alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Tunggu Renovasi, Relokasi Pedagang Dibatalkan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Badan jalan dan pedestrian di sepanjang Jalan KH Nawawi masih disesaki pedagang. Pasalnya, Pemkot Mojokerto baru akan merealisasi relokasi pedagang di akhir tahun mendatang.

Semula, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopumperindag) Kota Mojokerto berencana merelokasi pedagang di Jalan KH Nawawi setelah Lebaran lalu. Namun, penataan itu urung dilakukan lantaran masih menyiapkan tempat untuk memboyong pedagang. ”Belum (relokasi). Prioritas kita siapkan tempat relokasinya dulu,” terang Plt Kepala Diskopumperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya.

Dia menjelaskan, pihaknya sebenarnya sudah menyiapkan sejumlah tempat relokasi. Namun, kondisi stan dan kios yang dinilai masih belum layak untuk ditempati. Sehingga, dalam waktu dekat akan dilakukan perbaikan terlebih dulu. Kabag Umum Setdakot Mojokerto ini menyebutkan, sebagian pedagang dari Jalan KH Nawawi akan ditarik ke dalam Pasar Tanjung Anyar.

Selain itu, selebihnya akan diboyong ke Pasar Rakyat Prapanca, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon. Menurut Ani, di kedua pasar tradisonal itu terdapat sejumlah lapak dan los yang kosong akibat ditinggal pedagang. Sehingga, statusnya kini telah diambil alih pemkot dan bakal difungsikan kembali. ”Karena  butuh perbaikan. Akhirnya relokasinya menunggu nanti di akhir tahun,” ujarnya.

Baca Juga :  Usung Budaya Yang Kian Tergerus

Di samping itu, lokasi yang juga dipersiapkan sebagai tempat relokasi adalah Pasar Kranggan. Namun, Ani menyebutkan, pasar tersebut dikhusukan bagi pedagang buah. Mereka akan langsung ditempatkan setelah proses renovasi rampung. Dia menuturkan, sentuhan perbaikan di Pasar Kranggan dalam waktu dekat akan dieksekusi. Diperkirakan, proses rehab fisik tersebut memakan waktu kurang lebih satu bulan. ”Jadi, Agustus nanti khusus pedagang buah mungkin sudah bisa direlokasi ke sana (Pasar Kranggan),” imbuhnya.

Namun, ekseskusi tersebut masih menunggu proses penyusunan peraturan wali kota (perwali) sebagai dasar untuk merelokasi pedagang. Di sisi lain, lanjut Ani, pihaknya akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Baik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub).

Baca Juga :  Dorong Produktivitas dan Hasil Pertanian

Langkah itu dilakukan guna memastikan agar di Jalan KH Nawawi tidak ditempati oleh pedagang baru pasca dilakukan relokasi. ”Ketika sudah kita relokasi, khawatirkannya kan ditempati pedagang lain,” tandasnya.

Sebagaiamana diketahui, kondisi ruas jalan yang melintas di area Pasar Tanjung Anyar itu kini dipadati pedagang. Berdasarkan data diskopumperindag, setidaknya terdapat 169 pedagang membuka lapak di badan jalan dan trotoar Jalan KH Nawawi. Sementara itu, kondisi berbeda terjadi dalam pasar tradisional yang banyak terdapat lapak, los, maupun kios yang kosong akibat ditinggal pedagang.

Seperti di Pasar Rakyat Prapancayang terdapat 76 los kosong. Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Kranggan yang hampir seluruh tempat berjualan dalam kondisi lowong. Tercatat hanya tiga orang yang masih aktif berdagang. 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Badan jalan dan pedestrian di sepanjang Jalan KH Nawawi masih disesaki pedagang. Pasalnya, Pemkot Mojokerto baru akan merealisasi relokasi pedagang di akhir tahun mendatang.

Semula, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopumperindag) Kota Mojokerto berencana merelokasi pedagang di Jalan KH Nawawi setelah Lebaran lalu. Namun, penataan itu urung dilakukan lantaran masih menyiapkan tempat untuk memboyong pedagang. ”Belum (relokasi). Prioritas kita siapkan tempat relokasinya dulu,” terang Plt Kepala Diskopumperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya.

Dia menjelaskan, pihaknya sebenarnya sudah menyiapkan sejumlah tempat relokasi. Namun, kondisi stan dan kios yang dinilai masih belum layak untuk ditempati. Sehingga, dalam waktu dekat akan dilakukan perbaikan terlebih dulu. Kabag Umum Setdakot Mojokerto ini menyebutkan, sebagian pedagang dari Jalan KH Nawawi akan ditarik ke dalam Pasar Tanjung Anyar.

Selain itu, selebihnya akan diboyong ke Pasar Rakyat Prapanca, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon. Menurut Ani, di kedua pasar tradisonal itu terdapat sejumlah lapak dan los yang kosong akibat ditinggal pedagang. Sehingga, statusnya kini telah diambil alih pemkot dan bakal difungsikan kembali. ”Karena  butuh perbaikan. Akhirnya relokasinya menunggu nanti di akhir tahun,” ujarnya.

Baca Juga :  Ning Ita Apresiasi Produk UKM yang Sukses Tembus Pasar Ekspor

Di samping itu, lokasi yang juga dipersiapkan sebagai tempat relokasi adalah Pasar Kranggan. Namun, Ani menyebutkan, pasar tersebut dikhusukan bagi pedagang buah. Mereka akan langsung ditempatkan setelah proses renovasi rampung. Dia menuturkan, sentuhan perbaikan di Pasar Kranggan dalam waktu dekat akan dieksekusi. Diperkirakan, proses rehab fisik tersebut memakan waktu kurang lebih satu bulan. ”Jadi, Agustus nanti khusus pedagang buah mungkin sudah bisa direlokasi ke sana (Pasar Kranggan),” imbuhnya.

Namun, ekseskusi tersebut masih menunggu proses penyusunan peraturan wali kota (perwali) sebagai dasar untuk merelokasi pedagang. Di sisi lain, lanjut Ani, pihaknya akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Baik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub).

Baca Juga :  Kasus Guru Cerai Meningkat
- Advertisement -

Langkah itu dilakukan guna memastikan agar di Jalan KH Nawawi tidak ditempati oleh pedagang baru pasca dilakukan relokasi. ”Ketika sudah kita relokasi, khawatirkannya kan ditempati pedagang lain,” tandasnya.

Sebagaiamana diketahui, kondisi ruas jalan yang melintas di area Pasar Tanjung Anyar itu kini dipadati pedagang. Berdasarkan data diskopumperindag, setidaknya terdapat 169 pedagang membuka lapak di badan jalan dan trotoar Jalan KH Nawawi. Sementara itu, kondisi berbeda terjadi dalam pasar tradisional yang banyak terdapat lapak, los, maupun kios yang kosong akibat ditinggal pedagang.

Seperti di Pasar Rakyat Prapancayang terdapat 76 los kosong. Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Kranggan yang hampir seluruh tempat berjualan dalam kondisi lowong. Tercatat hanya tiga orang yang masih aktif berdagang. 

Artikel Terkait

Most Read

Puluhan Sekolah Buka Tatap Muka

184 Peserta CPNS Gugur

Artikel Terbaru


/