alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, May 23, 2022

Plengsengan Kali Sadar Ambrol Lagi

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Plengsengan Kali Sadar di Kota Mojokerto yang ambrol menarik perhatian warga. Mereka menanti segera ada upaya perbaikan, mengingat curah hujan yang tinggi di masa puncak musim penghujan ini.

Ambrolnya plengsengan Kali Sadar ini menimpa di Lingkungan Ngaglik, Kelurahan/Kecamatan Kranggan. Kejadian ini merupakan yang kedua kalinya pada awal tahun 2020. Sebelumnya, plengsengan Kali Sadar ambrol di wilayah Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari.

Januari lalu, plengsengan yang berdekatan dengan Jembatan Kedungsari dilintasi Jalan Raya Bypass Kota Mojokerto, juga mengalami ambrol. Sudah ada upaya perbaikan di lokasi. Mengingat, lokasi ambrol berdekatan jembatan yang merupakan ruas jalan trans nasional. Memasuki puncak musim hujan tahun 2020 ini, ambrol kembali terjadi di plengsengan Kali Sadar area Ngaglik.

Masyarakat kini menanti segera ada upaya perbaikan plengsengan. Sebab, lokasinya hanya berjarak 5 meter dari perkampungan padat penduduk, di Lingkungan Ngaglik Gang 3, Kelurahan/Kecamatan Kranggan. Upaya perbaikan plengsengan tersebut ditunggu masyarakat. Terlebih, atensi dari pucuk pimpinan Pemkot Mojokerto, Wali Kota Ika Puspitasari (Ning Ita) yang meninjau lokasi telah dilakukan.

Baca Juga :  Tinjau Banjir Dawarblandong, Khofifah Sentil Kasus Ilegal Mining

’’Kalau wali kota sudah turun melangkah, berarti upaya koordinasi OPD dengan pihak terkait tinggal menunggu pelaksanaannya saja,’’ ujar Mohamad Harun, anggota Komisi II DPRD Kota Mojokerto, kemarin. Untuk itu, pihaknya mengaku memantau perkembangan selanjutnya. Yang jelas, upaya perbaikan plengsengan diharapkan dilakukan percepatan. ’’Kami juga nanti akan kita tanyakan kepada wali kota,’’ tambah politisi Gerindra ini.

Ambrolnya plengsengan Kali Sadar ini, kata dia, memang bukan yang pertama. Harun mengaku pernah mendapatkan pengaduan warga terkait plengsengan ambrol beberapa waktu lalu. Lokasinya, di Lingkungan Ngaglik Gotong Royong pada 18 Desember 2019 silam. ’’Saat itu sudah kami laporkan ke DPUPR dan langsung dikoordinasikan ke BBWS,’’ tukas dewan dua periode ini.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Mojokerto Mashudi menyatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Sebab, plengsengan Kali Sadar berada dalam kewenangan instansi yang berkantor di Surabaya tersebut. ’’Kita sudah laporkan BBWS agar dapat penanganan segera. Hari ini (kemarin, Red) tim sudah turun ke lapangan untuk survei. Berikutnya saya koordinasikan pelaksanaannya,’’ terang dia.

Baca Juga :  Cek Porsi Cukup Lewat Aplikasi

Menurut informasi yang dihimpun sepanjang tahun 2019 hingga Februari tahun 2020 ini, setidaknya terdapat empat kejadian plengsengan Kali Sadar mengalami ambrol. Pertama, terjadi di RT 01/RW 05 Lingkungan Kuti, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari. Plengsengan yang rusak sepanjang 20 meter dengan kedalaman 4 meter.

Kedua, terjadi di area Dam Kuti. Berjarak sekitar 300 meter dari lokasi pertama. Panjang plengsengan yang ambrol mencapai 10 meter, dengan kedalaman 4 meter. Sedangkan, ketiga terjadi di mulut gang Ngaglik Jalan Pahlawan, Kelurahan Kranggan.

