alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Warga Diminta Aktifkan Siskamling, Cegah Kriminalitas dan Covid-19

KOTA-KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tingginya angka kriminaliats di tengah pendemi Covid-19 saat ini mendorong kepolian untuk terus meningkatkan pengamanan hingga lapisan bawah.

Peran bhabinkamtibmas dan pengaktifan siskamling untuk kepentingan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) dinilai cukup urgen. Kapolres Mojokerto AKBP Feby DP Hutagalung, mengatakan, peran bhabinkamtibmas memang harus dioptimalkan.

Hal itu, tak lain sebagai upaya kepolisian dalam menjadikan setiap wilayah aman dari kriminalitas. Di mana kasus kriminalitas belakangan ini trennya terus mengalami peningkatan.

’’Bhabinkamtibmas itu kan ujung tombak kepolisian di masyakarat. Mereka paling dekat dengan masyarakat. Sehingga mereka juga yang paling tahu soal keamanan di masyarakat,’’ ungkapnya. Di tengah percepatan penanganan virus korona, bhabinkamtibmas harus mampu membangun kesadararan masyarakat akan bahaya Covid-19.

Mereka dituntut bisa bersinergi dengan semua stakeholder di wilayah masing-masing. Dengan harapan, penyebab timbulnya gangguan kamtibmas dapat diredam sejak dini. Misalnya, mengaktifkan kembali peran pos kamling. Penjagaan ronda malam ini, kata Feby, dinilai penting dalam upaya menutup gerak pelaku kejahatan.

Menyusul, peran siskamling mempunyai daya cegah, daya tangkal, dan daya lawan, terhadap segala bentuk  gangguan kamtibmas ditengah masyarakat. ’’Upaya-upaya semacam itu yang saat ini terus kita lakukan di tengah masyarakat,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Anak Terdampak Covid-19 Mendapat Prioritas Masuk ke Sekolah Negeri

Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto menambahkan, di tengah pandemi Covid-19, saat ini semua harus bergandeng tangan untuk memberantas atau mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. Yakni, dengan membangun sistem pengamanan yang berasal dari masyarakat atau pam swakarsa.

’’Saya kira itu akan lebih efektif dibanding sekadar penegakan hukum yang dilakukan selama ini,’’ katanya. Pengaktifan siskamling ini, lanjut dia, sesuai surat telegram Kapolri, ditandatangani Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto, untuk mengoptimalkan pencegahan gangguan kamtibmas hingga ke pelosok daerah.

Hal ini tertuang dalam surat telegram bernomor  ST/1336/IV/OPS.2/2020, di mana Kapolri memerintahkan optimalisasi peran bhabinkamtibmas dan pengaktifan siskamling. Tujuannya, mengantisipasi gangguan kamtibmas terkait pandemi Covid-19 yang masih mewabah di Indonesia.

Sehingga semua elemen masyarakat ikut berperan aktif dalam menciptakan keamanan. Baik tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, hingga organisasi kemasyarakatan.

’’Artinya, peran RT, RW untuk membentuk pam swakarsa melalui jaga poskamling. Serta patroli rutin semakin diperketat, juga harus ditingkatkan,’’ tuturnya. PAM swakarsa ini, terang dia, dalam rangka untuk menciptakan sekaligus membentuk keamanan bersama.

Baca Juga :  RSUD Soekandar Alami Krisis Nakes

Diperkuat dengan penerapan skrining, atau tamu wajib lapor 1×24 jam. ’’Kami rasa hal ini sudah mulai diterapkan di setiap lingkungan. Buktinya, hampir setiap lingkungan sekarang menerapkan sistem satu pintu (one gate system). Masyarakat luar yang masuk juga sudah tidak bisa seeanaknya, karena ada yang jaga,’’ paparnya.

Menurut Bogiek, pam swakarsa juga diatur dalam UUD 1945, pasal 30. Dijelaskan, kamtibmas swakarsa adalah mewujudkan daya cegah tangkal dalam penanganan terhadap sumber gangguan kamtibmas swakarsa. Dia menegaskan, memang ada empat perintah penting Kapolri yang ditandatangi Kabaharkam Polri dalam surat telegram bernomor  ST/1336/IV/OPS.2/2020.

Di antaranya, memberdayakan seluruh jajaran bhabinkamtibmas untuk membina dan membangun kesadaran masyarakat,agar aktif berpartisipasi dalam harkamtibmas selama masa pandemi Covid-19; mengaktifkan dan memberdayakan kembali siskamling yang dilaksanakan secara swakarsa; memerintahkan bhabinkamtibmas untuk menjadi penghubung dalam membangun komunikasi antarkelompok pam swakarsa yang terintegrasi dengan Polri; dan memerintahkan bhabinkamtibmas agar bersinergi dengan perangkat desa, dokter, dan perawat.

Dengan harapan selalu memberi imbauan kepada pam swakarsa agar dalam melaksanakan kegiatan, tetap menerapkan protokol kesehatan. 

