alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

Anak Yatim Belum Tersentuh Bantuan, Terimbas Refocusing Anggaran

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kalangan anak yatim di Kabupaten Mojokerto secara kesejahteraan terbilang rentan terdampak Covid-19. Meski begitu, bantuan rutin yang biasa diberikan di tahun ini gagal tersalurkan akibat terimbas refocusing anggaran.

’’Memang tahun ini belum ada bantuan kepada anak yatim,’’ ungkap Plt Kabag Kesra Setdakab Mojokerto Rahmat Suhariyono, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto. Ia mengatakan, memang secara rutin Pemkab Mojokerto memberikan bantuan kepada anak yatim ketika Ramadan.

Akan tetapi, pada bulan puasa kemarin, program tersebut tak dilaksanakan. Menyusul, adanya kebijakan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Akibatnya, kegiatan pemberian santunan kepada anak yatim yang diberikan ketika momen Ramadan urung dilaksanakan.

Padahal, terdapat ribuan anak yatim di Kabupaten Mojokerto yang secara kesejahteran rentan terdampak Covid-19. Oleh sebab itu, pihaknya tak memungkiri kini tengah memikirkan pemberian program bantuan kepada anak yatim.

Baca Juga :  Berlaku Jam Malam, tapi Jam Buka Pasar Tradisional di Tidak Sama

Bantuan itu diharapkan mengobati kekecewaan anak yatim yang gagal dapat santunan ketika Ramadan. ’’Format bantuan kami usulkan ke bupati. Harapannya, anak yatim yang belum tersentuh bantuan bisa mendapatkan alokasi bantuan terdampak Covid-19,’’ tegas pria yang juga menjabat Kabag Pemerintahan Sekdakab Mojokerto ini.

Pihaknya sejauh ini telah berkoordinasi dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang menaungi anak yatim, hingga anak yang rentan mengalami gangguan kesejahteraan sosial. Ada sebanyak 42 LKSA se-Kabupaten Mojokerto yang diajak koordinasi untuk mengidentifikasi dan menabulasi jumlah anak yatim.

’’Dari situ kami ancang-ancang adanya program bantuan sosial tunai (BST) bagi anak yatim,’’ terang Rahmat. Hasil estimasi penghitungannya, terdapat 1.700-an anak yatim dalam naungan LKSA yang membutuhkan bantuan.

Baca Juga :  APBD 2022 Defisit Rp 95 Miliar

Bentuk bantuan sosial itu dapat dirupakan uang tunai hingga alat pelindung diri (APD). Mengingat, saat masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Mojokerto terbilang kerawanan penularannya masih tinggi. Sedianya, pihaknya juga mengkaji secara aturan bagi pemberian bantuan tersebut.

Dari sisi regulasi, kata dia, menyesuaikan dengan amanat dalam Perbup 7/2017 tentang Bansos. Termasuk, untuk pengaturan bentuk, jenis, dan durasi bantuannya. ’’Sesuai aturan BST memungkinkan bagi tingkat individu. Sedangkan selama ini bantuan terdampak Covid-19 cenderung bagi tingkat keluarga,’’ tegasnya.

Rahmat menambahkan, usulan pemberian bantuan itu kini tengah berada di tangan Bupati Pungkasiadi. Diharapkan, setelah mendapat persetujuan, pihaknya bakal menindaklanjuti teknis pendistribusian bantuan. ’’Begitu diteken, kami langsung bergerak,’’ tandasnya.

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kalangan anak yatim di Kabupaten Mojokerto secara kesejahteraan terbilang rentan terdampak Covid-19. Meski begitu, bantuan rutin yang biasa diberikan di tahun ini gagal tersalurkan akibat terimbas refocusing anggaran.

’’Memang tahun ini belum ada bantuan kepada anak yatim,’’ ungkap Plt Kabag Kesra Setdakab Mojokerto Rahmat Suhariyono, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto. Ia mengatakan, memang secara rutin Pemkab Mojokerto memberikan bantuan kepada anak yatim ketika Ramadan.

Akan tetapi, pada bulan puasa kemarin, program tersebut tak dilaksanakan. Menyusul, adanya kebijakan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Akibatnya, kegiatan pemberian santunan kepada anak yatim yang diberikan ketika momen Ramadan urung dilaksanakan.

Padahal, terdapat ribuan anak yatim di Kabupaten Mojokerto yang secara kesejahteran rentan terdampak Covid-19. Oleh sebab itu, pihaknya tak memungkiri kini tengah memikirkan pemberian program bantuan kepada anak yatim.

Baca Juga :  Kota Gencar Sosialisasi Tatanan Normal Baru

Bantuan itu diharapkan mengobati kekecewaan anak yatim yang gagal dapat santunan ketika Ramadan. ’’Format bantuan kami usulkan ke bupati. Harapannya, anak yatim yang belum tersentuh bantuan bisa mendapatkan alokasi bantuan terdampak Covid-19,’’ tegas pria yang juga menjabat Kabag Pemerintahan Sekdakab Mojokerto ini.

Pihaknya sejauh ini telah berkoordinasi dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang menaungi anak yatim, hingga anak yang rentan mengalami gangguan kesejahteraan sosial. Ada sebanyak 42 LKSA se-Kabupaten Mojokerto yang diajak koordinasi untuk mengidentifikasi dan menabulasi jumlah anak yatim.

- Advertisement -

’’Dari situ kami ancang-ancang adanya program bantuan sosial tunai (BST) bagi anak yatim,’’ terang Rahmat. Hasil estimasi penghitungannya, terdapat 1.700-an anak yatim dalam naungan LKSA yang membutuhkan bantuan.

Baca Juga :  Siagakan Pos Vaksin bagi Pemudik

Bentuk bantuan sosial itu dapat dirupakan uang tunai hingga alat pelindung diri (APD). Mengingat, saat masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Mojokerto terbilang kerawanan penularannya masih tinggi. Sedianya, pihaknya juga mengkaji secara aturan bagi pemberian bantuan tersebut.

Dari sisi regulasi, kata dia, menyesuaikan dengan amanat dalam Perbup 7/2017 tentang Bansos. Termasuk, untuk pengaturan bentuk, jenis, dan durasi bantuannya. ’’Sesuai aturan BST memungkinkan bagi tingkat individu. Sedangkan selama ini bantuan terdampak Covid-19 cenderung bagi tingkat keluarga,’’ tegasnya.

Rahmat menambahkan, usulan pemberian bantuan itu kini tengah berada di tangan Bupati Pungkasiadi. Diharapkan, setelah mendapat persetujuan, pihaknya bakal menindaklanjuti teknis pendistribusian bantuan. ’’Begitu diteken, kami langsung bergerak,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Gus Barra: Saya NU Asli, Bukan KW

Angka Kekerasan Anak Terjun Bebas

Pandemi, Jumlah Kematian Bumil Naik

Artikel Terbaru


/