alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Mojokerto Diterpa Hujan Es

KOTA – Jawa Pos Radar Mojokerto – Cuaca ekstrem yang terjadi selama musim pancaroba ini memang patut diwaspadai. Sebab, selain potensi bencana cukup tinggi, fenomena alam berupa hujan es juga terjadi dan hampir merata di Mojokerto, Selasa (3/12).

Salah satunya terjadi di Dusun Losari, Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. ’’Baru pertama kali ini saya melihat secara langsung hujan es di desa saya. Sebelumnya tidak pernah,’’ kata Adi Siswanto, warga setempat.

Fenomena ini terjadi pukul 15.30-an. Kawasan Desa Sidoharjo tiba-tiba diselimuti mendung gelap disusul hujan deras. Hujan deras juga disertai angin kencang. Adi Siswanto mengaku saat berada di dalam rumah dikejutkan dengan suara keras menyerupai bebatuan kerikil jatuh di atap rumah. ’’Tahunya karena di atap galvalum bunyinya keras sekali. Terus saya cek ternyata hujan campur es,’’ terangnya.

Baca Juga :  Jalur MKP Diterjang Longsor

Awalnya, dia tak percaya dengan fenomena alam tersebut. Namun, untuk memastikan Adi sempat mengumpulkan butiran kristal tersebut di tangannya, sekaligus mengabadikan menggunakan kamera smartphone. Dia menyebutkan, hujan yang tak biasa ini tidak berlangsung lama. Butiran es yang terjatuh tidak lama langsung mencair. ’’Hujan esnya sekitar 5 menitan. Butirannya kecil-kecil, sebutir jagung, dan langsung terbawa air,’’ paparnya.

Dia mengaku baru kali pertama melihat fenomena hujan es secara langsung. Meski terbilang fenomena langka, hujan tersebut sempat membuat warga panik. Menyusul, turunnya hujan disertai petir dan angin kencang. ’’Jaringan listrik di desa kami juga padam,’’ tegasnya.

Hujan es terjadi hampir di Mojokerto Raya. ’’Di kawasan rumah saya juga hujan es,’’ tambah Dhany Ardi, warga Kelurahan Meri, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Bahkan, butiran es di sekitar rumahnya tergolong lebih besar.

Baca Juga :  Ikfina Fahmawati: Suami Saya Bukan Pembunuh

Butirannya seukuran biji kacang atau jagung. ’’Paling besar diameternya antara 1-2 cm atau sebesar pucuknya ibu jari,’’ tuturnya. Ia juga sempat mengumpulkan butuiran es yang terpental ke teras rumah. Kejadiannyabersamaan dengan kumandang salat Magrib. ’’Hujan deras dulu beberapa saat, terus disertai es selama 10 menitan,’’ bebernya.’’Kalau kena kepala ya lumayan terasa,’’ tandasnya.

KOTA – Jawa Pos Radar Mojokerto – Cuaca ekstrem yang terjadi selama musim pancaroba ini memang patut diwaspadai. Sebab, selain potensi bencana cukup tinggi, fenomena alam berupa hujan es juga terjadi dan hampir merata di Mojokerto, Selasa (3/12).

Salah satunya terjadi di Dusun Losari, Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. ’’Baru pertama kali ini saya melihat secara langsung hujan es di desa saya. Sebelumnya tidak pernah,’’ kata Adi Siswanto, warga setempat.

Fenomena ini terjadi pukul 15.30-an. Kawasan Desa Sidoharjo tiba-tiba diselimuti mendung gelap disusul hujan deras. Hujan deras juga disertai angin kencang. Adi Siswanto mengaku saat berada di dalam rumah dikejutkan dengan suara keras menyerupai bebatuan kerikil jatuh di atap rumah. ’’Tahunya karena di atap galvalum bunyinya keras sekali. Terus saya cek ternyata hujan campur es,’’ terangnya.

Baca Juga :  Jalur MKP Diterjang Longsor

Awalnya, dia tak percaya dengan fenomena alam tersebut. Namun, untuk memastikan Adi sempat mengumpulkan butiran kristal tersebut di tangannya, sekaligus mengabadikan menggunakan kamera smartphone. Dia menyebutkan, hujan yang tak biasa ini tidak berlangsung lama. Butiran es yang terjatuh tidak lama langsung mencair. ’’Hujan esnya sekitar 5 menitan. Butirannya kecil-kecil, sebutir jagung, dan langsung terbawa air,’’ paparnya.

Dia mengaku baru kali pertama melihat fenomena hujan es secara langsung. Meski terbilang fenomena langka, hujan tersebut sempat membuat warga panik. Menyusul, turunnya hujan disertai petir dan angin kencang. ’’Jaringan listrik di desa kami juga padam,’’ tegasnya.

Hujan es terjadi hampir di Mojokerto Raya. ’’Di kawasan rumah saya juga hujan es,’’ tambah Dhany Ardi, warga Kelurahan Meri, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Bahkan, butiran es di sekitar rumahnya tergolong lebih besar.

Baca Juga :  Siapkan Layanan Online, Mobile, dan Digitalisasi, Dokumen Haji
- Advertisement -

Butirannya seukuran biji kacang atau jagung. ’’Paling besar diameternya antara 1-2 cm atau sebesar pucuknya ibu jari,’’ tuturnya. Ia juga sempat mengumpulkan butuiran es yang terpental ke teras rumah. Kejadiannyabersamaan dengan kumandang salat Magrib. ’’Hujan deras dulu beberapa saat, terus disertai es selama 10 menitan,’’ bebernya.’’Kalau kena kepala ya lumayan terasa,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/