alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Game Online Bikin Wali Murid Resah, Nilai USBN Jeblok

MOJOKERTO – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Wilayah Kabupaten/Kota Mojokerto, Mariyono, mengimbau SMA/SMK negeri dan swasta untuk mengingatkan siswanya menghindari permainan game online.

Peringatan ini, selain untuk memperbaikan nilai ujian sekolah berstandar nasional (USBN) dan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) yang anjlok tahun 2018. Juga untuk menghindari siswa kecanduan game tersebut.

”Itu ya ada efek (dampak) anak-anak terlalu fokus sama game online,’’ katanya kemarin (4/3). Tahun ini UNBK akan tetap menggunakan sistem higher order thinking skills (HOTS). Di mana, diketahui untuk soal-soal yang disajikan akan lebih sulit lagi dari tahun 2018 lalu.

Maryono menyatakan, Sabtu (2/3) lalu, pihaknya sudah memberikan imbauan kepada semua SMA/SMK segera mengadakan pertemuan bersama wali murid untuk bisa bekerja sama dalam menyukseskan ujian tahun 2019 ini. Semua kepala sekolah (kasek) agar memberi arahan kepada wali murid agar memberikan penekanan kepada anak-anaknya untuk menghindari game online.

Baca Juga :  Dibekali Ilmu Entrepreneur

 ”Karena harus ada kerja sama juga dengan orang tua. Tidak hanya pihak sekolah yang koar-koar supaya anak-anak mengurangi game online ini,’’ jelasnya. Dia meambahkan, meski pun UNBK tahun ini tetap bukan menjadi syarat kelulusan, pihaknya meminta semua peserta ujian tetap bersunggung-sungguh, dan mengedepankan kejujuran dalam menghadapi UNBK.

Oleh karena itu, Maryono berharap tahun ini, nilai ujian lebih memuaskan dan lebih baik dari tahun lalu. ”Ya kita liat nanti hasilnya. Yang penting, kini kita sudah melakukan-melakukan perbaikan agar nilainya lebih bagus,’’ tandasnya.

Terpisah, Kepala SMAN 1 Kota Mojokerto Imam Wahyudi,  menyatakan, game online memang menjadi masalah serius bagi siswa dan sekolah. Menyusul, dampaknya saat ini sudah memengaruhi nilai ulangan harian siswa di sekolah. Agar nilai mereka tidak anjlok, sekolah kini memberikan penekanan kepada seluruh siswa untuk mengurangi game online tersebut.

Baca Juga :  DPRD Kota Bentuk Pansus

Selain itu, lanjut Imam, pihaknya juga sudah mengumpulkan seluruh wali murid untuk bekerja sama agar bisa memberikan arahan kepada putra-putri mereka untuk diarahkan fokus belajar menghadapi USBN. ”Kita sudah kumpulkan semua wali murid, dan mereka ternyata juga mengeluhkan hal itu (game online, Red) tersebut,’’ ujarnya. (ras)

 

 

MOJOKERTO – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Wilayah Kabupaten/Kota Mojokerto, Mariyono, mengimbau SMA/SMK negeri dan swasta untuk mengingatkan siswanya menghindari permainan game online.

Peringatan ini, selain untuk memperbaikan nilai ujian sekolah berstandar nasional (USBN) dan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) yang anjlok tahun 2018. Juga untuk menghindari siswa kecanduan game tersebut.

”Itu ya ada efek (dampak) anak-anak terlalu fokus sama game online,’’ katanya kemarin (4/3). Tahun ini UNBK akan tetap menggunakan sistem higher order thinking skills (HOTS). Di mana, diketahui untuk soal-soal yang disajikan akan lebih sulit lagi dari tahun 2018 lalu.

Maryono menyatakan, Sabtu (2/3) lalu, pihaknya sudah memberikan imbauan kepada semua SMA/SMK segera mengadakan pertemuan bersama wali murid untuk bisa bekerja sama dalam menyukseskan ujian tahun 2019 ini. Semua kepala sekolah (kasek) agar memberi arahan kepada wali murid agar memberikan penekanan kepada anak-anaknya untuk menghindari game online.

Baca Juga :  Dibekali Ilmu Entrepreneur

 ”Karena harus ada kerja sama juga dengan orang tua. Tidak hanya pihak sekolah yang koar-koar supaya anak-anak mengurangi game online ini,’’ jelasnya. Dia meambahkan, meski pun UNBK tahun ini tetap bukan menjadi syarat kelulusan, pihaknya meminta semua peserta ujian tetap bersunggung-sungguh, dan mengedepankan kejujuran dalam menghadapi UNBK.

Oleh karena itu, Maryono berharap tahun ini, nilai ujian lebih memuaskan dan lebih baik dari tahun lalu. ”Ya kita liat nanti hasilnya. Yang penting, kini kita sudah melakukan-melakukan perbaikan agar nilainya lebih bagus,’’ tandasnya.

- Advertisement -

Terpisah, Kepala SMAN 1 Kota Mojokerto Imam Wahyudi,  menyatakan, game online memang menjadi masalah serius bagi siswa dan sekolah. Menyusul, dampaknya saat ini sudah memengaruhi nilai ulangan harian siswa di sekolah. Agar nilai mereka tidak anjlok, sekolah kini memberikan penekanan kepada seluruh siswa untuk mengurangi game online tersebut.

Baca Juga :  3 Ribu Ibu Hamil Alami Risiko Tinggi

Selain itu, lanjut Imam, pihaknya juga sudah mengumpulkan seluruh wali murid untuk bekerja sama agar bisa memberikan arahan kepada putra-putri mereka untuk diarahkan fokus belajar menghadapi USBN. ”Kita sudah kumpulkan semua wali murid, dan mereka ternyata juga mengeluhkan hal itu (game online, Red) tersebut,’’ ujarnya. (ras)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/