alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Bupati Temukan Warga Luar Daerah, Imbau agar Berada di Rumah Saja

Hari ke dua PPKM darurat Jawa-Bali di wilayah Kabupaten Mojokerto, Forkopimda Mojokerto mulai Bupati Ikfina Fahmawati dan Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander terus menyisir beberapa lokasi titik penyekatan. Di antaranya Trawas dan Ngoro, Minggu (4/7) sore. Dari hasil penyisiran, masih ditemukan warga luar daerah dari Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Lamongan dan Pasuruan yang keluyuran.

’’Dari kemarin sampai hari ini, kita sosialisiasi dulu (PPKM darurat). Namun mulai besok Senin sampai 20 Juli nanti, masyarakat yang melanggar akan tegas kami sanksi. Hari ini di Trawas, masih kami temui warga luar daerah yang datang. Karena di sini juga salah satu lokasi wisata alam. Ini akan jadi koreksi bagi kami, juga bahan evaluasi ke depan,” kata Dony.

Selanjutnya, dari keterangan bupati sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, masih banyak keluhan khususnya dari pedagang di sepanjang jalan Trawas yang mengaku mengalami turun omset akibat PPKM darurat. Padahal, uang sewa lahan berjualan masih tetap berjalan. Melihat banyaknya uneg-uneg pedagang, bupati akan segera melaksanakan koordinasi dengan pihak Perhutani untuk mencari solusi.

Baca Juga :  Mengenal dan Mempromosikan UMKM

“Rata-rata memang mengeluh (pedagang), karena omset turun. Saya sampaikan bahwa PPKM darurat ini tidak bisa dilakukan Pemerintah saja, masyarakat juga harus mendukung agar Covid segera terkendali. Beberapa keluhan pedagang kita tampung. Di antaranya beban uang sewa dari lahan jualan, padahal jualan tidak menentu. Kita akan koordinasi dengan Perhutani untuk menemukan solusinya,” kata bupati saat menemui awak media.

Guna menekan kerumunan masyarakat, bupati kembali menegaskan bahwa kegiatan makan dan minum di tempat makan tidak diizinkan dalam PPKM darurat. Bupati juga mempersuasif warga masyarakat Kabupaten Mojokerto, agar berada di rumah saja demi keselamatan bersama.

“Semua kegiatan makan minum di tempat, tidak diizinkan dalam PPKM darurat. Semua harus take away. Dari hasil giat hari ini, masih ada warga luar daerah. Kita tidak tahu risiko apa yang dibawa. Maka dari itu, kami minta masyarakat di rumah saja. Apalagi semua tempat wisata pun sudah kami tutup untuk sementara saat ini,” tambah bupati.

Baca Juga :  Terbaik Garap Potensi Ekonomi Daerah

Sebelum penyisiran, sehari sebelumnya telah dilakukan apel gelar pasukan, dipanjutkan Patroli 3 Pilar beserta jajaran. Mulai melakukan penyemprotan cairan disinfektan di wilayah Mojosari, dibarengi dengan sosialisasi terkait PPKM darurat dan imbauan patuh protokol kesehatan melalui alat pengeras suara. (tik)

Hari ke dua PPKM darurat Jawa-Bali di wilayah Kabupaten Mojokerto, Forkopimda Mojokerto mulai Bupati Ikfina Fahmawati dan Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander terus menyisir beberapa lokasi titik penyekatan. Di antaranya Trawas dan Ngoro, Minggu (4/7) sore. Dari hasil penyisiran, masih ditemukan warga luar daerah dari Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Lamongan dan Pasuruan yang keluyuran.

’’Dari kemarin sampai hari ini, kita sosialisiasi dulu (PPKM darurat). Namun mulai besok Senin sampai 20 Juli nanti, masyarakat yang melanggar akan tegas kami sanksi. Hari ini di Trawas, masih kami temui warga luar daerah yang datang. Karena di sini juga salah satu lokasi wisata alam. Ini akan jadi koreksi bagi kami, juga bahan evaluasi ke depan,” kata Dony.

Selanjutnya, dari keterangan bupati sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, masih banyak keluhan khususnya dari pedagang di sepanjang jalan Trawas yang mengaku mengalami turun omset akibat PPKM darurat. Padahal, uang sewa lahan berjualan masih tetap berjalan. Melihat banyaknya uneg-uneg pedagang, bupati akan segera melaksanakan koordinasi dengan pihak Perhutani untuk mencari solusi.

Baca Juga :  Pemkot Tunda Mojotirto Festival

“Rata-rata memang mengeluh (pedagang), karena omset turun. Saya sampaikan bahwa PPKM darurat ini tidak bisa dilakukan Pemerintah saja, masyarakat juga harus mendukung agar Covid segera terkendali. Beberapa keluhan pedagang kita tampung. Di antaranya beban uang sewa dari lahan jualan, padahal jualan tidak menentu. Kita akan koordinasi dengan Perhutani untuk menemukan solusinya,” kata bupati saat menemui awak media.

Guna menekan kerumunan masyarakat, bupati kembali menegaskan bahwa kegiatan makan dan minum di tempat makan tidak diizinkan dalam PPKM darurat. Bupati juga mempersuasif warga masyarakat Kabupaten Mojokerto, agar berada di rumah saja demi keselamatan bersama.

“Semua kegiatan makan minum di tempat, tidak diizinkan dalam PPKM darurat. Semua harus take away. Dari hasil giat hari ini, masih ada warga luar daerah. Kita tidak tahu risiko apa yang dibawa. Maka dari itu, kami minta masyarakat di rumah saja. Apalagi semua tempat wisata pun sudah kami tutup untuk sementara saat ini,” tambah bupati.

Baca Juga :  Ruang Isolasi Mulai Dipangkas
- Advertisement -

Sebelum penyisiran, sehari sebelumnya telah dilakukan apel gelar pasukan, dipanjutkan Patroli 3 Pilar beserta jajaran. Mulai melakukan penyemprotan cairan disinfektan di wilayah Mojosari, dibarengi dengan sosialisasi terkait PPKM darurat dan imbauan patuh protokol kesehatan melalui alat pengeras suara. (tik)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/