alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

H. Sunyoto, SE Idamkan Bangun Wisata Edukasi

MEREBAKNYA desa-desa yang memiliki daerah wisata unggulan di berbagai daerah seolah mengajak para pemangku desa berlomba-lomba berinovasi. Pun demikian yang diidamkan Kepala Desa (Kades) Gebangsari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, H. Sunyoto, SE.

Memasuki kepemimpinan periode kedua, pria asli Gebangsari ini sejak lama mengidamkan desanya memiliki tempat wisata jempolan. ’’Ya seperti di Wisata Pujon Kidul di Malang dan Umbul Ponggok Klaten Yogjakarta,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Pihaknya menceritakan, niatan itu tak lepas dari upaya masyarakat desa agar berkembang lebih baik lagi. Baik dari segi ekonomi, sosial, budaya, hingga pendidikannya. Caranya dengan membangun tempat wisata dengan memanfaatkan potensi alam pedesaan. ’’Diharapkan dari situ ekonomi bisa bergerak. Pemuda desa bisa bekerja dan membangun desanya,’’ beber dia.

Keinginan itu tak sebatas keinginan. Sejak beberapa tahun lalu, dirinya bersama sumber daya manusia (SDM) asli Gebangsari yang berkompeten menyusun rencana. Tak sekedar rencana, tapi juga grand design pembangunan tempat wisata alam berbasis edukasi. ’’Kami ingin bangun tempat wisata namanya Mekar Sari. Desain rancang bangun dari karya pemuda Gebangsari,’’ rinci bapak empat anak ini.

Baca Juga :  Bisnis Macet, Banyak Pengusaha Jaminkan Perhiasan

Berkas perencanaan pembangunan hingga proposal pembangunannya pun telah digarap. Bahkan, sudah diajukan beberapa kali ke pemkab. Sayangnya, hingga kini rencana pembangunan belum dapat support yang memadai. ’’Kalau mengandalkan Alokasi Dana Desa (ADD) jelas butuh waktu lama. Tahun lalu sudah kami ajukan. Eh tak tahunya ada pandemi. Terpaksa Dana Desa (DD) dikepras untuk penanggulangan pandemi,’’ timpal sarjana manajemen STIE Al Anwar Sooko ini.

Kendala demi kendala yang ditemui, pikir dia, tak menjadi halangan untuk mewujudkan pembangunan taman wisata Mekar Sari. Usulan terus disampaikannya ke Pemkab dengan harapan dapat diakomodir lewat program Bantuan Keuangan (BK) Desa. ’’Sambil menunggu itu, kami pelan-pelan bangun gapuranya dulu dengan dana desa yang ada tahun ini,’’ tandas pria yang tengah menempuh kuliah jurusan hukum di Unimas Kota Mojokerto ini.

Baca Juga :  Giliran Empat Talud Kumitir Ditemukan

Menurut Sunyoto, pembangunan melalui pemerintah desa terbilang lebih efektif berdampak bagi masyarakat desa itu sendiri. Karena itu, dirinya berharap program-program pemerintah ke depannya banyak menitikberatkan pada pembangunan pedesaan. ’’Terlebih saat upaya pemulihan ekonomi sekarang ini. Kalau pembangunan prioritasnya di desa, maka masyarakat desa lah yang pertama kali merasakan manfaatnya,’’ jlentreh suami anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, Eka Septya Juniarti ini.

MEREBAKNYA desa-desa yang memiliki daerah wisata unggulan di berbagai daerah seolah mengajak para pemangku desa berlomba-lomba berinovasi. Pun demikian yang diidamkan Kepala Desa (Kades) Gebangsari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, H. Sunyoto, SE.

Memasuki kepemimpinan periode kedua, pria asli Gebangsari ini sejak lama mengidamkan desanya memiliki tempat wisata jempolan. ’’Ya seperti di Wisata Pujon Kidul di Malang dan Umbul Ponggok Klaten Yogjakarta,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Pihaknya menceritakan, niatan itu tak lepas dari upaya masyarakat desa agar berkembang lebih baik lagi. Baik dari segi ekonomi, sosial, budaya, hingga pendidikannya. Caranya dengan membangun tempat wisata dengan memanfaatkan potensi alam pedesaan. ’’Diharapkan dari situ ekonomi bisa bergerak. Pemuda desa bisa bekerja dan membangun desanya,’’ beber dia.

Keinginan itu tak sebatas keinginan. Sejak beberapa tahun lalu, dirinya bersama sumber daya manusia (SDM) asli Gebangsari yang berkompeten menyusun rencana. Tak sekedar rencana, tapi juga grand design pembangunan tempat wisata alam berbasis edukasi. ’’Kami ingin bangun tempat wisata namanya Mekar Sari. Desain rancang bangun dari karya pemuda Gebangsari,’’ rinci bapak empat anak ini.

Baca Juga :  Dinding Keramik Penuh Kaligrafi, Ada Makam Guru Majapahit

Berkas perencanaan pembangunan hingga proposal pembangunannya pun telah digarap. Bahkan, sudah diajukan beberapa kali ke pemkab. Sayangnya, hingga kini rencana pembangunan belum dapat support yang memadai. ’’Kalau mengandalkan Alokasi Dana Desa (ADD) jelas butuh waktu lama. Tahun lalu sudah kami ajukan. Eh tak tahunya ada pandemi. Terpaksa Dana Desa (DD) dikepras untuk penanggulangan pandemi,’’ timpal sarjana manajemen STIE Al Anwar Sooko ini.

Kendala demi kendala yang ditemui, pikir dia, tak menjadi halangan untuk mewujudkan pembangunan taman wisata Mekar Sari. Usulan terus disampaikannya ke Pemkab dengan harapan dapat diakomodir lewat program Bantuan Keuangan (BK) Desa. ’’Sambil menunggu itu, kami pelan-pelan bangun gapuranya dulu dengan dana desa yang ada tahun ini,’’ tandas pria yang tengah menempuh kuliah jurusan hukum di Unimas Kota Mojokerto ini.

Baca Juga :  Beralasan Temukan Bayi, Sang Ibu Ternyata Pelakunya
- Advertisement -

Menurut Sunyoto, pembangunan melalui pemerintah desa terbilang lebih efektif berdampak bagi masyarakat desa itu sendiri. Karena itu, dirinya berharap program-program pemerintah ke depannya banyak menitikberatkan pada pembangunan pedesaan. ’’Terlebih saat upaya pemulihan ekonomi sekarang ini. Kalau pembangunan prioritasnya di desa, maka masyarakat desa lah yang pertama kali merasakan manfaatnya,’’ jlentreh suami anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, Eka Septya Juniarti ini.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/