alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Pegawai Dinas PUPR Terpapar Lagi

KABUPATEN, Jawa Pos Radar MojokertoAncaman klaster perkantoran terus menghantui di Kabupaten Mojokerto. Bahkan, paparan Covid-19 sudah kali kedua menyasar pegawai di lingkungan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto di Jalan Raden Wijaya, Kota Mojokerto.

’’Yang positif Covid-19 satu orang. Kabid PJJ (pengelolaan jalan dan jembatan). Mulai hari ini (kemarin, Red) izin tidak masuk,’’ ungkap Kepala DPUPR Kabupaten Mojokerto Bambang Purwanto, Senin (4/1).

Dengan positifnya satu pegawai ini, tercatat paparan virus mematikan tersebut sudah kali kedua mampir di lingkungan kerja DPUPR. Sebelumnya, awal Oktober tahun lalu setidaknya ada beberapa pegawai PUPR juga dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Meski waktu itu sempat diterapkan work from home (WFH), Bambang menegaskan tidak sampai mengganggu target capaian kinerja. ’’Begitu juga untuk saat ini, kantor tetap buka. Kerja seperti biasa,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Proyek Macet, Anggaran Rp 63 Miliar, Masih Terserap 18 Persen

Sebagai antisipasi persebaran begitu masif, pihaknya kembali menerapkan WFH bagi sejumlah pegawai yang bekerja satu bidang dengan yang terpapar. Kini, pihaknya sudah merekomendasikan untuk melakukan uji swab di Labkesda Jabon, Kecamatan Mojoanyar. Hal itu sekaligus menjadi upaya tracing, testing, hingga treatment bagi pegawai DPUPR lainnya yang melakukan kontak erat. ’’Untuk yang positif juga sudah jalani Isolasi di RSUD R.A Basoeni, Gedeg. Kalau pegawai yang bekerja satu bidang ini, ada 30-orang,’’ ujarnya.

Pihaknya mengaku tidak tahu jelas dari mana paparan Covid-19 itu terjadi. Namun, munculnya kasus tersebut diperkirakan melalui penularan aktivitas di luar kantor.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra menyatakan, hari ini pihaknya baru akan melakukan tracing bagi pegawai yang melakukan kontak erat dengan satu pegawai DPUPR yang terpapar. ’’Tapi, kasus ini belum termasuk klaster baru lagi di perkantoran,’’ ungkap dia.

Baca Juga :  Dansatgas Pastikan Semua Sasaran Tuntas Tepat Waktu

Langit menegaskan, dengan mobilitas di tengah libur panjang Natal dan Tahun Baru 2020 (Nataru), lonjakan kasus baru memang rentan terjadi. Menyusul, mobilitas masyarakat saat mengisi liburan juga menjadi salah satu pemicu.

Sehingga, sebagai antisipasi terus dilakukan tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto. Salah satunya dengan getol melakukan Operasi Yustisi diikuti dengan rapid test on the spot bagi yang terjaring melanggar prokes. ’’Zona merah yang terjadi beberapa waktu lalu memang dipengaruhi tingginya kasus baru. Itu karena kami meningkatkan tracing,’’ tegas dia.

KABUPATEN, Jawa Pos Radar MojokertoAncaman klaster perkantoran terus menghantui di Kabupaten Mojokerto. Bahkan, paparan Covid-19 sudah kali kedua menyasar pegawai di lingkungan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto di Jalan Raden Wijaya, Kota Mojokerto.

’’Yang positif Covid-19 satu orang. Kabid PJJ (pengelolaan jalan dan jembatan). Mulai hari ini (kemarin, Red) izin tidak masuk,’’ ungkap Kepala DPUPR Kabupaten Mojokerto Bambang Purwanto, Senin (4/1).

Dengan positifnya satu pegawai ini, tercatat paparan virus mematikan tersebut sudah kali kedua mampir di lingkungan kerja DPUPR. Sebelumnya, awal Oktober tahun lalu setidaknya ada beberapa pegawai PUPR juga dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Meski waktu itu sempat diterapkan work from home (WFH), Bambang menegaskan tidak sampai mengganggu target capaian kinerja. ’’Begitu juga untuk saat ini, kantor tetap buka. Kerja seperti biasa,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Dansatgas Pastikan Semua Sasaran Tuntas Tepat Waktu

Sebagai antisipasi persebaran begitu masif, pihaknya kembali menerapkan WFH bagi sejumlah pegawai yang bekerja satu bidang dengan yang terpapar. Kini, pihaknya sudah merekomendasikan untuk melakukan uji swab di Labkesda Jabon, Kecamatan Mojoanyar. Hal itu sekaligus menjadi upaya tracing, testing, hingga treatment bagi pegawai DPUPR lainnya yang melakukan kontak erat. ’’Untuk yang positif juga sudah jalani Isolasi di RSUD R.A Basoeni, Gedeg. Kalau pegawai yang bekerja satu bidang ini, ada 30-orang,’’ ujarnya.

Pihaknya mengaku tidak tahu jelas dari mana paparan Covid-19 itu terjadi. Namun, munculnya kasus tersebut diperkirakan melalui penularan aktivitas di luar kantor.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra menyatakan, hari ini pihaknya baru akan melakukan tracing bagi pegawai yang melakukan kontak erat dengan satu pegawai DPUPR yang terpapar. ’’Tapi, kasus ini belum termasuk klaster baru lagi di perkantoran,’’ ungkap dia.

Baca Juga :  Bencana Alam Masih Menghantui Kabupaten Mojokerto
- Advertisement -

Langit menegaskan, dengan mobilitas di tengah libur panjang Natal dan Tahun Baru 2020 (Nataru), lonjakan kasus baru memang rentan terjadi. Menyusul, mobilitas masyarakat saat mengisi liburan juga menjadi salah satu pemicu.

Sehingga, sebagai antisipasi terus dilakukan tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto. Salah satunya dengan getol melakukan Operasi Yustisi diikuti dengan rapid test on the spot bagi yang terjaring melanggar prokes. ’’Zona merah yang terjadi beberapa waktu lalu memang dipengaruhi tingginya kasus baru. Itu karena kami meningkatkan tracing,’’ tegas dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/