alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Undang Tokoh Lintas Agama, Doakan Indonesia Aman

MOJOSARI – Hari ini Kelenteng TITD Hiap Thian Kiong Mojosari menyediakan sedikitnya seribu dupa untuk menyambut peribadahan.

Ribuan dupa tersebut juga disediakan bagi semua umat yang akan melangsungkan riutaul ibadah yang rencananya dimulai sejak pukul 00.00 dini hari tadi hingga selesai.

Selain itu, pada perayaan Tahun Baru Imlek 2019 ini, kelenteng turut mengundang tokoh lintas agama. Senin (4/2) hal itu diungkapkan pengurus Kelenteng TITD Hiap Thian Kiong Mojosari, Soero Santoso. ”Ya, itu (dupa, Red) semua kita sediakan untuk ibadah. Tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, dan Hindu dari wilayah Mojokerto juga kita undang,” katanya.

Menurut Soero Santoso, mulai kemarin sejak pukul 18.00 WIB, setiap umat yang datang sudah disuguhi masakan dan kudapan khas Imlek. Seperti buah, permen dan juga kue. Setelah itu, pukul 19.00 WIB acara berlanjut dengan pagelaran malam kesenian.

Baca Juga :  Babak Final Digelar Hari Ini

Seperti kesedian barongsai hingga pukul 23.30 WIB atau menjelang persiapan sembahyang bersama. Kedati demikian, tak semua umat bisa datang pada tengah malam. Biasanya, lanjut Soero Santoso, ada pula umat yang datang di pagi harinya.

”Umat yang tidak bisa datang malam, datang pagi hari dan melaksanakan ibadah sendiri-sendiri. Intinya, kita hanya memfasilitasi,” katanya. Menyusul, semua bagian kelenteng sejak tanggal 29 Januari lalu sudah dilakukan pembersihan. Termasuk memandikan rupang atau patung, mencuci jubah rupang, serta pembersihan ruangan, dan mempercantik kelenteng.

Terkait jumlah umat yang akan datang untuk beribadah, Soero Santoso mengaku biasanya mencapai ratusan. Melihat dari tahun-tahun sebelumnya yang biasanya full hingga sampai pelataran kelenteng. Mereka dari umat wilayah Mojosari dan beberapa lainnya berada di rantau menyempatkan pulang kampung.

Baca Juga :  Pemkab Bidik Keluarga Resiko Stunting

Tahun Baru Imlek tahun ini jatuh pada shio babi tanah. Shio babi tanah memiliki makna sebagai simbol kemakmuran. Soero Santoso mengharap, dalam Imlek kali ini rezeki masyarakat Indonesia dan juga pemerintah dapat diberikan kelancaran. Terlebih tahun ini adalah tahun politik yang akan digelar Pemilu 2019 dan Pemilihan Presiden (Pilpres).

”Kami berharap Indonesia aman, dan tidak ada perpecahan hanya karena politik dan termakan isu,” pungkasnya. (sad)

 

MOJOSARI – Hari ini Kelenteng TITD Hiap Thian Kiong Mojosari menyediakan sedikitnya seribu dupa untuk menyambut peribadahan.

Ribuan dupa tersebut juga disediakan bagi semua umat yang akan melangsungkan riutaul ibadah yang rencananya dimulai sejak pukul 00.00 dini hari tadi hingga selesai.

Selain itu, pada perayaan Tahun Baru Imlek 2019 ini, kelenteng turut mengundang tokoh lintas agama. Senin (4/2) hal itu diungkapkan pengurus Kelenteng TITD Hiap Thian Kiong Mojosari, Soero Santoso. ”Ya, itu (dupa, Red) semua kita sediakan untuk ibadah. Tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, dan Hindu dari wilayah Mojokerto juga kita undang,” katanya.

Menurut Soero Santoso, mulai kemarin sejak pukul 18.00 WIB, setiap umat yang datang sudah disuguhi masakan dan kudapan khas Imlek. Seperti buah, permen dan juga kue. Setelah itu, pukul 19.00 WIB acara berlanjut dengan pagelaran malam kesenian.

Baca Juga :  Babak Final Digelar Hari Ini

Seperti kesedian barongsai hingga pukul 23.30 WIB atau menjelang persiapan sembahyang bersama. Kedati demikian, tak semua umat bisa datang pada tengah malam. Biasanya, lanjut Soero Santoso, ada pula umat yang datang di pagi harinya.

”Umat yang tidak bisa datang malam, datang pagi hari dan melaksanakan ibadah sendiri-sendiri. Intinya, kita hanya memfasilitasi,” katanya. Menyusul, semua bagian kelenteng sejak tanggal 29 Januari lalu sudah dilakukan pembersihan. Termasuk memandikan rupang atau patung, mencuci jubah rupang, serta pembersihan ruangan, dan mempercantik kelenteng.

- Advertisement -

Terkait jumlah umat yang akan datang untuk beribadah, Soero Santoso mengaku biasanya mencapai ratusan. Melihat dari tahun-tahun sebelumnya yang biasanya full hingga sampai pelataran kelenteng. Mereka dari umat wilayah Mojosari dan beberapa lainnya berada di rantau menyempatkan pulang kampung.

Baca Juga :  Banjir Melanda Dua Kecamatan, Tujuh Desa Terendam, Warga Dievakuasi

Tahun Baru Imlek tahun ini jatuh pada shio babi tanah. Shio babi tanah memiliki makna sebagai simbol kemakmuran. Soero Santoso mengharap, dalam Imlek kali ini rezeki masyarakat Indonesia dan juga pemerintah dapat diberikan kelancaran. Terlebih tahun ini adalah tahun politik yang akan digelar Pemilu 2019 dan Pemilihan Presiden (Pilpres).

”Kami berharap Indonesia aman, dan tidak ada perpecahan hanya karena politik dan termakan isu,” pungkasnya. (sad)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/