alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Covid Serang DPRD, Dewan Hapus Agenda

DPRD Kota Mojokerto memastikan untuk meniadakan agenda dewan selama sepekan ke depan. Langkah itu dilakukan guna mengantisipasi persebaran Covid-19 di dalam gedung wakil rakyat. Hari pertama aktif kerja Senin (4/1), gedung dewan yang berada di kompleks kantor Pemkot Mojokerto memberlakukan pembatasan kunjungan. Di pintu utama DPRD terpampang larangan masuk bagi pengunjung. Terkecuali, bagi anggota legislatif dan aparatur sipil negera (ASN) di sekretariat dewan (setwan).

Sekretaris DPRD Kota Mojokerto Mokhammad Effendi mengungkapkan, aktivitas dinas di hari Senin, telah berjalan normal seperti biasanya. Kendati demikian, pihaknya tetap memberlakukan pembatasan kunjungan. ”Tidak mungkin kalau kita lakukan lockdown. Karena kegiatan kita harus tetap terus berjalan,” terangnya, Senin (4/1).

Effendi menyebut, untuk sementara pihaknya melarang siapa pun untuk masuk ke dalam gedung legislatif. Hanya pegawai setwan dan anggota DPRD Kota Mojokerto yang diizinkan melewati pintu masuk.

Baca Juga :  Bayi Baru Lahir Yang Dilempar Ibunya ke Genting dalam Kondisi Membaik

Effendi mengatakan, jika pembatasan akses dilakukan dalam rangka mengantisipasi meluasnya persebaran Covid-19. Sebab, sebelumnya tercatat ada 4 anggota dewan dan 1 staf setwan DPRD Kota Mojokerto diketahui terkonfirmasi positif virus korona. Bahkan, 1 di antaranya meninggal dunia. ”Secara administrasi kan tetap harus kerja. Cuma kita tetap membatasi tamu biar tidak tambah melebar, sama-sama menjaga lah,” paparnya.

Di sisi lain, sterilisasi yang sebelumnya telah rutin kini digenjot kembali. Effendi menyebutkan, jika proses disinfeksi langsung dilaksanakan setiap usai digelar kegiatan. Demikian dengan tracing yang juga sudah dijalani oleh seluruh internal dewan dengan rapid test antigen negatif.

Meski begitu, pimpinan DPRD Kota Mojokerto telah menjalin kesepakatan untuk meniadakan seluruh kegiatan dewan. Keputusan itu diberlakukan mulai Senin hingga satu minggu ke depan. Effendi menyatakan, apabila agenda dewan akan kembali digulirkan jika penanganan Covid-19 dinilai sudah benar-benar terkendali. ”Pimpinan sepakat untuk sementara, seperti ini dulu sampai satu minggu. Jadi untuk kegiatan kedewanan masih belum ada. Insya Allah kegiatan baru mulai Senin (11/1) depan,” tandasnya.

Baca Juga :  Salahi Aturan dan Izin Habis, Empat Reklame Nakal Disegel

Menurut Effendi, agenda perdana yang bakal dilangsungkan oleh kalangan legilatif membahas Rencana Kerja (Renja) DPRD Kota Mojokerto Tahun 2021. Namun, agenda tersebut terpaksa harus dijadwal ulang pekan depan. ”Kalau perkembangan minggu depan seperti apa kita tidak tahu. Mudah-mudahan tidak tambah lagi. Jadi semua kegiatan bisa kembali seperti semula,” imbuhnya.

Effendi menyatakan jika anggota DPRD maupun staf setwan yang sebelumnya terkonfirmasi positif sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Hanya saja, masing-masing belum dapat langsung aktif berdinas lantaran masih dalam tahap pemulihan. ”Semuanya sudah pulang. Biarpun pulang, tapi kan harus tetap di rumah dulu hingga pemulihan selesai,” pungkasnya.

DPRD Kota Mojokerto memastikan untuk meniadakan agenda dewan selama sepekan ke depan. Langkah itu dilakukan guna mengantisipasi persebaran Covid-19 di dalam gedung wakil rakyat. Hari pertama aktif kerja Senin (4/1), gedung dewan yang berada di kompleks kantor Pemkot Mojokerto memberlakukan pembatasan kunjungan. Di pintu utama DPRD terpampang larangan masuk bagi pengunjung. Terkecuali, bagi anggota legislatif dan aparatur sipil negera (ASN) di sekretariat dewan (setwan).

Sekretaris DPRD Kota Mojokerto Mokhammad Effendi mengungkapkan, aktivitas dinas di hari Senin, telah berjalan normal seperti biasanya. Kendati demikian, pihaknya tetap memberlakukan pembatasan kunjungan. ”Tidak mungkin kalau kita lakukan lockdown. Karena kegiatan kita harus tetap terus berjalan,” terangnya, Senin (4/1).

Effendi menyebut, untuk sementara pihaknya melarang siapa pun untuk masuk ke dalam gedung legislatif. Hanya pegawai setwan dan anggota DPRD Kota Mojokerto yang diizinkan melewati pintu masuk.

Baca Juga :  Puskesmas Dilarang Tolak Pasien, Bumil dan Warga Luar Wajib Dilayani

Effendi mengatakan, jika pembatasan akses dilakukan dalam rangka mengantisipasi meluasnya persebaran Covid-19. Sebab, sebelumnya tercatat ada 4 anggota dewan dan 1 staf setwan DPRD Kota Mojokerto diketahui terkonfirmasi positif virus korona. Bahkan, 1 di antaranya meninggal dunia. ”Secara administrasi kan tetap harus kerja. Cuma kita tetap membatasi tamu biar tidak tambah melebar, sama-sama menjaga lah,” paparnya.

Di sisi lain, sterilisasi yang sebelumnya telah rutin kini digenjot kembali. Effendi menyebutkan, jika proses disinfeksi langsung dilaksanakan setiap usai digelar kegiatan. Demikian dengan tracing yang juga sudah dijalani oleh seluruh internal dewan dengan rapid test antigen negatif.

Meski begitu, pimpinan DPRD Kota Mojokerto telah menjalin kesepakatan untuk meniadakan seluruh kegiatan dewan. Keputusan itu diberlakukan mulai Senin hingga satu minggu ke depan. Effendi menyatakan, apabila agenda dewan akan kembali digulirkan jika penanganan Covid-19 dinilai sudah benar-benar terkendali. ”Pimpinan sepakat untuk sementara, seperti ini dulu sampai satu minggu. Jadi untuk kegiatan kedewanan masih belum ada. Insya Allah kegiatan baru mulai Senin (11/1) depan,” tandasnya.

Baca Juga :  Dinkes Tak Maksimal Tanggapi Kasus DBD, Desa Fogging Mandiri
- Advertisement -

Menurut Effendi, agenda perdana yang bakal dilangsungkan oleh kalangan legilatif membahas Rencana Kerja (Renja) DPRD Kota Mojokerto Tahun 2021. Namun, agenda tersebut terpaksa harus dijadwal ulang pekan depan. ”Kalau perkembangan minggu depan seperti apa kita tidak tahu. Mudah-mudahan tidak tambah lagi. Jadi semua kegiatan bisa kembali seperti semula,” imbuhnya.

Effendi menyatakan jika anggota DPRD maupun staf setwan yang sebelumnya terkonfirmasi positif sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Hanya saja, masing-masing belum dapat langsung aktif berdinas lantaran masih dalam tahap pemulihan. ”Semuanya sudah pulang. Biarpun pulang, tapi kan harus tetap di rumah dulu hingga pemulihan selesai,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/