alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Stok Beras Aman hingga Akhir Tahun

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Masyarakat tak perlu panik di tengah wabah virus korona. Meski pemerintah pusat memperpanjang status darurat hingga 29 Mei, sejauh ini stok bahan pokok di Mojokerto masih mencukupi. Terutama beras, stok di gudang Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan masih aman sampai akhir tahun.

’’Stok beras di kami masih aman hingga enam bulan mendatang,’’ ungkap Kepala Perum Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya, Renota Horison. Menurutnya, 54 ribu ton stok beras ini menjadi pasokan untuk tiga wilayah. Di antaranya, Kota dan Kabupaten Mojokerto, serta Kabupaten Jombang.

Selain stok, harga komoditas beras ini juga masih stabil. Di lapangan belum ada kenaikan harga yang begitu signifikan atau masih dikisaran Rp 11.125 per kilogram untuk beras IR64. Sementara untuk Mentik atau premium Rp 12 ribu per kilogram.

Untuk ketersediaan stok beras saat ini, masyarakat diharuskan tak perlu khawatir. Untuk itu kepanikan dengan membeli dalam jumlah besar atau panic buying tak seharusnya dilakukan dan ada. Justru, lanjutnya, panic buying bisa menjadikan kontraproduktif dalam kondisi sekarang ini.

Sebab, dengan stok beras yang mencapai 54 ribu ton, dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga daerah yang menjadi wilayahnya. ’’Bahkan, stok sebanyak ini kami pastikan mampu mencukupi sampai akhir tahun. Menghadapi bulan puasa sampai akhir tahun masih cukup,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Gelar PPKMB secara Online

Apalagi, bulan April saat ini, sudah mulai masuk masa panen padi secara merata di setiap daerah. ’’Untuk kebutuhan beras. Saya pastikan lagi stok kita aman,’’ tegasnya. Renota mengaku kondisi di tengah persebaran Covid-19, memang tidak berpengaruh pada ketersediaan bahan pokok beras. Apalagi, saat ini bulog tidak lagi melayani untuk kebutuhan beras rakyat miskin (raskin).

’’Tidak ada raskin. Sehingga tidak ada acuhan, berapa ketahanan per bulannya. Suplai tambahan masuk karena musim panen tiba dan harga beras di pasaran masih stabil karena memang pasokan ada. Terbanyak beras kita dari petani di Jombang. Tapi Kota dan Kabupaten Mojokerto cukup untuk melakukan penyerapan,’’ urainya.

Disinggung soal tingginya harga Gula di Pasaran yang mencapai Rp 20 ribu per kilogram, pihaknya mengaku, secara khusus bulog tidak ada kewenangan menangani. Karena di luar penugasan. Menyusul, berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2016 tentang Penugasan kepada Perusahaan Umum (Perum) Bulog dalam rangka Ketahanan Pangan Nasional, Perum Bulog ditugaskan untuk menjaga ketersediaan pangan dan stabilisasi harga tiga komoditas pangan pokok.

Baca Juga :  Kuota BLT Ditambah 10.500 Penerima, Warga Tak Tercover Meningkat

Yaitu beras, jagung dan kedelai. ’’Terkait penugasan pemerintah, kita utama di bahan pokok beras. Tapi, untuk gula, kami sebenarnya juga ikut melakukan penstabilan harga di pasaran. Saat ini, kami juga melakukan pemesanan, tinggal proses kirim saja masih antre di pabrik gula itu sendiri,’’ tegasnya.

Di tengah wabah virus korona, belakangan Polresta Mojokerto juga membentuk tim khusus satgas pangan untuk mengawasi persedian hingga lonjakan harga sembako di pasaran. Hingga detik ini, tim satgas juga memastikan kondisi bahan pokok di wilayah hukumnya masih aman.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto, mengatakan, tim satgas dibentuk ini tak lain instruksi langsung dari Mabes Polri sebagai bentuk pengawasan kepolisian mengantisipasi kelangkaan kebutuhan pokok di tengah bawah virus korona dari Wuhan China yang telah sampai di Indonesia. ’’Pengawasan lebih diintensifkan untuk mengantisipasi adanya aksi panic buying,’’ katanya, kemarin.

Disebutkannya, panic buying adalah tindakan seseorang membeli produk atau barang kebutuhan pokok secara besar-besaran untuk mengantisipasi sesuatu. ’’Tapi, perlu kita tegaskan panic buying ini belum ada dan jangan sampai terjadi di Mojokerto. Termasuk, kebutuhan pokok juga masih aman. Jadi masyarakat tak perlu khawatir,’’ tegasnya.

