alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Gapura Majapahitan Berjatuhan

DLANGGU, Jawa Pos Radar Mojokerto – Gapura dengan desain Majapahitan di Kabupaten Mojokerto berjatuhan. Dalam kurun kurang dari sebulan, terdapat tiga gapura. Terbaru, Selasa (3/3), tak ada hujan dan angin kencang, gapura masuk Desa Jrambe, Kecamatan Dlanggu, ambruk.

Gapura bergaya Majapahitan itu rontok sekitar pukul pukul 14.00. ’’Tadi itu tidak ada angin kencang. Hujan juga tidak. Tiba-tiba ada suara bangunan roboh,’’ ungkap Parno, warga setempat.

Warga yang terkejut, berusaha mencari sumber suara. Ternyata, bangunan setinggi 8 meter itu ambruk. Beruntung waktu itu tidak ada warga yang melintas. Sehingga, tidak sampai menyebabkan korban jiwa. ’’Biasanya banyak orang yang lewat. Tapi untung pas waktu kejadian tidak ada,’’ katanya.

Baca Juga :  Gapura ala Majapahitan Ambruk, Enam Orang Diperiksa

Namun, reruntuhan gapura itu menutup akses jalan. Dari Desa Randugengan menuju Desa Jrambe terjebak. ’’Ya tadi (Kemarin Red) reruntuhannya menutup jalan. Jadi mereka yang terjebak berbalik arah lewat jalan akternatif lainya,’’ jelas Parno.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi.  Sejumlah warga bergotong royong membersihkan reruntuhan. Menggunakan alat seadanya. ’’Seusainya kejadian, kami langsung bersama-bersama membersihkan. Karena kasihan bagi yang mau lewat harus muter dulu,’’ tandasnya.

Menurutnya, gapura itu dibangun oleh pemerintah desa (pemdes) sejak delapan tahun yang lalu. Yaitu, pada tahun 2012. Namun, dirinya tidak mengetahui pasti penyebab runtuhnya bangunan itu. ’’Mungkin juga karena kurang semen pada waktu dibangun,’’ pungkasnya.

Baca Juga :  TP4D Dibubarkan, PPK Proyek Makin Galau

Sebelumnya, pada 14 Februari 2020, Gapura Pasar Rakyat sekaligus Rest Area Mojo Kembangsore Park (MKP) di Desa Petak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, ambruk. Robohnya gapura setinggi 9 meter tersebut diduga karena kontruksi yang kurang bagus alias rapuh. Salah satu gapura yang menjadi bagian pembangunan tembok mengelilingi gedung baru hasil bantuan keuangan (BK) desa senilai Rp 1 miliar tersebut tak mampu menahan guyuran hujan semalaman.

Informasi yang dihimpun kala itu menyebutkan, ambruknya gapura berkonsep Majapahit di pintu masuk pasar rakyat terjadi sekitar pukul 06.00. Kerasnya runtuhan gapura bata pres ini bahkan sempat membuat warga syok. (hin)

DLANGGU, Jawa Pos Radar Mojokerto – Gapura dengan desain Majapahitan di Kabupaten Mojokerto berjatuhan. Dalam kurun kurang dari sebulan, terdapat tiga gapura. Terbaru, Selasa (3/3), tak ada hujan dan angin kencang, gapura masuk Desa Jrambe, Kecamatan Dlanggu, ambruk.

Gapura bergaya Majapahitan itu rontok sekitar pukul pukul 14.00. ’’Tadi itu tidak ada angin kencang. Hujan juga tidak. Tiba-tiba ada suara bangunan roboh,’’ ungkap Parno, warga setempat.

Warga yang terkejut, berusaha mencari sumber suara. Ternyata, bangunan setinggi 8 meter itu ambruk. Beruntung waktu itu tidak ada warga yang melintas. Sehingga, tidak sampai menyebabkan korban jiwa. ’’Biasanya banyak orang yang lewat. Tapi untung pas waktu kejadian tidak ada,’’ katanya.

Baca Juga :  Kejari Pelototi Penggunaan Dana Bencana

Namun, reruntuhan gapura itu menutup akses jalan. Dari Desa Randugengan menuju Desa Jrambe terjebak. ’’Ya tadi (Kemarin Red) reruntuhannya menutup jalan. Jadi mereka yang terjebak berbalik arah lewat jalan akternatif lainya,’’ jelas Parno.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi.  Sejumlah warga bergotong royong membersihkan reruntuhan. Menggunakan alat seadanya. ’’Seusainya kejadian, kami langsung bersama-bersama membersihkan. Karena kasihan bagi yang mau lewat harus muter dulu,’’ tandasnya.

Menurutnya, gapura itu dibangun oleh pemerintah desa (pemdes) sejak delapan tahun yang lalu. Yaitu, pada tahun 2012. Namun, dirinya tidak mengetahui pasti penyebab runtuhnya bangunan itu. ’’Mungkin juga karena kurang semen pada waktu dibangun,’’ pungkasnya.

Baca Juga :  Gapura ala Majapahitan Ambruk, Enam Orang Diperiksa
- Advertisement -

Sebelumnya, pada 14 Februari 2020, Gapura Pasar Rakyat sekaligus Rest Area Mojo Kembangsore Park (MKP) di Desa Petak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, ambruk. Robohnya gapura setinggi 9 meter tersebut diduga karena kontruksi yang kurang bagus alias rapuh. Salah satu gapura yang menjadi bagian pembangunan tembok mengelilingi gedung baru hasil bantuan keuangan (BK) desa senilai Rp 1 miliar tersebut tak mampu menahan guyuran hujan semalaman.

Informasi yang dihimpun kala itu menyebutkan, ambruknya gapura berkonsep Majapahit di pintu masuk pasar rakyat terjadi sekitar pukul 06.00. Kerasnya runtuhan gapura bata pres ini bahkan sempat membuat warga syok. (hin)

Artikel Terkait

Most Read

Didik Resmi Isi Kekosongan Bupati

Dibawa ke Lapas, Keluarga Menangis

Ditugaskan Redam Konflik dan Pemberontakan

Ditata agar Tambah Mood saat Menyantap

Artikel Terbaru


/