alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

49 Anak Terpapar Covid, Satu Meninggal

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto –Sebanyak 49 anak di Kabupaten Mojokerto terpapar Covid-19 medio Mei hingga Desember 2020. Dari jumlah itu, satu di antaranya meninggal dunia.

”Risiko terpapar anak-anak sama dengan dewasa. Tapi, berdasarkan penelitian terakhir Juni lalu, memang angka kejadian untuk anak masih berkisar 6 persen dari kasus terkonfirmasi seluruhnya,” ujar Dokter Spesialis Anak di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Soekandar, Kabupaten Mojokerto dr Anggono R. Arfianto, Senin (4/1).

Sedangkan untuk kasus kematian memang hampir mendekati 8 persen dari seluruh pasien yang terkonfirmasi. Dia menyatakan angka terpapar Covid-19 bagi anak-anak belum sebanding dengan kasus dewasa. Lantaran kemungkinan respons imun pada anak-anak yang sehat dan kebal terhadap penyakit lebih baik. Sehingga, hal itu dinilai sebagai kelebihan sistem imun seorang anak.

Namun, dia tak bisa memastikan bahwa studi tentang orang dewasa lebih rentan terpapar korona dibandingkan anak-anak. ”Untuk penularan kurang lebih sama dengan dewasa. Ada yang namanya kontak erat, mungkin berjarak kurang dari satu meter berdekatan lebih dari 15 menit dengan orang terkonfirmasi atau suspect itu juga bisa,” terang Anggono.

Baca Juga :  Byuh, Buruh Mojokerto Minta UMK 2018 Hampir Rp 4 Juta

Dia menambahkan, tak sedikit bayi yang juga terkena kasus positif. Sehingga, hal tersebut mustahil jika dikatakan bahwa korona tidak bisa menjangkiti anak-anak sekalipun. Terutama, klaster keluarga, yang juga menjadi salah satu pemicu sang anak bisa tertular Covid-19. ”Tapi, tidak menutup kemungkinan juga anak-anak justru jadi sumber penularan. Perilaku anak-anak kan karena mereka masih kecil, namanya anak-anak,” imbuh dia. Semisal, mereka batuk dan bersin sembarangan, kemudian droplet kemana-mana. Hal ini pula yang memicu penyebaran dan dominan anak-anak ditemukan sebagai kasus orang tanpa gejala (OTG).

Dia melanjutkan, anak-anak yang OTG memang seharusnya dilakukan pengawasan ketat selama menjalani isolasi mandiri. Namun, sebetulnya, alangkah baiknya si anak langsung dilakukan isolasi di RS rujukan atau fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) yang menyediakan ruang isolasi. Karena memang selama diisolasi, anak-anak tetap butuh asuhan dari orang tua. ”Jadi, ini saya masih nyari caranya gimana klaster keluarga itu bisa menjalani isolasi sekalian sama anaknya gitu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Belasan Anak Usia Dini Hamil sebelum Nikah

Selama menangani pasien anak-anak, Anggono mengatakan hal tersebut memang sulit. Apalagi anak-anak bukanlah miniatur dari orang dewasa. Sehingga, butuh perlakuan dan pengobatan dengan cara yang khusus. ”Untuk pengobatan kami nggak pernah sefrontal itu, jadi harus di-screening mana yang butuh pengobatan agresif dan yang variatif,” lanjutnya.

Di RSUD pelat merah sendiri, untuk pasien anak-anak tersedia 18 tempat tidur (TT). Tiga TT untuk perawatan intensif, dan tiga TT lainnya untuk non-intensif atau mereka yang OTG. Sisanya bagi yang transisi atau masih dalam status suspect sehingga masih harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (oce)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto –Sebanyak 49 anak di Kabupaten Mojokerto terpapar Covid-19 medio Mei hingga Desember 2020. Dari jumlah itu, satu di antaranya meninggal dunia.

”Risiko terpapar anak-anak sama dengan dewasa. Tapi, berdasarkan penelitian terakhir Juni lalu, memang angka kejadian untuk anak masih berkisar 6 persen dari kasus terkonfirmasi seluruhnya,” ujar Dokter Spesialis Anak di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Soekandar, Kabupaten Mojokerto dr Anggono R. Arfianto, Senin (4/1).

Sedangkan untuk kasus kematian memang hampir mendekati 8 persen dari seluruh pasien yang terkonfirmasi. Dia menyatakan angka terpapar Covid-19 bagi anak-anak belum sebanding dengan kasus dewasa. Lantaran kemungkinan respons imun pada anak-anak yang sehat dan kebal terhadap penyakit lebih baik. Sehingga, hal itu dinilai sebagai kelebihan sistem imun seorang anak.

Namun, dia tak bisa memastikan bahwa studi tentang orang dewasa lebih rentan terpapar korona dibandingkan anak-anak. ”Untuk penularan kurang lebih sama dengan dewasa. Ada yang namanya kontak erat, mungkin berjarak kurang dari satu meter berdekatan lebih dari 15 menit dengan orang terkonfirmasi atau suspect itu juga bisa,” terang Anggono.

Baca Juga :  Digitalisasi Membantu UMKM Bertahan di Masa Pandemi

Dia menambahkan, tak sedikit bayi yang juga terkena kasus positif. Sehingga, hal tersebut mustahil jika dikatakan bahwa korona tidak bisa menjangkiti anak-anak sekalipun. Terutama, klaster keluarga, yang juga menjadi salah satu pemicu sang anak bisa tertular Covid-19. ”Tapi, tidak menutup kemungkinan juga anak-anak justru jadi sumber penularan. Perilaku anak-anak kan karena mereka masih kecil, namanya anak-anak,” imbuh dia. Semisal, mereka batuk dan bersin sembarangan, kemudian droplet kemana-mana. Hal ini pula yang memicu penyebaran dan dominan anak-anak ditemukan sebagai kasus orang tanpa gejala (OTG).

Dia melanjutkan, anak-anak yang OTG memang seharusnya dilakukan pengawasan ketat selama menjalani isolasi mandiri. Namun, sebetulnya, alangkah baiknya si anak langsung dilakukan isolasi di RS rujukan atau fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) yang menyediakan ruang isolasi. Karena memang selama diisolasi, anak-anak tetap butuh asuhan dari orang tua. ”Jadi, ini saya masih nyari caranya gimana klaster keluarga itu bisa menjalani isolasi sekalian sama anaknya gitu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Byuh, Buruh Mojokerto Minta UMK 2018 Hampir Rp 4 Juta
- Advertisement -

Selama menangani pasien anak-anak, Anggono mengatakan hal tersebut memang sulit. Apalagi anak-anak bukanlah miniatur dari orang dewasa. Sehingga, butuh perlakuan dan pengobatan dengan cara yang khusus. ”Untuk pengobatan kami nggak pernah sefrontal itu, jadi harus di-screening mana yang butuh pengobatan agresif dan yang variatif,” lanjutnya.

Di RSUD pelat merah sendiri, untuk pasien anak-anak tersedia 18 tempat tidur (TT). Tiga TT untuk perawatan intensif, dan tiga TT lainnya untuk non-intensif atau mereka yang OTG. Sisanya bagi yang transisi atau masih dalam status suspect sehingga masih harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (oce)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/