alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Anggaran untuk Pasien OTG Baru Diajukan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kualitas pelayanan bagi pasien kategori orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 di Puskesmas Gondang diakui belum sepenuhnya berjalan sempurna. Belum turunnya anggaran yang bisa mengcover kebutuhan maksimal perawatan pasien dan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Gondang menjadi kendala utama penanganan berjalan seadanya.

Saat ini, usulan anggaran perawatan masih dalam pengajuan oleh dinas kesehatan (Dinkes) ke Pemkab Mojokerto untuk disahkan sebelum digunakan merawat pasien.

Kadinkes Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko membantah jika anggaran penanganan pasien di Puskesmas Gondang dikepras. Menurut dia, kualitas pelayanan sejak awal memang masih minim lantaran belum ada dana yang bisa mengcover kebutuhan pasien hingga nakes. Khususnya makan dan minum (mamin) yang masih dijatah Rp 7 ribu sekali makan, tiga kali sehari.

’’Nggak ada pengeprasan. Ya dananya saat ini baru bisa mengatasi untuk kualitas segitu. Itu pun madu dan prebiotik kami beri secara pribadi tanpa anggaran dari APBD,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Operasi Yustisi Makin Ketat, Satpol PP Pertebal Personil

Sujatmiko mengakui draf penganggaran untuk perawatan Covid-19 di Puskesmas Godang saat ini masih dalam tahap pengajuan ke BPBD. Lewat pos belanja tak terduga (BTT), draf tengah dianalisis sebelum disahkan untuk tahap pencairan ke BPKAD.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, anggaran senilai Rp 23 miliar tersusun dalam pengajuan BTT lanjutan. Nominal sebanyak itu nantinya untuk mengcover kebutuhan perawatan pasien Covid-19 di Puskesmas Gondang sampai Desember mendatang. Termasuk juga untuk memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD) di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) se-Kabupaten Mojokerto.

’’Kalau nominalnya saya kurang tahu detail. Yang jelas kualitas pelayanan nanti sudah sesuai standar setara dengan pedoman pengendalian Covid-19,’’ tandasnya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Kabupaten Mojokerto Eka Setiawan menegaskan selebaran soal pasien membawa mamin sendiri sudah tidak berlaku lagi.

Sampai saat ini, pihak Puskesmas Gondang masih mampu mengcover kebutuhan mamin pasien dan perawat lewat anggaran mereka sendiri. ’’Selebaran itu sudah tidak berlaku. Semua kebutuhan perawat dan pasien sudah ditanggung pihak puskesmas sambil menunggu proposal usulan anggaran lewat BTT cair. Besok (hari ini, Red) kepala puskesmas (drg Rosa Priminita) akan dipanggil kadinkes,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Luapan Banjir Tutup Jalur Alternatif

Seperti diketahui, sejumlah nakes di Puskesmas Gondang sempat mengeluhkan sikap pemerintah daerah yang abai terhadap pasien dan tenaga medis (nakes). Di puskesmas ini, mereka terpaksa menikmati makanan yang tak layak.

Seorang nakes menceritakan, pasien OTG yang menjalani perawatan di tempat ini, harus mengelus dada. Lantaran harus mengonsumsi makanan yang hanya seharga Rp 7 ribu saja. Padahal, kebutuhan konsumsi setiap pasien semula dianggarkan hingga Rp 35 ribu per pasien. Besaran anggaran ini disepadankan dengan biaya makan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi di Rusunawa Cinde, Prajurit Kulon.Kota Mojokerto.

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kualitas pelayanan bagi pasien kategori orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 di Puskesmas Gondang diakui belum sepenuhnya berjalan sempurna. Belum turunnya anggaran yang bisa mengcover kebutuhan maksimal perawatan pasien dan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Gondang menjadi kendala utama penanganan berjalan seadanya.

Saat ini, usulan anggaran perawatan masih dalam pengajuan oleh dinas kesehatan (Dinkes) ke Pemkab Mojokerto untuk disahkan sebelum digunakan merawat pasien.

Kadinkes Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko membantah jika anggaran penanganan pasien di Puskesmas Gondang dikepras. Menurut dia, kualitas pelayanan sejak awal memang masih minim lantaran belum ada dana yang bisa mengcover kebutuhan pasien hingga nakes. Khususnya makan dan minum (mamin) yang masih dijatah Rp 7 ribu sekali makan, tiga kali sehari.

’’Nggak ada pengeprasan. Ya dananya saat ini baru bisa mengatasi untuk kualitas segitu. Itu pun madu dan prebiotik kami beri secara pribadi tanpa anggaran dari APBD,’’ tegasnya.

Baca Juga :  DLH Temukan Air Menghitam

Sujatmiko mengakui draf penganggaran untuk perawatan Covid-19 di Puskesmas Godang saat ini masih dalam tahap pengajuan ke BPBD. Lewat pos belanja tak terduga (BTT), draf tengah dianalisis sebelum disahkan untuk tahap pencairan ke BPKAD.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, anggaran senilai Rp 23 miliar tersusun dalam pengajuan BTT lanjutan. Nominal sebanyak itu nantinya untuk mengcover kebutuhan perawatan pasien Covid-19 di Puskesmas Gondang sampai Desember mendatang. Termasuk juga untuk memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD) di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) se-Kabupaten Mojokerto.

- Advertisement -

’’Kalau nominalnya saya kurang tahu detail. Yang jelas kualitas pelayanan nanti sudah sesuai standar setara dengan pedoman pengendalian Covid-19,’’ tandasnya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Kabupaten Mojokerto Eka Setiawan menegaskan selebaran soal pasien membawa mamin sendiri sudah tidak berlaku lagi.

Sampai saat ini, pihak Puskesmas Gondang masih mampu mengcover kebutuhan mamin pasien dan perawat lewat anggaran mereka sendiri. ’’Selebaran itu sudah tidak berlaku. Semua kebutuhan perawat dan pasien sudah ditanggung pihak puskesmas sambil menunggu proposal usulan anggaran lewat BTT cair. Besok (hari ini, Red) kepala puskesmas (drg Rosa Priminita) akan dipanggil kadinkes,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Biomassa, Kurangi Emisi CO2 hingga 90 Persen

Seperti diketahui, sejumlah nakes di Puskesmas Gondang sempat mengeluhkan sikap pemerintah daerah yang abai terhadap pasien dan tenaga medis (nakes). Di puskesmas ini, mereka terpaksa menikmati makanan yang tak layak.

Seorang nakes menceritakan, pasien OTG yang menjalani perawatan di tempat ini, harus mengelus dada. Lantaran harus mengonsumsi makanan yang hanya seharga Rp 7 ribu saja. Padahal, kebutuhan konsumsi setiap pasien semula dianggarkan hingga Rp 35 ribu per pasien. Besaran anggaran ini disepadankan dengan biaya makan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi di Rusunawa Cinde, Prajurit Kulon.Kota Mojokerto.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/