Lokasi itu, berjarak 50 meter dari rumah dinas kapolresta dan jembatan Jalan Pahlawan. Kejadian tersebut langsung ditangani darurat oleh pemkot, kemudian ditindaklanjuti perbaikan plengsengan oleh BBWS Brantas.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Plengsengan Kali Sadar di Kota Mojokerto yang ambrol menarik perhatian warga. Mereka menanti segera ada upaya perbaikan, mengingat curah hujan yang tinggi di masa puncak musim penghujan ini.

Ambrolnya plengsengan Kali Sadar ini menimpa di Lingkungan Ngaglik, Kelurahan/Kecamatan Kranggan. Kejadian ini merupakan yang kedua kalinya pada awal tahun 2020. Sebelumnya, plengsengan Kali Sadar ambrol di wilayah Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari.

Januari lalu, plengsengan yang berdekatan dengan Jembatan Kedungsari dilintasi Jalan Raya Bypass Kota Mojokerto, juga mengalami ambrol. Sudah ada upaya perbaikan di lokasi. Mengingat, lokasi ambrol berdekatan jembatan yang merupakan ruas jalan trans nasional. Memasuki puncak musim hujan tahun 2020 ini, ambrol kembali terjadi di plengsengan Kali Sadar area Ngaglik.

Masyarakat kini menanti segera ada upaya perbaikan plengsengan. Sebab, lokasinya hanya berjarak 5 meter dari perkampungan padat penduduk, di Lingkungan Ngaglik Gang 3, Kelurahan/Kecamatan Kranggan. Upaya perbaikan plengsengan tersebut ditunggu masyarakat. Terlebih, atensi dari pucuk pimpinan Pemkot Mojokerto, Wali Kota Ika Puspitasari (Ning Ita) yang meninjau lokasi telah dilakukan.

Baca Juga :  Proyek Putus Kontrak Diusut BPK

’’Kalau wali kota sudah turun melangkah, berarti upaya koordinasi OPD dengan pihak terkait tinggal menunggu pelaksanaannya saja,’’ ujar Mohamad Harun, anggota Komisi II DPRD Kota Mojokerto, kemarin. Untuk itu, pihaknya mengaku memantau perkembangan selanjutnya. Yang jelas, upaya perbaikan plengsengan diharapkan dilakukan percepatan. ’’Kami juga nanti akan kita tanyakan kepada wali kota,’’ tambah politisi Gerindra ini.

Ambrolnya plengsengan Kali Sadar ini, kata dia, memang bukan yang pertama. Harun mengaku pernah mendapatkan pengaduan warga terkait plengsengan ambrol beberapa waktu lalu. Lokasinya, di Lingkungan Ngaglik Gotong Royong pada 18 Desember 2019 silam. ’’Saat itu sudah kami laporkan ke DPUPR dan langsung dikoordinasikan ke BBWS,’’ tukas dewan dua periode ini.

- Advertisement -

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Mojokerto Mashudi menyatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Sebab, plengsengan Kali Sadar berada dalam kewenangan instansi yang berkantor di Surabaya tersebut. ’’Kita sudah laporkan BBWS agar dapat penanganan segera. Hari ini (kemarin, Red) tim sudah turun ke lapangan untuk survei. Berikutnya saya koordinasikan pelaksanaannya,’’ terang dia.

Baca Juga :  Proyek Tak Beres, Empat Rekanan Di-Blacklist

Menurut informasi yang dihimpun sepanjang tahun 2019 hingga Februari tahun 2020 ini, setidaknya terdapat empat kejadian plengsengan Kali Sadar mengalami ambrol. Pertama, terjadi di RT 01/RW 05 Lingkungan Kuti, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari. Plengsengan yang rusak sepanjang 20 meter dengan kedalaman 4 meter.

Kedua, terjadi di area Dam Kuti. Berjarak sekitar 300 meter dari lokasi pertama. Panjang plengsengan yang ambrol mencapai 10 meter, dengan kedalaman 4 meter. Sedangkan, ketiga terjadi di mulut gang Ngaglik Jalan Pahlawan, Kelurahan Kranggan.

Lokasi itu, berjarak 50 meter dari rumah dinas kapolresta dan jembatan Jalan Pahlawan. Kejadian tersebut langsung ditangani darurat oleh pemkot, kemudian ditindaklanjuti perbaikan plengsengan oleh BBWS Brantas.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/