alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Rapid Test Menunjukkan Reaktif, Sepuluh Nakes Diisolasi Mandiri

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Benteng pertahanan melawan wabah Covid-19 dari kalangan tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Mojokerto mendapat ujian berat. Sepuluh nakes terindikasi reaktif setelah menjalani rapid test atau uji cepat pendeteksi antibodi virus.

Hal itu diketahui setelah sepekan lalu digencarkan pemeriksaan kesehatan dan uji cepat terhadap kalangan tenaga kesehatan di lingkup Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto.

Rangkaian uji itu merupakan kegiatan wajib yang menyasar kalangan nakes di masa pandemi Covid-19 ini. Dari pengujian cepat sebanyak 1.600 sampel ternyata 15 sampel menunjukan hasil reaktif positif Covid-19. Dari jumlah itu, sebanyak 10 sampel di antaranya berasal dari kalangan nakes.

Mereka adalah yang bertugas difasilitas kesehatan milik Pemkab Mojokerto, baik itu di tingkat layanan kesehatan primer hingga rumah sakit. ’’Dari 15 sampel sebanyak 10 sampel di antaranya dari tenaga kesehatan,’’ terang dr Ulum Rochmad Rochmawan, penanggung jawab UPTD Labkesda Dinkes Kabupaten Mojokerto, kemarin.

Baca Juga :  Calon Pasien Harus Inden Kamar

Terhadap mereka yang terindikasi reaktif, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi untuk segera melakukan isolasi mandiri. Yang berarti, mereka berhenti bertugas untuk sementara waktu.

Selain dari kalangan nakes, dr Ulum menyebutkan, sampel reaktif lainnya juga berasal dari kalangan warga asal beberapa kecamatan. ’’Dan juga, ada pula dari kluster Sampoerna tiga sampel,’’ tukas dia.

Keberadaan tiga sampel dari kluster yang berasal dari Surabaya itu diakuinya memang berasal dari warga Kabupaten Mojokerto yang bekerja di perusahaan rokok di ibu kota provinsi tersebut.

Terhadap seluruh sampel yang terindikasi reaktif itu, pihaknya sekarang ini tengah mengusulkan untuk pengetesan lebih lanjut. Itu ditempuh guna menegakkan konfirmasi atas dugaan indikasi infeksi Covid-19 terhadap pemilik sampel tersebut. ’’Terhadap seluruh pihak yang sampelnya reaktif kami minta isolasi mandiri 14 hari,’’ tambah dia.

Baca Juga :  Harga Bahan Dapur Naik, Cabai dan Bawang Paling Terasa

Tak hanya perlakukan isolasi mandiri, dinkes juga memasukkan seluruh warga dengan sampel uji cepat dengan hasil reaktif itu dalam peta sebaran Covid-19 Kabupaten Mojokerto. Yakni, dengan memasukkan mereka sebagai warga berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Yakni, kalangan yang ditaksir kuat pernah interaksi kuat dengan pasien positif Covid-19, namun tak menunjukkan gejala sakit. ’’15 orang itu masuk kategori OTG,’’ tandas dr Ulum. Penyematan status OTG itu menambah daftar panjang jumlah OTG di Kabupaten Mojokerto.

Sebelumnya satu orang berstatus OTG yakni Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Sujadmiko. Status itu lantas berubah menjadi tegak positif Covid-19 pasca dilakukan pemeriksaan lanjutan di laboraturium dengan tes swab. Sejauh ini, sudah terdapat satu perawat dan dua dokter yang terindikasi positif Covid-19. 

  

 

 

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Benteng pertahanan melawan wabah Covid-19 dari kalangan tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Mojokerto mendapat ujian berat. Sepuluh nakes terindikasi reaktif setelah menjalani rapid test atau uji cepat pendeteksi antibodi virus.

Hal itu diketahui setelah sepekan lalu digencarkan pemeriksaan kesehatan dan uji cepat terhadap kalangan tenaga kesehatan di lingkup Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto.

Rangkaian uji itu merupakan kegiatan wajib yang menyasar kalangan nakes di masa pandemi Covid-19 ini. Dari pengujian cepat sebanyak 1.600 sampel ternyata 15 sampel menunjukan hasil reaktif positif Covid-19. Dari jumlah itu, sebanyak 10 sampel di antaranya berasal dari kalangan nakes.

Mereka adalah yang bertugas difasilitas kesehatan milik Pemkab Mojokerto, baik itu di tingkat layanan kesehatan primer hingga rumah sakit. ’’Dari 15 sampel sebanyak 10 sampel di antaranya dari tenaga kesehatan,’’ terang dr Ulum Rochmad Rochmawan, penanggung jawab UPTD Labkesda Dinkes Kabupaten Mojokerto, kemarin.

Baca Juga :  Event Pajak Award Dihadiri Nella Kharisma

Terhadap mereka yang terindikasi reaktif, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi untuk segera melakukan isolasi mandiri. Yang berarti, mereka berhenti bertugas untuk sementara waktu.

Selain dari kalangan nakes, dr Ulum menyebutkan, sampel reaktif lainnya juga berasal dari kalangan warga asal beberapa kecamatan. ’’Dan juga, ada pula dari kluster Sampoerna tiga sampel,’’ tukas dia.

- Advertisement -

Keberadaan tiga sampel dari kluster yang berasal dari Surabaya itu diakuinya memang berasal dari warga Kabupaten Mojokerto yang bekerja di perusahaan rokok di ibu kota provinsi tersebut.

Terhadap seluruh sampel yang terindikasi reaktif itu, pihaknya sekarang ini tengah mengusulkan untuk pengetesan lebih lanjut. Itu ditempuh guna menegakkan konfirmasi atas dugaan indikasi infeksi Covid-19 terhadap pemilik sampel tersebut. ’’Terhadap seluruh pihak yang sampelnya reaktif kami minta isolasi mandiri 14 hari,’’ tambah dia.

Baca Juga :  Calon Pasien Harus Inden Kamar

Tak hanya perlakukan isolasi mandiri, dinkes juga memasukkan seluruh warga dengan sampel uji cepat dengan hasil reaktif itu dalam peta sebaran Covid-19 Kabupaten Mojokerto. Yakni, dengan memasukkan mereka sebagai warga berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Yakni, kalangan yang ditaksir kuat pernah interaksi kuat dengan pasien positif Covid-19, namun tak menunjukkan gejala sakit. ’’15 orang itu masuk kategori OTG,’’ tandas dr Ulum. Penyematan status OTG itu menambah daftar panjang jumlah OTG di Kabupaten Mojokerto.

Sebelumnya satu orang berstatus OTG yakni Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Sujadmiko. Status itu lantas berubah menjadi tegak positif Covid-19 pasca dilakukan pemeriksaan lanjutan di laboraturium dengan tes swab. Sejauh ini, sudah terdapat satu perawat dan dua dokter yang terindikasi positif Covid-19. 

  

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/