuat jembatan bambu ambruk. ”Jembatan daruratnya amblas. Tidak bisa dilewati,’ kata Kades Gunungsari Susanto, kemarin petang.

Kondisi ini membuat akses antardusun terputus. Banjir juga membuat satu tiang listrik ambruk hingga menimpa pohon mengakibatkan aliran listrik sempat terputus. Selain itu, material proyek jembatan baru tersebut juga hanyut terbawa arus. Proyek jembatan itu sudah dikerjakan sekitar 30 persen. Baru sampai pembuatan penahan jembatan dan fondasi bawah. ’’Untuk jalan dan plengsengan sejuh ini masih aman,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Rumah Warga Terancam Longsor

Hingga berita ini diturunkan, banjir belum surut. Hujan deras juga masih mengguyur wilayah utara sungai. Pihaknya mengaku terus bersiaga di sekitar lokasi. Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai sementara diminta mengungsi. Di tempat lain, pemantauan debit Kali Lamong juga terus dilakukan.

Kapolsek Dawarblandong Iptu Agus Sugiharto mengatakan, hingga kemarin petang, kondisi aliran sungai terbilang masih aman. Pemantauan itu dilakukan dengan melihat peningkatan permukaan air di jembatan Dusun Klanting, Desa Pulorejo. Permukaan air, lanjutnya, masih berada di bawah jembatan. ’’Sejauh ini masih aman. Air belum peres dengan jembatan,’’ terangnya.

Kepolisian bersama warga terus melakukan koordinasi terkait pemantauan debit air. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi dan deteksi dini terhadap potensi banjir akibat luapan Kali Lamong. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/