alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Ribuan Pelajar SMA/SMK Belum Vaksin

SEMENTARA itu, ribuan pelajar SMA/SMK Mojokerto masih belum tersentuh vaksinasi Covid-19. Cakupan vaksinasi di kalangan tersebut hingga kini belum mencapai 90 persen.

Kasi Pendidikan SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Kota Mojokerto Muhammad Suwanto mengatakan, total cakupan per Kamis (4/11) masih berada di angka 81 persen dari jumlah total sasaran. Diketahui, jumlah sasaran di SMA/SMK Mojokerto 28.191 siswa. ’’Masih ada sekitar 5.357 anak yang belum divaksin dosis pertama,’’ ujarnya, kemarin.

Dikatakannya, mayoritas sekolah yang tuntas melakukan vaksinasi dosis pertama merupakan kalangan SMA. Sebab, lanjut dia, vaksinasi pelajar di kalangan SMK terbentur jam pembelajaran praktik. Karena itu, masih banyak yang belum vaksinasi. ’’Ada juga yang memang punya komorbid dan sakit, jadi tertunda. Untuk yang terkendala izin orang tua, alhamdulillah nihil,’’ terang dia.

Baca Juga :  Cum Laude-Difabel Dapat Kuota Rekrutmen CPNS

Lebih lanjut, Suwanto memaparkan, untuk membantu percepatan target cakupan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan nakes setempat. Yakni, melalui dua skema melalui kerjasama dengan Puskesmas atau petugas kesehatan yang hadir langsung ke sekolah. Sehingga, dia memprediksikan akhir bulan ini vaksinasi pelajar SMA/SMK bisa memenuhi target 90 persen. ’’Targetnya akhir bulan ini harus bisa 90 persen, karena halangannya kan juga di jam belajar, bukan karena izin orang tua. Jadi, pasti bisa lebih cepat kalau dimaksimalkan,’’ ulasnya.

Suwanto menambahkan, data siswa yang sudah divaksinasi terus bertambah. Karena vaksinasi dilakukan dari berbagai pihak baik melalui pemerintah maupun pihak swasta. Tentunya, sekolah juga terus memperbarui data siswa yang sudah tervaksin, kemudian direkap dan dilaporkan ke Cabdindik. ’’Makanya dari puskesmas juga kita koordinasikan agar meluangkan waktu selain jam sekolah agar anak yang tertunda ini bisa segera tervaksin. Baik kota maupun kabupaten,’’ pungkasnya. (oce/abi)

Baca Juga :  Dinkes Tunggu Juknis Vaksinasi Siswa SD

 

SEMENTARA itu, ribuan pelajar SMA/SMK Mojokerto masih belum tersentuh vaksinasi Covid-19. Cakupan vaksinasi di kalangan tersebut hingga kini belum mencapai 90 persen.

Kasi Pendidikan SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Kota Mojokerto Muhammad Suwanto mengatakan, total cakupan per Kamis (4/11) masih berada di angka 81 persen dari jumlah total sasaran. Diketahui, jumlah sasaran di SMA/SMK Mojokerto 28.191 siswa. ’’Masih ada sekitar 5.357 anak yang belum divaksin dosis pertama,’’ ujarnya, kemarin.

Dikatakannya, mayoritas sekolah yang tuntas melakukan vaksinasi dosis pertama merupakan kalangan SMA. Sebab, lanjut dia, vaksinasi pelajar di kalangan SMK terbentur jam pembelajaran praktik. Karena itu, masih banyak yang belum vaksinasi. ’’Ada juga yang memang punya komorbid dan sakit, jadi tertunda. Untuk yang terkendala izin orang tua, alhamdulillah nihil,’’ terang dia.

Baca Juga :  Proyek Selasar Rp 1 Miliar di Makam Troloyo Gagal

Lebih lanjut, Suwanto memaparkan, untuk membantu percepatan target cakupan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan nakes setempat. Yakni, melalui dua skema melalui kerjasama dengan Puskesmas atau petugas kesehatan yang hadir langsung ke sekolah. Sehingga, dia memprediksikan akhir bulan ini vaksinasi pelajar SMA/SMK bisa memenuhi target 90 persen. ’’Targetnya akhir bulan ini harus bisa 90 persen, karena halangannya kan juga di jam belajar, bukan karena izin orang tua. Jadi, pasti bisa lebih cepat kalau dimaksimalkan,’’ ulasnya.

Suwanto menambahkan, data siswa yang sudah divaksinasi terus bertambah. Karena vaksinasi dilakukan dari berbagai pihak baik melalui pemerintah maupun pihak swasta. Tentunya, sekolah juga terus memperbarui data siswa yang sudah tervaksin, kemudian direkap dan dilaporkan ke Cabdindik. ’’Makanya dari puskesmas juga kita koordinasikan agar meluangkan waktu selain jam sekolah agar anak yang tertunda ini bisa segera tervaksin. Baik kota maupun kabupaten,’’ pungkasnya. (oce/abi)

Baca Juga :  Madrasah Boleh Pembelajaran Tatap Muka, tapi dengan Syarat

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/