alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Pasang Puluhan Rambu Baru Di Jalur Wisata

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto bakal memasang 74 rambu baru yang akan disebar di jalur wisata dan kawasan pendidikan. Penambahan fasilitas ini lantaran wilayah dengan 18 kecamatan ini minim prasarana penunjang lalu lintas tersebut.

Puluhan rambu lalu lintas tersebut terdiri dari rambu bersuar dan tidak bersuar. Yakni rambu F dan rambu flashing light. Yang mengisyarakat pengguna jalan untuk berhati-hati dan sigap dalam mengatasi kondisi lalu lintas serta medan.

Saat ini, petugas sudah memasang sebagian rambu dan mulai disebar di wilayah Dawarblandong hingga Trawas. ”Saat ini kami juga memasang empat rambu flashing light atau rambu bersuar di empat titik. Masing-masing satu di wilayah Pacet, Mojosari, Jatirejo, dan Mojoanyar,” terang Kabid Prasarana Lalu Lintas dan Perparkiran DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Suroso.

Baca Juga :  Perempuan Itu Rajin Membesuk Napi Narkoba

Tak hanya itu, dishub juga mengatensi tingginya risiko kecelakaan di jalur wisata Pacet dan Trawas hingga kawasan pendidikan. Sebab, kedua kawasan tersebut dinilai punya risiko tinggi memicu kecelakaan. Sehingga, hal ini sekaligus sebagai salah satu upaya menekan angka kecelakaan. Utamanya bagi wisatawan yang masih buta medan. ”Kami tekankan di jalur wisata dan kawasan pendidikan. Pemasangan rambu-rambu ini memang menjadi atensi bersama sehingga ini melalui kajian hingga respon dan usulan dari masyarakat,” ungkapnya.

Sejauh ini, jumlah prasarana lalu lintas di wilayah ini dinilai minim. Sebab, menurut Suroso, jumlah rambu lalu lintas dengan luasan wilayah Kabupaten Mojokerto tidak sebanding. ”Sederhananya begini. Mestinya di depan sekolahan yang berada di sebelah jalan itu ada rambu. Minimal (satu) rambu flashing light. Masih banyak sekolahan yang belum ada rambunya. Apalagi pengadaan rambu flashing light ini (sejak beberapa tahun terakhir) dibatasi setahun empat unit saja,” urainya.

Baca Juga :  Legalisir Ijazah Cukup Melalui Pesan Singkat

Rencananya, Dishub Kabapaten Mojokerto bakal menggenjot jumlah pemasangan rambu di tahun berikutnya. Itu tak lain untuk memenuhi kekurangan rambu lalu lintas di sejumlah titik. ”Kami akan upayakan untuk menambah jumlahnya di pengajuan tahun depan. Karena rambu flashing light mapun rambu F ini belum semua terpasang di titik rawan kecelakaan dan sekolahan,” tandas Suroso. (vad/ron)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto bakal memasang 74 rambu baru yang akan disebar di jalur wisata dan kawasan pendidikan. Penambahan fasilitas ini lantaran wilayah dengan 18 kecamatan ini minim prasarana penunjang lalu lintas tersebut.

Puluhan rambu lalu lintas tersebut terdiri dari rambu bersuar dan tidak bersuar. Yakni rambu F dan rambu flashing light. Yang mengisyarakat pengguna jalan untuk berhati-hati dan sigap dalam mengatasi kondisi lalu lintas serta medan.

Saat ini, petugas sudah memasang sebagian rambu dan mulai disebar di wilayah Dawarblandong hingga Trawas. ”Saat ini kami juga memasang empat rambu flashing light atau rambu bersuar di empat titik. Masing-masing satu di wilayah Pacet, Mojosari, Jatirejo, dan Mojoanyar,” terang Kabid Prasarana Lalu Lintas dan Perparkiran DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Suroso.

Baca Juga :  Bansos Terdampak PPKM, Bulog Siapkan 2 Ribu Ton Beras

Tak hanya itu, dishub juga mengatensi tingginya risiko kecelakaan di jalur wisata Pacet dan Trawas hingga kawasan pendidikan. Sebab, kedua kawasan tersebut dinilai punya risiko tinggi memicu kecelakaan. Sehingga, hal ini sekaligus sebagai salah satu upaya menekan angka kecelakaan. Utamanya bagi wisatawan yang masih buta medan. ”Kami tekankan di jalur wisata dan kawasan pendidikan. Pemasangan rambu-rambu ini memang menjadi atensi bersama sehingga ini melalui kajian hingga respon dan usulan dari masyarakat,” ungkapnya.

Sejauh ini, jumlah prasarana lalu lintas di wilayah ini dinilai minim. Sebab, menurut Suroso, jumlah rambu lalu lintas dengan luasan wilayah Kabupaten Mojokerto tidak sebanding. ”Sederhananya begini. Mestinya di depan sekolahan yang berada di sebelah jalan itu ada rambu. Minimal (satu) rambu flashing light. Masih banyak sekolahan yang belum ada rambunya. Apalagi pengadaan rambu flashing light ini (sejak beberapa tahun terakhir) dibatasi setahun empat unit saja,” urainya.

Baca Juga :  Hindari Lockdown, IGD Berlakukan Sistem Buka Tutup

Rencananya, Dishub Kabapaten Mojokerto bakal menggenjot jumlah pemasangan rambu di tahun berikutnya. Itu tak lain untuk memenuhi kekurangan rambu lalu lintas di sejumlah titik. ”Kami akan upayakan untuk menambah jumlahnya di pengajuan tahun depan. Karena rambu flashing light mapun rambu F ini belum semua terpasang di titik rawan kecelakaan dan sekolahan,” tandas Suroso. (vad/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/