alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Bagikan Tips Hidup Berkualitas dengan Penyakit Ginjal

Hari Ginjal Sedunia atau World Kidney Day (WKD) turut diperingati RSUD Prof Dr Soekandar Kabupaten Mojokerto. Di kegiatan ini, rumah sakit ini menggelar seminar awam, Sabtu (3/4).

Kegiatan yang juga rangkaian HUT RSUD Prof dr Soekandar Kabupaten Mojokerto ke 21 ini  diikuti peserta dari pasien instalasi hemodialisa dan keluarga ini menghadirkan narasumber penanggung jawab Instalasi hemodialisa RSUD Prof dr Soekandar,dr M Djumali SpPD.

Acara yang dikemas sederhana  ini mendapat respon positif dari peserta dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan pada narasumber.

Direktur RSUD Prof Dr Soekandar Kabupaten Mojokerto, dr Djalu Naskutub MMR  mengatakan, banyaknya pasien hemodialisa di RSUD prof dr soekandar mendorong pihaknya untuk terus meningkatkan pelayanan dengan menambah fasilitas hemodialisa dari 35 unit menjadi 50 unit. Sehingga akan mengurangi antrean pasien HD.

Baca Juga :  PDI Perjuangan Gerakkan Tanam Bibit Buah

Untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus memudahkan pelayanan HD, akan dibangun permanen di lantai 1 gedung tengah. ’’Kami akan terus meningkatkan layanan termasuk menambah unit HD menjadi 50 mesin dan pelayanan yang lain termasuk konsultasi pasien dengan tim HD seperti acara seminar  hari ini,’’ katanya.

dr M Djumali SpPD menegaskan, Hari Ginjal Sedunia atau World Kidney Day diperingati tanggal 11 Maret 2021 bertema Living Well with Kidney Disease atau Hidup Berkualitas dengan Penyakit Ginjal.

Ditegaskannya, dengan tema ini, pihaknya berharap, meski sakit ginjal dan harus menjalani cuci darah, pasien tetap mempunyai kualitas hidup bagus. Karena, dengan kualitas hidup bagus, pasien dapat menjalankan aktivitas seperti biasa dan tetap manjaga kesehatan dengan 6 M.

Baca Juga :  Modernisasi Koperasi agar Adaptif dan Berdaya Saing

Di acara ini, Djumali mengedukasi pasien dan keluarga terkait pola makan dan pola hidup sehat agar pasien dapat hidup normal dan keluarga dapat terhindar dari penyakit ginjal. ’’Ini untuk edukasi sekaligus upaya pencegahan dari penyakit ginjal,’’ ujarnya.

Ia juga turut mengajak masyarakat khususnya pasien dan keluarga pasien untuk menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari gagal ginjal. Caranya, menjaga pola hidup sehat dengan memperhatikan makanan yang selama ini dikonsumsi. ’’Acara  ini memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup sehat seperti gizi seimbang, hidrasi sehat, dan berolah raga secara teratur supaya bisa terhindar dari berbagai penyakit termasuk penyakit ginjal,’’ pungkasnya. (bas)

Hari Ginjal Sedunia atau World Kidney Day (WKD) turut diperingati RSUD Prof Dr Soekandar Kabupaten Mojokerto. Di kegiatan ini, rumah sakit ini menggelar seminar awam, Sabtu (3/4).

Kegiatan yang juga rangkaian HUT RSUD Prof dr Soekandar Kabupaten Mojokerto ke 21 ini  diikuti peserta dari pasien instalasi hemodialisa dan keluarga ini menghadirkan narasumber penanggung jawab Instalasi hemodialisa RSUD Prof dr Soekandar,dr M Djumali SpPD.

Acara yang dikemas sederhana  ini mendapat respon positif dari peserta dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan pada narasumber.

Direktur RSUD Prof Dr Soekandar Kabupaten Mojokerto, dr Djalu Naskutub MMR  mengatakan, banyaknya pasien hemodialisa di RSUD prof dr soekandar mendorong pihaknya untuk terus meningkatkan pelayanan dengan menambah fasilitas hemodialisa dari 35 unit menjadi 50 unit. Sehingga akan mengurangi antrean pasien HD.

Baca Juga :  Kasus Virus Korona Tinggi, Beraktivitas Abaikan Protokol Kesehatan

Untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus memudahkan pelayanan HD, akan dibangun permanen di lantai 1 gedung tengah. ’’Kami akan terus meningkatkan layanan termasuk menambah unit HD menjadi 50 mesin dan pelayanan yang lain termasuk konsultasi pasien dengan tim HD seperti acara seminar  hari ini,’’ katanya.

dr M Djumali SpPD menegaskan, Hari Ginjal Sedunia atau World Kidney Day diperingati tanggal 11 Maret 2021 bertema Living Well with Kidney Disease atau Hidup Berkualitas dengan Penyakit Ginjal.

- Advertisement -

Ditegaskannya, dengan tema ini, pihaknya berharap, meski sakit ginjal dan harus menjalani cuci darah, pasien tetap mempunyai kualitas hidup bagus. Karena, dengan kualitas hidup bagus, pasien dapat menjalankan aktivitas seperti biasa dan tetap manjaga kesehatan dengan 6 M.

Baca Juga :  Pasien Meninggal Bukan karena Virus Korona

Di acara ini, Djumali mengedukasi pasien dan keluarga terkait pola makan dan pola hidup sehat agar pasien dapat hidup normal dan keluarga dapat terhindar dari penyakit ginjal. ’’Ini untuk edukasi sekaligus upaya pencegahan dari penyakit ginjal,’’ ujarnya.

Ia juga turut mengajak masyarakat khususnya pasien dan keluarga pasien untuk menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari gagal ginjal. Caranya, menjaga pola hidup sehat dengan memperhatikan makanan yang selama ini dikonsumsi. ’’Acara  ini memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup sehat seperti gizi seimbang, hidrasi sehat, dan berolah raga secara teratur supaya bisa terhindar dari berbagai penyakit termasuk penyakit ginjal,’’ pungkasnya. (bas)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/