alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Beredar Pesan Berantai BBM Naik, SPBU Terpantau Normal

MOJOKERTO – Loyonya rupiah terhadap dolar AS hingga di angka Rp 15.000 diam-diam dimanfaatkan pihak-pihak tak bertanggung jawab menebar informasi hoax atau bohong.

Rabu (5/9) malam ini, di Mojokerto telah beredar pesan berantai melalui WhatsApp (WA) soal penyebutan akan ada kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak).

Sejumlah pengguna smartphone yang mendapat pesan tersebut, bahkan seolah sempat percaya. Di mana, dalam pesan yang belum diketahui sumbernya ini menulis, pada Kamis (6/9) dini hari akan ada kenaikan harga BBM.

Dalam pesan itu, si pengirim menyampaikan: Malam ini jam 24.00 BBM naik. Premium Rp 9500, Pertalite Rp 11.000 dan 14.000. Pesan ini pun sempat dipertanyakan oleh berbagai pihak. Terutama di kalangan masyarakat.

Baca Juga :  Korban Banjir Mulai Terserang Penyakit

Untuk meyakinkan kabar tersebut, beberapa di antaranya sengaja memilih dengan mendatangi SPBU-SPBU terdekat sekaligus mengisi BBM kendaraan. ”Iya, ini tadi (pukul 22.50 WIB) banyak yang tanya soal itu. Apa harga BBM naik?,” ujar Edy Susanto, petugas SPBU Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Meski begitu, tidak sedikit masyarakat mengabaikan pesan berantai tersebut. Setelah mereka memastikan dengan mengecek kebenarannya melalui berbagai situs media online resmi. ”Saya sendiri tidak tahu ada kenaikan atau tidak. Tapi, sampai sekarang harga (BBM, Red) tetap,” tandas Edy.

Suasana di SPBU Sooko juga terpantau normal. Tidak nampak antrean panjang. Dari enam panel yang ada, semua masih berjalan seperti biasa. Hanya, ada sedikit deretan sepeda motor mengantre menunggu giliran pengisian BBM. Seperti Premium, Pertalite atau Pertamax.

Baca Juga :  Sekolah Gratis Jadi Kunci Kebaikan

Dari penelusuran Jawa Pos Radar Mojokerto di lapangan, memang tidak ada kenaikan harga BBM. Kepastian itu juga disampaikan oleh Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, melalui berbagai media Nasional.

Dia menyebut, harga BBM Pertamina masih tetap dan belum ada rencana penyesuaian harga.

 

MOJOKERTO – Loyonya rupiah terhadap dolar AS hingga di angka Rp 15.000 diam-diam dimanfaatkan pihak-pihak tak bertanggung jawab menebar informasi hoax atau bohong.

Rabu (5/9) malam ini, di Mojokerto telah beredar pesan berantai melalui WhatsApp (WA) soal penyebutan akan ada kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak).

Sejumlah pengguna smartphone yang mendapat pesan tersebut, bahkan seolah sempat percaya. Di mana, dalam pesan yang belum diketahui sumbernya ini menulis, pada Kamis (6/9) dini hari akan ada kenaikan harga BBM.

Dalam pesan itu, si pengirim menyampaikan: Malam ini jam 24.00 BBM naik. Premium Rp 9500, Pertalite Rp 11.000 dan 14.000. Pesan ini pun sempat dipertanyakan oleh berbagai pihak. Terutama di kalangan masyarakat.

Baca Juga :  Dorong Segera Makamkan Kerangka Manusia

Untuk meyakinkan kabar tersebut, beberapa di antaranya sengaja memilih dengan mendatangi SPBU-SPBU terdekat sekaligus mengisi BBM kendaraan. ”Iya, ini tadi (pukul 22.50 WIB) banyak yang tanya soal itu. Apa harga BBM naik?,” ujar Edy Susanto, petugas SPBU Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Meski begitu, tidak sedikit masyarakat mengabaikan pesan berantai tersebut. Setelah mereka memastikan dengan mengecek kebenarannya melalui berbagai situs media online resmi. ”Saya sendiri tidak tahu ada kenaikan atau tidak. Tapi, sampai sekarang harga (BBM, Red) tetap,” tandas Edy.

- Advertisement -

Suasana di SPBU Sooko juga terpantau normal. Tidak nampak antrean panjang. Dari enam panel yang ada, semua masih berjalan seperti biasa. Hanya, ada sedikit deretan sepeda motor mengantre menunggu giliran pengisian BBM. Seperti Premium, Pertalite atau Pertamax.

Baca Juga :  Manusia Akan Dihadapkan dengan Artificial Intelligence

Dari penelusuran Jawa Pos Radar Mojokerto di lapangan, memang tidak ada kenaikan harga BBM. Kepastian itu juga disampaikan oleh Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, melalui berbagai media Nasional.

Dia menyebut, harga BBM Pertamina masih tetap dan belum ada rencana penyesuaian harga.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/