alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Jalani Rawat Inap Berbiaya Tinggi, Bambang Bersyukur Ikut Program JKN

MOJOKERTO – Program Jaminan Kesehatan (JKN) sungguh menjadi modal yang besar bagi Masyarakat kurang mampu dalam menghadapi penyakit yang diderita. Harapan besar terhadap Program JKN dalam meringankan beban tentang kekhawatiran akan timbulnya masalah kesehatan yang kapan saja bisa datang , terutama dari segi pembiayaan pelayanan Kesehatan.

Simeon Bambang Triyono, 68 tahun, Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang kita kenal dengan peserta mandiri, tak pernah menyangka akan mendengar hasil diagnosa dokter dinyatakan menderita efusi pleura.

“Saat pertama mendengar didiagnosa penyakit ini, saya tersentak dan tak sanggup membayangkan berapa banyak biaya yang akan dikeluarkan apabila belum menjadi peserta Program JKN, yang saya tahu biaya tindakan untuk mengeluarkan cairan itu mahal sekali,” ungkap Bambang sapaan akrabnya.

Bambang melanjutkan, punggung ini terasa sakit sampai menusuk ke dada dan perut merasakan nyeri-nyeri. Tak tertahankan sakitnya oleh keluarga langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumak Sakit Reksa Waluya Mojokerto.

Baca Juga :  Tangis Haru Tumpah di Hari Perdana Kunjungan Tatap Muka Lapas Mojokerto

“Dengan sigap , cekatan perawat dan dokter langsung menangani. Dari berbagai pemeriksaan yang dijalani dan atas indikasi medis untuk menjalani rawat inap untuk megeluarkan cairan yang terlalu besar. Bersyukur saat itu juga langsung mendapat kamar inap sesuai dengan haknya,” ujarnya.

Ia menceritakan, selama menjalani rawat inap pelayanan yang diterima cukup memuaskan dan ruang inap nyaman sekali. Proses administrapun juga cepat.

Dokter dan perawat sangat ramah serta sabar dan ruangan yang selalu dalam kondisi bersih. Tidak ada biaya tambahan dan tidak ada perbedaan peserta yang didapatkan. Dengan kondisi tersebut, kesehatan saya semakin membaik.
“Saya merasa tenang sudah tidak lagi memikirkan biaya perawatan yang mahal ini, semua biaya gratis sudah di tanggung oleh BPJS Kesehatan,” ucapnya.

Baca Juga :  Kemenkumham Tetapkan 40 UPT Percontohan Kesehatan bagi Narapidana

Tidak hanya itu, Bambang juga menceritakan pengalaman lainnya memanfaatkan kepesertaan JKN-nya. Saya sudah ketiga kali ini rawat inap di rs ini, dengan diagnosa yang berbeda.

“Saya sudah banyak merasakan manfaat yang besar sekali dan beruntung sudah menjadi Peserta JKN dari mulai ginjal sampai dengan pengambilan cairan.” Ungkap Bambang.

Berbekal dari pengalaman dalam merasakan manfaat Program JKN, mengajak kepada masyarakat untuk ikut program ini, sehat itu mahal harganya dan menghimbau kepada peserta JKN untuk selalu tepat membayar iuran.
“Saya harap program ini terus berjalan dan tetap dipertahankan, karena sangat membantu meringankan beban masyarakat. Terima kasih kepada Program JKN ini dan untuk selalu ditingkatkan terus,” tutupnya. (*/BPJSMojokerto)

MOJOKERTO – Program Jaminan Kesehatan (JKN) sungguh menjadi modal yang besar bagi Masyarakat kurang mampu dalam menghadapi penyakit yang diderita. Harapan besar terhadap Program JKN dalam meringankan beban tentang kekhawatiran akan timbulnya masalah kesehatan yang kapan saja bisa datang , terutama dari segi pembiayaan pelayanan Kesehatan.

Simeon Bambang Triyono, 68 tahun, Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang kita kenal dengan peserta mandiri, tak pernah menyangka akan mendengar hasil diagnosa dokter dinyatakan menderita efusi pleura.

“Saat pertama mendengar didiagnosa penyakit ini, saya tersentak dan tak sanggup membayangkan berapa banyak biaya yang akan dikeluarkan apabila belum menjadi peserta Program JKN, yang saya tahu biaya tindakan untuk mengeluarkan cairan itu mahal sekali,” ungkap Bambang sapaan akrabnya.

Bambang melanjutkan, punggung ini terasa sakit sampai menusuk ke dada dan perut merasakan nyeri-nyeri. Tak tertahankan sakitnya oleh keluarga langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumak Sakit Reksa Waluya Mojokerto.

Baca Juga :  Kemenkumham Tetapkan 40 UPT Percontohan Kesehatan bagi Narapidana

“Dengan sigap , cekatan perawat dan dokter langsung menangani. Dari berbagai pemeriksaan yang dijalani dan atas indikasi medis untuk menjalani rawat inap untuk megeluarkan cairan yang terlalu besar. Bersyukur saat itu juga langsung mendapat kamar inap sesuai dengan haknya,” ujarnya.

Ia menceritakan, selama menjalani rawat inap pelayanan yang diterima cukup memuaskan dan ruang inap nyaman sekali. Proses administrapun juga cepat.

- Advertisement -

Dokter dan perawat sangat ramah serta sabar dan ruangan yang selalu dalam kondisi bersih. Tidak ada biaya tambahan dan tidak ada perbedaan peserta yang didapatkan. Dengan kondisi tersebut, kesehatan saya semakin membaik.
“Saya merasa tenang sudah tidak lagi memikirkan biaya perawatan yang mahal ini, semua biaya gratis sudah di tanggung oleh BPJS Kesehatan,” ucapnya.

Baca Juga :  Edan! Bekas Petirtaan Kuno di Desa Kesiman Trawas Diduga Berusia Ribuan Tahun

Tidak hanya itu, Bambang juga menceritakan pengalaman lainnya memanfaatkan kepesertaan JKN-nya. Saya sudah ketiga kali ini rawat inap di rs ini, dengan diagnosa yang berbeda.

“Saya sudah banyak merasakan manfaat yang besar sekali dan beruntung sudah menjadi Peserta JKN dari mulai ginjal sampai dengan pengambilan cairan.” Ungkap Bambang.

Berbekal dari pengalaman dalam merasakan manfaat Program JKN, mengajak kepada masyarakat untuk ikut program ini, sehat itu mahal harganya dan menghimbau kepada peserta JKN untuk selalu tepat membayar iuran.
“Saya harap program ini terus berjalan dan tetap dipertahankan, karena sangat membantu meringankan beban masyarakat. Terima kasih kepada Program JKN ini dan untuk selalu ditingkatkan terus,” tutupnya. (*/BPJSMojokerto)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/