alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Santap Makanan Hajatan, Warga Alami Keracunan Masal

MOJOKERTO – Puluhan warga di Dusun Sukomanggu,  Desa Karangkuten, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto diduga mengalami keracunan masal usai mengonsumsi makanan hajatan tahlilan rutin Kamis (4/10) petang.

Mereka mengeluhkan mual-mual, kepala pusing hingga mengalami muntah-muntah. “Ini (dugaan keracunan, Red) terjadi setelah makan nasi berkat (bingkisan) tahlil dari rumah Roaini (warga setempat),” ungkap Susiami, 32, salah satu warga.

Pembacaan doa dan tahlil ini memang biasa digelar rutin oleh warga setempat setiap bulan, dan bergiliran dari rumah ke rumah. Dia menceritakan, seusai mengikuti tahlil pada pukul 17.00, satu per satu jamaah mendapat bingkisan berisi makanan dari tuan rumah.

Setibanya di rumah, semula warga belum mengeluhkan apa pun. Namun, setelah makanan tersebut disantap bersama keluarga masing-masing, baru sekitar pukul 18.30 mereka merasakan mual-mual, pusing-pusing disertai muntah-mutah. “Anak saya juga mengaku pusing dan terlihat pucat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Talud Dinding Selatan Candi Kumitir Ditemukan

Seketika itu dia melarikan anaknya ke Puskesmas Jatirejo. Namun, setibanya di fasilitas kesehatan (faskes) tingkat kecamatan ini, dia mengetahui bukan hanya anaknya mengalami dugaan keracunan. Terdapat puluhan warga sebelumnya juga mengikuti tahlil merasakan hal serupa.

“Ada juga puluhan warga yang dilarikan ke Rumah Sakit Sumberglagah Pacet untuk mendapat pertolongan medis,” terangnya. Sementara itu, Kapolsek Gondang AKP Slamet menyatakan, warga yang mengalami dugaan keracunan ini diperkirakan mencapai puluhan orang. “Kurang lebih ada 22 korban dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.

Namun, dia belum memastikan berapa jumlah pasti korban. “Dari analisa dokter rumah sakit, dugaan sementara karena keracunan makanan. Tapi, sekarang masih kita dalami,” tandasnya.

Baca Juga :  Jadi Sasaran Vandalisme

Dia menyebutkan, puluhan korban yang semula dilarikan ke Rumah Sakit Sumberglagah Pacet, 21 orang di antaranya sudah diperbolehkan pulang dan hanya menjalani rawat jalan. ”Sedangkan satu orang lainnya masih dirawat di rumah sakit,” tandas Slemet.

MOJOKERTO – Puluhan warga di Dusun Sukomanggu,  Desa Karangkuten, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto diduga mengalami keracunan masal usai mengonsumsi makanan hajatan tahlilan rutin Kamis (4/10) petang.

Mereka mengeluhkan mual-mual, kepala pusing hingga mengalami muntah-muntah. “Ini (dugaan keracunan, Red) terjadi setelah makan nasi berkat (bingkisan) tahlil dari rumah Roaini (warga setempat),” ungkap Susiami, 32, salah satu warga.

Pembacaan doa dan tahlil ini memang biasa digelar rutin oleh warga setempat setiap bulan, dan bergiliran dari rumah ke rumah. Dia menceritakan, seusai mengikuti tahlil pada pukul 17.00, satu per satu jamaah mendapat bingkisan berisi makanan dari tuan rumah.

Setibanya di rumah, semula warga belum mengeluhkan apa pun. Namun, setelah makanan tersebut disantap bersama keluarga masing-masing, baru sekitar pukul 18.30 mereka merasakan mual-mual, pusing-pusing disertai muntah-mutah. “Anak saya juga mengaku pusing dan terlihat pucat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Terbaik Garap Potensi Ekonomi Daerah

Seketika itu dia melarikan anaknya ke Puskesmas Jatirejo. Namun, setibanya di fasilitas kesehatan (faskes) tingkat kecamatan ini, dia mengetahui bukan hanya anaknya mengalami dugaan keracunan. Terdapat puluhan warga sebelumnya juga mengikuti tahlil merasakan hal serupa.

“Ada juga puluhan warga yang dilarikan ke Rumah Sakit Sumberglagah Pacet untuk mendapat pertolongan medis,” terangnya. Sementara itu, Kapolsek Gondang AKP Slamet menyatakan, warga yang mengalami dugaan keracunan ini diperkirakan mencapai puluhan orang. “Kurang lebih ada 22 korban dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.

- Advertisement -

Namun, dia belum memastikan berapa jumlah pasti korban. “Dari analisa dokter rumah sakit, dugaan sementara karena keracunan makanan. Tapi, sekarang masih kita dalami,” tandasnya.

Baca Juga :  Destinasi Kolam Renang di Atas Awan

Dia menyebutkan, puluhan korban yang semula dilarikan ke Rumah Sakit Sumberglagah Pacet, 21 orang di antaranya sudah diperbolehkan pulang dan hanya menjalani rawat jalan. ”Sedangkan satu orang lainnya masih dirawat di rumah sakit,” tandas Slemet.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/