alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Jabatan Direktur Dikontrak Lima Tahun

– RSUD Kota Dinakhodai Non-ASN
– Tiap Enam Bulan Akan Dievaluasi

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Setelah genap sebulan terpilih berdasarkan hasil seleksi, dr Sulaiman Rosyid akhirnya resmi dilantik sebagai Direktur RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, kemarin. Pejabat dari tenaga profesional atau non-aparatur sipil negara (ASN) itu dikontrak menakhodai Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) itu selama lima tahun ke depan.

Pengambilan sumpah dan pelantikan dilakukan Wali Kota Ika Puspitasari di Ruang Sabha Mandala Madya, Kantor Pemkot Mojokerto. Dalam prosesi tersebut dilakukan bersamaan dengan 13 pejabat pengawas lainnya yang masuk dalam gerbong rotasi, mutasi, sekaligus promosi.
Ning Ita, sapaan akrab wali kota menyatakan, pelantikan direktur rumah sakit pelat merah milik Pemkot Mojokerto itu merupakan tindak lanjut setelah diterbitkannya surat pengumuman 4 Maret lalu.

Berdasarkan hasil seleksi Direktur BLUD-RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto tahun 2022, mantan Direktur RSI Sakinah itu terpilih berdasarkan hasil uji kepatutan dan kelayakan dan wawancara akhir. ”Keputusan (memilih dr Sulaiman Rosyid) telah melalui banyak pertimbangan. Selain hasil asesmen, termasuk rekam jejak juga penting dalam menentukan jabatan di direktur di RSUD,” terangnya.

Baca Juga :  Terus Telurkan Inovasi Permudah Pembayaran Pajak

Dengan dilantiknya pejabat definitif itu, maka sekaligus mengakhiri masa jabatan dr Triastutik Sri Prastini yang sebelumnya merangkap sebagai pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. Sehingga, untuk pertama kalinya, kursi pucuk pimpinan di rumah sakit tipe B pendidikan diduduki pejabat dari non-ASN.

Dalam Surat Keputusan (SK) pengangkatan jabatan Direktur RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, dr Sulaiman Rosyid dijatah menjabat paling lama lima tahun. Kepala UDD PMI Kota Mojokerto itu dikontrak dengan masa jabatan 2022-2027 mendatang.

Ning Ita menyebut, kontrak kerja tersebut berpedoman dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 79 Tahun 2018 tentang BLUD dan Peraturan Wali Kota (Perwali) Mojokerto Nomor 77 Tahun 2021 tentang Pedoman Pengangkatan dan Pemberhentian Pejabat Pengelola pada BLUD RSUD yang Berasal dari Tenaga Profesional. ”Dalam SK pengangkatan juga jelas bahwa direktur RSUD harus bisa menjalankan sesuai rencana bisnis yang sudah ditetapkan,” katanya.

Baca Juga :  Perbasi Gembleng Pebasket di Tengah Liburan

Tak sekadar menjalankan fungsi pelayanan kesehatan. Direktur anyar juga ditarget bisa mengembangkan RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo menjadi pusat pendidikan bagi dokter spresialis. Termasuk memperluas jaringan dengan menggandeng RS lain di luar daerah. ”Karena RSUD menjadi satu-satunya RS tipe B pendidikan yang ada di wilayah Mojokerto dan sekitarnya,” tandasnya.

Bahkan, orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto ini juga akan melakukan evaluasi rutin dua kali dalam setahun. Terlebih, RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo juga menjadi salah satu penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tahun 2021 memperoleh Rp 175,7 miliar atau melampaui dari target Rp 128 miliar. ”Setiap enam bulan sekali akan saya evaluasi kinerjanya atas laporan dewan pengawas,” pungkasnya. (ram/ron)

– RSUD Kota Dinakhodai Non-ASN
– Tiap Enam Bulan Akan Dievaluasi

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Setelah genap sebulan terpilih berdasarkan hasil seleksi, dr Sulaiman Rosyid akhirnya resmi dilantik sebagai Direktur RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, kemarin. Pejabat dari tenaga profesional atau non-aparatur sipil negara (ASN) itu dikontrak menakhodai Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) itu selama lima tahun ke depan.

Pengambilan sumpah dan pelantikan dilakukan Wali Kota Ika Puspitasari di Ruang Sabha Mandala Madya, Kantor Pemkot Mojokerto. Dalam prosesi tersebut dilakukan bersamaan dengan 13 pejabat pengawas lainnya yang masuk dalam gerbong rotasi, mutasi, sekaligus promosi.
Ning Ita, sapaan akrab wali kota menyatakan, pelantikan direktur rumah sakit pelat merah milik Pemkot Mojokerto itu merupakan tindak lanjut setelah diterbitkannya surat pengumuman 4 Maret lalu.

Berdasarkan hasil seleksi Direktur BLUD-RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto tahun 2022, mantan Direktur RSI Sakinah itu terpilih berdasarkan hasil uji kepatutan dan kelayakan dan wawancara akhir. ”Keputusan (memilih dr Sulaiman Rosyid) telah melalui banyak pertimbangan. Selain hasil asesmen, termasuk rekam jejak juga penting dalam menentukan jabatan di direktur di RSUD,” terangnya.

Baca Juga :  Wali Kota Mas'ud Yunus di Gedung KPK

Dengan dilantiknya pejabat definitif itu, maka sekaligus mengakhiri masa jabatan dr Triastutik Sri Prastini yang sebelumnya merangkap sebagai pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. Sehingga, untuk pertama kalinya, kursi pucuk pimpinan di rumah sakit tipe B pendidikan diduduki pejabat dari non-ASN.

Dalam Surat Keputusan (SK) pengangkatan jabatan Direktur RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, dr Sulaiman Rosyid dijatah menjabat paling lama lima tahun. Kepala UDD PMI Kota Mojokerto itu dikontrak dengan masa jabatan 2022-2027 mendatang.

- Advertisement -

Ning Ita menyebut, kontrak kerja tersebut berpedoman dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 79 Tahun 2018 tentang BLUD dan Peraturan Wali Kota (Perwali) Mojokerto Nomor 77 Tahun 2021 tentang Pedoman Pengangkatan dan Pemberhentian Pejabat Pengelola pada BLUD RSUD yang Berasal dari Tenaga Profesional. ”Dalam SK pengangkatan juga jelas bahwa direktur RSUD harus bisa menjalankan sesuai rencana bisnis yang sudah ditetapkan,” katanya.

Baca Juga :  Wali Kota Resmikan Program Ning Ita di Sekolah

Tak sekadar menjalankan fungsi pelayanan kesehatan. Direktur anyar juga ditarget bisa mengembangkan RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo menjadi pusat pendidikan bagi dokter spresialis. Termasuk memperluas jaringan dengan menggandeng RS lain di luar daerah. ”Karena RSUD menjadi satu-satunya RS tipe B pendidikan yang ada di wilayah Mojokerto dan sekitarnya,” tandasnya.

Bahkan, orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto ini juga akan melakukan evaluasi rutin dua kali dalam setahun. Terlebih, RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo juga menjadi salah satu penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tahun 2021 memperoleh Rp 175,7 miliar atau melampaui dari target Rp 128 miliar. ”Setiap enam bulan sekali akan saya evaluasi kinerjanya atas laporan dewan pengawas,” pungkasnya. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/