alexametrics
26.1 C
Mojokerto
Thursday, August 11, 2022

MPLS SDN Wates 6 Kota Mojokerto, Bekali Siswa Berjiwa Bersih dan Santun

MASA pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) 2022 menjadi momentum untuk menanamkan jiwa ’’Bersih dan Santun’’ yang menjadi branding SDN Wates 6, Kota Mojokerto. Rangkaian kegiatan dikemas dengan kreatif dan edukatif sebagai bekal awal peserta didik untuk menimba ilmu di jenjang pendidikan dasar.

Kepala SDN Wates 6 Bambang Sutopo mengungkapkan, penanaman jiwa ’’Bersih dan Santun’’ dilakukan sejak hari pertama MPLS tahun ajaran 2022/2023, Senin (18/7). Sebab, jelas dia, branding sekolah itu menjadi fondasi agar siswa baru bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat. ’’Dalam mengawali pembelajaran, anak-anak harus bersih jiwa dan hatinya serta santun kepada orang tua maupun gurunya,’’ terangnya.

Selain itu, siswa juga dididik untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Hal itu diwujudkan dengan menjaga kerapian penampilan serta peduli terhadap lingkungan agar tetap bersih dan sehat.

Baca Juga :  Nggak Kuat Bayar Swab, Pengantin Bisa Ajukan Penundaan

Sehingga, lanjut Bambang, penanaman karakter itu diimplementasikan dalam salah satu kegiatan MPLS tentang budaya dan pembiasaan di sekolah. ’’Saat MPLS, siswa kami ajak untuk peduli terhadap lingkungan dengan membersihkan sampah baik di dalam kelas maupun di lingkungan sekitar sekolah,’’ tandasnya.

Diuraikannya, ’’Santun’’ juga terkandung nilai-nilai karakter yang mencerminkan profil pelajar pancasila. Masing-masing tersirat pada akronim sportivitas, akhlak, nasionalisme, terampil, unggul, dan normatif. ’’Terdapat enam karakter pada Salam Santun, semuanya kami tanamkan melalui pembiasaan-pembiasaan di sekolah,’’ sebut Bambang.

Di antaranya adalah sifat jujur, tingkah laku mulia, cinta tanah air, kreatif, berprestasi, hingga disiplin. Ditanamkannya jiwa ’’Bersih dan Santun’’ itu selaras dengan visi SDN Wates 6, yakni terwujudnya peserta didik berkarakter pancasila, berprestasi, dan peduli terhadap lingkungan dan berbudaya.

Baca Juga :  DPRD Kota Mojokerto Sangsi Proyek Pembangunan Gedung DPRD Tuntas Tepat Waktu

’’Semua sudah kami kenalkan dalam kegiatan MPLS, kami harap anak-anak bisa langsung beradaptasi dan menerapkan ’’Bersih dan Santun’’ selama menempuh pembelajaran,’’ pungkasnya. (ram/fen)

MASA pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) 2022 menjadi momentum untuk menanamkan jiwa ’’Bersih dan Santun’’ yang menjadi branding SDN Wates 6, Kota Mojokerto. Rangkaian kegiatan dikemas dengan kreatif dan edukatif sebagai bekal awal peserta didik untuk menimba ilmu di jenjang pendidikan dasar.

Kepala SDN Wates 6 Bambang Sutopo mengungkapkan, penanaman jiwa ’’Bersih dan Santun’’ dilakukan sejak hari pertama MPLS tahun ajaran 2022/2023, Senin (18/7). Sebab, jelas dia, branding sekolah itu menjadi fondasi agar siswa baru bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat. ’’Dalam mengawali pembelajaran, anak-anak harus bersih jiwa dan hatinya serta santun kepada orang tua maupun gurunya,’’ terangnya.

Selain itu, siswa juga dididik untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Hal itu diwujudkan dengan menjaga kerapian penampilan serta peduli terhadap lingkungan agar tetap bersih dan sehat.

Baca Juga :  Nggak Kuat Bayar Swab, Pengantin Bisa Ajukan Penundaan

Sehingga, lanjut Bambang, penanaman karakter itu diimplementasikan dalam salah satu kegiatan MPLS tentang budaya dan pembiasaan di sekolah. ’’Saat MPLS, siswa kami ajak untuk peduli terhadap lingkungan dengan membersihkan sampah baik di dalam kelas maupun di lingkungan sekitar sekolah,’’ tandasnya.

Diuraikannya, ’’Santun’’ juga terkandung nilai-nilai karakter yang mencerminkan profil pelajar pancasila. Masing-masing tersirat pada akronim sportivitas, akhlak, nasionalisme, terampil, unggul, dan normatif. ’’Terdapat enam karakter pada Salam Santun, semuanya kami tanamkan melalui pembiasaan-pembiasaan di sekolah,’’ sebut Bambang.

Di antaranya adalah sifat jujur, tingkah laku mulia, cinta tanah air, kreatif, berprestasi, hingga disiplin. Ditanamkannya jiwa ’’Bersih dan Santun’’ itu selaras dengan visi SDN Wates 6, yakni terwujudnya peserta didik berkarakter pancasila, berprestasi, dan peduli terhadap lingkungan dan berbudaya.

Baca Juga :  Bupati Bakal Pelototi Legalitas Pesantren, Dorong Dinas Terkait Jemput Bola
- Advertisement -

’’Semua sudah kami kenalkan dalam kegiatan MPLS, kami harap anak-anak bisa langsung beradaptasi dan menerapkan ’’Bersih dan Santun’’ selama menempuh pembelajaran,’’ pungkasnya. (ram/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/