alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Bayi Itu Tewas sebelum Dibuang ke Sungai

JATIREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Teka-teki penemuan jasad bayi di aliran Sungai Sekunder Dusun/Desa Mojogeneng, Kecamatan Jatirejo kian terang. Mapolres memastikan jasad bayi perempuan bukan tewas akibat tenggelam. Hasil autopsi rumah sakit polisi menunjukkan korban tewas sebelum dibuang ke aliran sungai.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, autopsi oleh tim medis RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong Sidoarjo menunjukkan tidak adanya tanda-tanda saluran pernapasan korban kemasukan air. Sehingga bisa dipastikan korban tewas bukan akibat kehabisan napas lantaran tenggelam.

”Sudah kami terima (hasil autopsinya), dan hasilnya menunjukkan tidak ada air sama sekali di paru-paru bayi tersebut. Sehingga dari analisa proses autopsi, korban meninggal sebelum masuk ke dalam air. Jadi ibaratnya bayi itu dalam kondisi sudah meninggal baru kemudian dibuang ke dalam sungai,” ungkap Dony.

Baca Juga :  Objek Wisata Segera Dibuka

Hasil autopsi, lanjut dia, menunjukkan adanya sejumlah luka akibat kekerasan. Yakni, ada luka lebam di kedua sisi pipi bayi yang usianya diperkirakan masih dalam hitungan jam tersebut.

Hanya, Dony tak mau gegabah memastikan penyebab tewasnya bayi tak berdosa itu. ”Memang ditemukan adanya luka bekas kekerasan, memar di pipi kanan dan kiri. Namun, ini masih terus kami dalami dan selidiki semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus (kematian bayi) tersebut,” terang dia.

Sebelumnya, warga digegerkan atas temuan jasad bayi perempuan di di aliran Sungai Sekunder, Dusun/Desa Mojogeneng, Kecamatan Jatirejo Senin (31/5 lalu. Sekitar pukul 06.30, kali pertama jasad bayi tersebut ditemukan warga setempat yang hendak buang air. (vad)

Baca Juga :  Minimal Belanja Rp 750 Ribu Dapat Hadiah Sepatu

JATIREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Teka-teki penemuan jasad bayi di aliran Sungai Sekunder Dusun/Desa Mojogeneng, Kecamatan Jatirejo kian terang. Mapolres memastikan jasad bayi perempuan bukan tewas akibat tenggelam. Hasil autopsi rumah sakit polisi menunjukkan korban tewas sebelum dibuang ke aliran sungai.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, autopsi oleh tim medis RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong Sidoarjo menunjukkan tidak adanya tanda-tanda saluran pernapasan korban kemasukan air. Sehingga bisa dipastikan korban tewas bukan akibat kehabisan napas lantaran tenggelam.

”Sudah kami terima (hasil autopsinya), dan hasilnya menunjukkan tidak ada air sama sekali di paru-paru bayi tersebut. Sehingga dari analisa proses autopsi, korban meninggal sebelum masuk ke dalam air. Jadi ibaratnya bayi itu dalam kondisi sudah meninggal baru kemudian dibuang ke dalam sungai,” ungkap Dony.

Baca Juga :  Teguhkan Diri Jaga Kiai dan NKRI Pendekar Pagar Nusa Baiat Bersama

Hasil autopsi, lanjut dia, menunjukkan adanya sejumlah luka akibat kekerasan. Yakni, ada luka lebam di kedua sisi pipi bayi yang usianya diperkirakan masih dalam hitungan jam tersebut.

Hanya, Dony tak mau gegabah memastikan penyebab tewasnya bayi tak berdosa itu. ”Memang ditemukan adanya luka bekas kekerasan, memar di pipi kanan dan kiri. Namun, ini masih terus kami dalami dan selidiki semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus (kematian bayi) tersebut,” terang dia.

Sebelumnya, warga digegerkan atas temuan jasad bayi perempuan di di aliran Sungai Sekunder, Dusun/Desa Mojogeneng, Kecamatan Jatirejo Senin (31/5 lalu. Sekitar pukul 06.30, kali pertama jasad bayi tersebut ditemukan warga setempat yang hendak buang air. (vad)

Baca Juga :  Mantapkan Sekolah SENIOR, Tampil di Musda Pepadi Jatim

Artikel Terkait

Most Read

Bupati Resmikan Enam Proyek

Identitas Mayat Misterius Masih Buram

Spesialis Pembobol Indomaret Kumat

Artikel Terbaru


/