alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Pernah Nyaleg, Calon PPS Akan Dicoret

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ribuan pendaftar Panitia Pemungutan Suara (PPS) mulai menjalani seleksi di masing-masing kantor kecamatan, Rabu (4/3). Di seleksi ini, pendaftar dengan nilai terendah akan gugur.

Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin, mengatakan, para peserta yang mengikuti seleksi tulis selama sehari itu, akan dilakukan penilaian selama tiga hari. Yakni, mulai Kamis-Sabtu (5-7). ’’Dan, nilai terendah, secara otomatis akan dicoret. Dan tak bisa melanjutkan seleksi lanjutan berupa wawancara,’’ ungkapnya.

Peserta yang berpeluang melanjutkan ke seleksi lanjutan, yakni dengan nilai ujian tulis minimal 60. ’’Nilai terendah, secara otomatis akan gugur,’’ imbuh Zainul.

Dengan ujian tulis, maka panitia seleksi yang dilakukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), akan menemukan minimal 6 nama. Mereka inilah yang melanjutkan ke tahapan selanjutnya. Yakni, tes wawancara selama dua hari, terhitung sejak 11  Maret nanti.

Baca Juga :  Air Zamzam Tak Laku, Kini Jahit Masker, Mukenah dan Daster

Zainul menambahkan, KPU memasang metode seleksi berbeda dengan rekrutmen panitia pengawas (panwas) yang dilakukan bawaslu. Jika bawaslu menggunakan metode passing grade atau batas minimal nilai, sementara bawaslu menggunakan skoring secara global.

Sementara itu, mereka yang lolos dan akan menjalani proses wawancara, kata Zainul, akan dipilih panitia sebanyak 6 orang. Tiga orang dilantik menjadi PPS. Dan tiga orang disiapkan menjadi cadangan atau pergantian antarwaktu (PAW).

Tiga nama yang berpotensi menjalani PAW ini, ditentukan sejumlah faktor. Zainul menerangkan, PAW bisa terjadi jika KPU menemukan pelanggaran berat berupa masuk dalam sistem informasi politik (sipol), sistem informasi pemilihan (silon), masuk dalam Daftar Calon Sementara  (DCS) dan Daftar Calon Tetap (DCT). ’’Jika yang bersangkutan ditemukan pernah tercatat 4 instrumen itu, pasti akan kami coret,’’ tegas dia.

Baca Juga :  Bupati Terobos Hutan, Lirik Potensi Air Terjun Coban Kabejan

Lalu siapa yang akan membongkar identitas calon itu? Zainul menjelaskan, KPU membuka ruang yang sangat luas terhadap masyarakat yang melaporkan nama-nama itu ke KPU. KPU membuka ruang selama lima hari terhitung sejak 15 Maret nanti. ’’Setelah ada laporan masyarakat, baru kita lakukan klarifikasi. Apakah benar yang bersangutan pernah nyaleg (menjadi calon legislatif). Jika laporan itu benar, tentunya ada konsekueksi,’’ tambahnya.

Proses rekrutmen PPS akan dilakukan sangat selektif oleh KPU. Karena, PPS merupakan ujung tombak selama proses pilkada berlangsung. Mereka tak sekedar membantu proses pemungutan. Namun, juga ikut bertanggung jawab melakukan perbaikan daftar pemilih.

Perlu diketahui, sebanyak 2.049 orang berebut menjadi PPS di Pilbup 23 September nanti. Mereka akan berkompetisi menduduki 912 kursi yang tersedia.

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ribuan pendaftar Panitia Pemungutan Suara (PPS) mulai menjalani seleksi di masing-masing kantor kecamatan, Rabu (4/3). Di seleksi ini, pendaftar dengan nilai terendah akan gugur.

Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin, mengatakan, para peserta yang mengikuti seleksi tulis selama sehari itu, akan dilakukan penilaian selama tiga hari. Yakni, mulai Kamis-Sabtu (5-7). ’’Dan, nilai terendah, secara otomatis akan dicoret. Dan tak bisa melanjutkan seleksi lanjutan berupa wawancara,’’ ungkapnya.

Peserta yang berpeluang melanjutkan ke seleksi lanjutan, yakni dengan nilai ujian tulis minimal 60. ’’Nilai terendah, secara otomatis akan gugur,’’ imbuh Zainul.

Dengan ujian tulis, maka panitia seleksi yang dilakukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), akan menemukan minimal 6 nama. Mereka inilah yang melanjutkan ke tahapan selanjutnya. Yakni, tes wawancara selama dua hari, terhitung sejak 11  Maret nanti.

Baca Juga :  Warga Meninggal dan Punya Mobil Dapat Jatah Bantuan Langsung Tunai

Zainul menambahkan, KPU memasang metode seleksi berbeda dengan rekrutmen panitia pengawas (panwas) yang dilakukan bawaslu. Jika bawaslu menggunakan metode passing grade atau batas minimal nilai, sementara bawaslu menggunakan skoring secara global.

Sementara itu, mereka yang lolos dan akan menjalani proses wawancara, kata Zainul, akan dipilih panitia sebanyak 6 orang. Tiga orang dilantik menjadi PPS. Dan tiga orang disiapkan menjadi cadangan atau pergantian antarwaktu (PAW).

- Advertisement -

Tiga nama yang berpotensi menjalani PAW ini, ditentukan sejumlah faktor. Zainul menerangkan, PAW bisa terjadi jika KPU menemukan pelanggaran berat berupa masuk dalam sistem informasi politik (sipol), sistem informasi pemilihan (silon), masuk dalam Daftar Calon Sementara  (DCS) dan Daftar Calon Tetap (DCT). ’’Jika yang bersangkutan ditemukan pernah tercatat 4 instrumen itu, pasti akan kami coret,’’ tegas dia.

Baca Juga :  Pandemi, Selaraskan Intelektual dan Teknologi

Lalu siapa yang akan membongkar identitas calon itu? Zainul menjelaskan, KPU membuka ruang yang sangat luas terhadap masyarakat yang melaporkan nama-nama itu ke KPU. KPU membuka ruang selama lima hari terhitung sejak 15 Maret nanti. ’’Setelah ada laporan masyarakat, baru kita lakukan klarifikasi. Apakah benar yang bersangutan pernah nyaleg (menjadi calon legislatif). Jika laporan itu benar, tentunya ada konsekueksi,’’ tambahnya.

Proses rekrutmen PPS akan dilakukan sangat selektif oleh KPU. Karena, PPS merupakan ujung tombak selama proses pilkada berlangsung. Mereka tak sekedar membantu proses pemungutan. Namun, juga ikut bertanggung jawab melakukan perbaikan daftar pemilih.

Perlu diketahui, sebanyak 2.049 orang berebut menjadi PPS di Pilbup 23 September nanti. Mereka akan berkompetisi menduduki 912 kursi yang tersedia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/