alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Hujan Lebat, Pohon Tumbang dan Jalan Tergenang

Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Mojokerto sekitar pukul 14.00 kemarin menyebabkan pohon tumbang. Masing-masing di Jalan Raya Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, dan Jalan Raya Brawijaya, Kecamatan Pungging.

Tumbangnya dua pohon tersebut memakan badan jalan. Beruntung tak ada pengguna jalan yang melintas. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. ’’Sekitar pukul 14.20 tadi (kemarin) dua pohon sonokembang tumbang. Saat kejadian kecepatan angin sekitar 20 km/jam,’’ ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat, kemarin.

Namun, insiden yang terjadi di jalan Raya Gajah Mada di kawasan Pasar Legi Mojosari menimpa satu warung yang tengah tutup. Akibatnya, atap warung berbahan asbes tersebut rusak. Dibantu sejumlah relawan dan DLH Kabupaten Mojokerto, pihaknya berupaya mengevakuasi pohon tumbang tersebut. ‘’Tidak ada korban, warung hanya mengalami kerusakan ringan di atapnya. Sekarang (kemarin petang) masih kita evakuasi yang di atas atap, karena rantingnya terlilit kabel PLN,’’ katanya.

Baca Juga :  Bupati Ajak Masyarakat Vaksin dan Serahkan Dana Hibah untuk Masjid

Selain pohon tumbang, Sungai Sumberwaru, Kecamatan Ngoro, meluap kemarin. Akibatnya, air luapan dengan tinggi sekitar 20 sentimeter (cm) menggenangi Jalan Raya Mojokerto-Gempol. Banjir luapan tersebut menggenangi dua desa. Yakni wilayah Dusun Sumberwaru, Desa Kembangsri, dan Dusun Ngetrep, Desa Sedati, Kecamatan Ngoro.

’’Kemungkinan besar karena tingginya kiriman debit air dari wilayah NIP. Selain itu, ada penyempitan lebar dan belokan sungai di sekitar jembatan,’’ ungkap Djoko.

Ditambahkannya, luapan tersebut tak berlangsung lama. Sebab, ketika debit air kembali normal, air yang menggenangi jalan langsung surut. ’’Sekitar satu sampai dua jam setelah hujan reda, sudah mulai surut dan normal lagi. Itu sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu,’’ imbuhnya.

Sekitar 1 kilometer jalan penghubung Mojokerto-Pasuruan itu terendam. Akibatnya sejumlah pengguna jalan memilih memutar balik dan melintas di Jalan Raya Desa Ngoro sekitar NIP. ’’Jalan mulai tergenang air sekitar pukul 15.00, tadi banyak pengguna jalan yang cari jalan lain. Hampir tiap tahun seperti ini kalau hujan deras,’’ sebut Kades Sedati M Alwi.

Baca Juga :  Cabdindik Bakal Jemput Bola

Terkait tingginya curah hujan yang mengguyur Mojokerto, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat menegaskan, BPBD beberapa kali sudah minta surat edaran kepada Pemprov Jatim kaiatnnya kondisi cuaca ekstrem di musim peralihan ini. Surat itu sebagai acuan pihaknya menerbitkan SK status siaga darurat bencana di Kabupaten Mojokerto.

’’Sampai sekarang memang belum ada acuannya buat status (siaga darurat) untuk daerah. Pemprov Jatim belum membuat surat edaran ke semua kota dan kabupaten se-Jatim. Katanya masih diproses di sekda. Tapi kami akan bersurat dan minta BMKG juga sebagai acuan kami mentukan status siaga di Mojokerto,’’ paparnya. (vad/ori/abi)

 

Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Mojokerto sekitar pukul 14.00 kemarin menyebabkan pohon tumbang. Masing-masing di Jalan Raya Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, dan Jalan Raya Brawijaya, Kecamatan Pungging.

Tumbangnya dua pohon tersebut memakan badan jalan. Beruntung tak ada pengguna jalan yang melintas. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. ’’Sekitar pukul 14.20 tadi (kemarin) dua pohon sonokembang tumbang. Saat kejadian kecepatan angin sekitar 20 km/jam,’’ ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat, kemarin.

Namun, insiden yang terjadi di jalan Raya Gajah Mada di kawasan Pasar Legi Mojosari menimpa satu warung yang tengah tutup. Akibatnya, atap warung berbahan asbes tersebut rusak. Dibantu sejumlah relawan dan DLH Kabupaten Mojokerto, pihaknya berupaya mengevakuasi pohon tumbang tersebut. ‘’Tidak ada korban, warung hanya mengalami kerusakan ringan di atapnya. Sekarang (kemarin petang) masih kita evakuasi yang di atas atap, karena rantingnya terlilit kabel PLN,’’ katanya.

Baca Juga :  Tinjau Posko PPKM Mikro dan Vaksinasi di Dawarblandong

Selain pohon tumbang, Sungai Sumberwaru, Kecamatan Ngoro, meluap kemarin. Akibatnya, air luapan dengan tinggi sekitar 20 sentimeter (cm) menggenangi Jalan Raya Mojokerto-Gempol. Banjir luapan tersebut menggenangi dua desa. Yakni wilayah Dusun Sumberwaru, Desa Kembangsri, dan Dusun Ngetrep, Desa Sedati, Kecamatan Ngoro.

’’Kemungkinan besar karena tingginya kiriman debit air dari wilayah NIP. Selain itu, ada penyempitan lebar dan belokan sungai di sekitar jembatan,’’ ungkap Djoko.

Ditambahkannya, luapan tersebut tak berlangsung lama. Sebab, ketika debit air kembali normal, air yang menggenangi jalan langsung surut. ’’Sekitar satu sampai dua jam setelah hujan reda, sudah mulai surut dan normal lagi. Itu sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu,’’ imbuhnya.

- Advertisement -

Sekitar 1 kilometer jalan penghubung Mojokerto-Pasuruan itu terendam. Akibatnya sejumlah pengguna jalan memilih memutar balik dan melintas di Jalan Raya Desa Ngoro sekitar NIP. ’’Jalan mulai tergenang air sekitar pukul 15.00, tadi banyak pengguna jalan yang cari jalan lain. Hampir tiap tahun seperti ini kalau hujan deras,’’ sebut Kades Sedati M Alwi.

Baca Juga :  Plafon Puskesmas Ambrol, Pasien Berlindung di Bawah Bed

Terkait tingginya curah hujan yang mengguyur Mojokerto, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat menegaskan, BPBD beberapa kali sudah minta surat edaran kepada Pemprov Jatim kaiatnnya kondisi cuaca ekstrem di musim peralihan ini. Surat itu sebagai acuan pihaknya menerbitkan SK status siaga darurat bencana di Kabupaten Mojokerto.

’’Sampai sekarang memang belum ada acuannya buat status (siaga darurat) untuk daerah. Pemprov Jatim belum membuat surat edaran ke semua kota dan kabupaten se-Jatim. Katanya masih diproses di sekda. Tapi kami akan bersurat dan minta BMKG juga sebagai acuan kami mentukan status siaga di Mojokerto,’’ paparnya. (vad/ori/abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/