 

KOTA-KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tingginya angka kriminaliats di tengah pendemi Covid-19 saat ini mendorong kepolian untuk terus meningkatkan pengamanan hingga lapisan bawah.

Peran bhabinkamtibmas dan pengaktifan siskamling untuk kepentingan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) dinilai cukup urgen. Kapolres Mojokerto AKBP Feby DP Hutagalung, mengatakan, peran bhabinkamtibmas memang harus dioptimalkan.

Hal itu, tak lain sebagai upaya kepolisian dalam menjadikan setiap wilayah aman dari kriminalitas. Di mana kasus kriminalitas belakangan ini trennya terus mengalami peningkatan.

’’Bhabinkamtibmas itu kan ujung tombak kepolisian di masyakarat. Mereka paling dekat dengan masyarakat. Sehingga mereka juga yang paling tahu soal keamanan di masyarakat,’’ ungkapnya. Di tengah percepatan penanganan virus korona, bhabinkamtibmas harus mampu membangun kesadararan masyarakat akan bahaya Covid-19.

Mereka dituntut bisa bersinergi dengan semua stakeholder di wilayah masing-masing. Dengan harapan, penyebab timbulnya gangguan kamtibmas dapat diredam sejak dini. Misalnya, mengaktifkan kembali peran pos kamling. Penjagaan ronda malam ini, kata Feby, dinilai penting dalam upaya menutup gerak pelaku kejahatan.

Menyusul, peran siskamling mempunyai daya cegah, daya tangkal, dan daya lawan, terhadap segala bentuk  gangguan kamtibmas ditengah masyarakat. ’’Upaya-upaya semacam itu yang saat ini terus kita lakukan di tengah masyarakat,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Lima Jamaah Haji Dirawat Intensif di Rumah sakit
- Advertisement -

Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto menambahkan, di tengah pandemi Covid-19, saat ini semua harus bergandeng tangan untuk memberantas atau mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. Yakni, dengan membangun sistem pengamanan yang berasal dari masyarakat atau pam swakarsa.

’’Saya kira itu akan lebih efektif dibanding sekadar penegakan hukum yang dilakukan selama ini,’’ katanya. Pengaktifan siskamling ini, lanjut dia, sesuai surat telegram Kapolri, ditandatangani Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto, untuk mengoptimalkan pencegahan gangguan kamtibmas hingga ke pelosok daerah.

Hal ini tertuang dalam surat telegram bernomor  ST/1336/IV/OPS.2/2020, di mana Kapolri memerintahkan optimalisasi peran bhabinkamtibmas dan pengaktifan siskamling. Tujuannya, mengantisipasi gangguan kamtibmas terkait pandemi Covid-19 yang masih mewabah di Indonesia.

Sehingga semua elemen masyarakat ikut berperan aktif dalam menciptakan keamanan. Baik tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, hingga organisasi kemasyarakatan.

’’Artinya, peran RT, RW untuk membentuk pam swakarsa melalui jaga poskamling. Serta patroli rutin semakin diperketat, juga harus ditingkatkan,’’ tuturnya. PAM swakarsa ini, terang dia, dalam rangka untuk menciptakan sekaligus membentuk keamanan bersama.

Baca Juga :  Warga Mojoranu Demo di Rel Kereta, Tolak Flyover, Minta Underpass

Diperkuat dengan penerapan skrining, atau tamu wajib lapor 1×24 jam. ’’Kami rasa hal ini sudah mulai diterapkan di setiap lingkungan. Buktinya, hampir setiap lingkungan sekarang menerapkan sistem satu pintu (one gate system). Masyarakat luar yang masuk juga sudah tidak bisa seeanaknya, karena ada yang jaga,’’ paparnya.

Menurut Bogiek, pam swakarsa juga diatur dalam UUD 1945, pasal 30. Dijelaskan, kamtibmas swakarsa adalah mewujudkan daya cegah tangkal dalam penanganan terhadap sumber gangguan kamtibmas swakarsa. Dia menegaskan, memang ada empat perintah penting Kapolri yang ditandatangi Kabaharkam Polri dalam surat telegram bernomor  ST/1336/IV/OPS.2/2020.

Di antaranya, memberdayakan seluruh jajaran bhabinkamtibmas untuk membina dan membangun kesadaran masyarakat,agar aktif berpartisipasi dalam harkamtibmas selama masa pandemi Covid-19; mengaktifkan dan memberdayakan kembali siskamling yang dilaksanakan secara swakarsa; memerintahkan bhabinkamtibmas untuk menjadi penghubung dalam membangun komunikasi antarkelompok pam swakarsa yang terintegrasi dengan Polri; dan memerintahkan bhabinkamtibmas agar bersinergi dengan perangkat desa, dokter, dan perawat.

Dengan harapan selalu memberi imbauan kepada pam swakarsa agar dalam melaksanakan kegiatan, tetap menerapkan protokol kesehatan. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/