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Masyarakat tak perlu panik di tengah wabah virus korona. Meski pemerintah pusat memperpanjang status darurat hingga 29 Mei, sejauh ini stok bahan pokok di Mojokerto masih mencukupi. Terutama beras, stok di gudang Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan masih aman sampai akhir tahun.

’’Stok beras di kami masih aman hingga enam bulan mendatang,’’ ungkap Kepala Perum Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya, Renota Horison. Menurutnya, 54 ribu ton stok beras ini menjadi pasokan untuk tiga wilayah. Di antaranya, Kota dan Kabupaten Mojokerto, serta Kabupaten Jombang.

Selain stok, harga komoditas beras ini juga masih stabil. Di lapangan belum ada kenaikan harga yang begitu signifikan atau masih dikisaran Rp 11.125 per kilogram untuk beras IR64. Sementara untuk Mentik atau premium Rp 12 ribu per kilogram.

Untuk ketersediaan stok beras saat ini, masyarakat diharuskan tak perlu khawatir. Untuk itu kepanikan dengan membeli dalam jumlah besar atau panic buying tak seharusnya dilakukan dan ada. Justru, lanjutnya, panic buying bisa menjadikan kontraproduktif dalam kondisi sekarang ini.

Sebab, dengan stok beras yang mencapai 54 ribu ton, dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga daerah yang menjadi wilayahnya. ’’Bahkan, stok sebanyak ini kami pastikan mampu mencukupi sampai akhir tahun. Menghadapi bulan puasa sampai akhir tahun masih cukup,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Harga Bapok Anjlok, Bumbu Pabrikan Naik

Apalagi, bulan April saat ini, sudah mulai masuk masa panen padi secara merata di setiap daerah. ’’Untuk kebutuhan beras. Saya pastikan lagi stok kita aman,’’ tegasnya. Renota mengaku kondisi di tengah persebaran Covid-19, memang tidak berpengaruh pada ketersediaan bahan pokok beras. Apalagi, saat ini bulog tidak lagi melayani untuk kebutuhan beras rakyat miskin (raskin).

- Advertisement -

’’Tidak ada raskin. Sehingga tidak ada acuhan, berapa ketahanan per bulannya. Suplai tambahan masuk karena musim panen tiba dan harga beras di pasaran masih stabil karena memang pasokan ada. Terbanyak beras kita dari petani di Jombang. Tapi Kota dan Kabupaten Mojokerto cukup untuk melakukan penyerapan,’’ urainya.

Disinggung soal tingginya harga Gula di Pasaran yang mencapai Rp 20 ribu per kilogram, pihaknya mengaku, secara khusus bulog tidak ada kewenangan menangani. Karena di luar penugasan. Menyusul, berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2016 tentang Penugasan kepada Perusahaan Umum (Perum) Bulog dalam rangka Ketahanan Pangan Nasional, Perum Bulog ditugaskan untuk menjaga ketersediaan pangan dan stabilisasi harga tiga komoditas pangan pokok.

Baca Juga :  Desak Pemda Ambil Langkah Serius

Yaitu beras, jagung dan kedelai. ’’Terkait penugasan pemerintah, kita utama di bahan pokok beras. Tapi, untuk gula, kami sebenarnya juga ikut melakukan penstabilan harga di pasaran. Saat ini, kami juga melakukan pemesanan, tinggal proses kirim saja masih antre di pabrik gula itu sendiri,’’ tegasnya.

Di tengah wabah virus korona, belakangan Polresta Mojokerto juga membentuk tim khusus satgas pangan untuk mengawasi persedian hingga lonjakan harga sembako di pasaran. Hingga detik ini, tim satgas juga memastikan kondisi bahan pokok di wilayah hukumnya masih aman.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto, mengatakan, tim satgas dibentuk ini tak lain instruksi langsung dari Mabes Polri sebagai bentuk pengawasan kepolisian mengantisipasi kelangkaan kebutuhan pokok di tengah bawah virus korona dari Wuhan China yang telah sampai di Indonesia. ’’Pengawasan lebih diintensifkan untuk mengantisipasi adanya aksi panic buying,’’ katanya, kemarin.

Disebutkannya, panic buying adalah tindakan seseorang membeli produk atau barang kebutuhan pokok secara besar-besaran untuk mengantisipasi sesuatu. ’’Tapi, perlu kita tegaskan panic buying ini belum ada dan jangan sampai terjadi di Mojokerto. Termasuk, kebutuhan pokok juga masih aman. Jadi masyarakat tak perlu khawatir,’’ tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/