alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Perbaikan Jembatan Talunbrak Gagal

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkab gagal memperbaiki jembatan Talunbrak, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, yang rusak akibat diterjang arus Kali Lamong November 2021. Pembenahan yang sempat dijanjikan Bupati Ikfina Fahmawati saat turun ke lokasi itu hanya wacana.

Kabid Pemeliharaan Jembatan dan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto Henri Surya mengatakan, realisasi perbaikan jembatan Talunbrak memang tak bisa dilakukan sesuai yang direncanakan. Berbagai faktor menjadi pemicu gagalnya perbaikan akses penghubung Dusun Talun dengan Dusun Talunbrak tersebut. ’’Tidak disarankan oleh ahli kalau anggarannya terbatas. Karena masalahnya kerusakannya sudah total. Jadi gagal terealisasi tahun ini,’’ ungkapnya, kemarin.

Menurutnya, penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp 572 juta yang sebelumnya direncanakan Pemkab Mojokerto tidak bisa direalisasikan. Sebab dana itu tidak cukup jika perbaikan dilakukan secara total sesuai saran dari tim ahli ITS yang digandeng DPUPR. Sesuai kajian di lapangan, konstruksi jembatan yang melintang di Kali Lamong itu memang sudah tak layak. Kerusakannya sangat parah.

Baca Juga :  Pelayanan Kesehatan Tetap Jalan

’’Kata ahli, tidak bisa sekadar renovasi, harus buat baru, karena kerusakaannya sudah total. Harus diganti, kalau dipaksakan perbaikan dengan BTT nanti muspro. Konstruksinya itu sudah tidak bisa. Eman uangnnya itu nanti,’’ paparnya.

Tak mau ambil risiko lebih besar, DPUPR memutuskan tidak melakukan perbaikan kedaruratan semipermanen dengan dana BTT seperti yang dijanjikan sebelumnya. Karena itu merupakan aset desa, pemda juga tidak bisa berbuat banyak di tahun ini. Jika tetap diperbaiki karena menjadi akses warga tiap harinya, itu bisa dilakukan tahun depan dengan anggaran hibah ke desa.

’’Paling tidak tahun ini kita hanya bisa bantu memperkuat yang sebelumnya sempat diperbaiki desa. Biar agak lebih awet, kita kasih besi yang ada di kantor atau sistem pemeliharaan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Dekati Deadline, Baru Sentuh 50 Persen

Kendati dilakukan penguatan, pihaknya tidak menjamin kemananannya. Pasalnya, konstruksi penyangga jembatan sudah pada miring dan membayakan masyarakat. ’’Untuk pejalan kaki dan roda dua masih bisa, tapi ya gitu soal keamanannya tidak menjamin. Yang bahaya kan kalau arus Kali Lamong naik lagi,’’ tegasnya.

Sebelumnya, amblesnya jembatan Talunbrak sempat jadi atensi Pemkab Mojokerto. Bahkan mendorong Bupati Ikfina Fahmawati turun langsung ke lapangan bersama sejumlah OPD terkait. Ikfina sempat instruksikan perbaikan klir secara cepat. Karena sifatnya darurat pihaknya langsung menginstruksikan untuk dilakukan perbaikan oleh OPD terkait. Selain darurat, ini juga menyangkut keselamatan bersama lantaran biasa digunakan warga untuk kegiatan sehari-hari. (ori/abi)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkab gagal memperbaiki jembatan Talunbrak, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, yang rusak akibat diterjang arus Kali Lamong November 2021. Pembenahan yang sempat dijanjikan Bupati Ikfina Fahmawati saat turun ke lokasi itu hanya wacana.

Kabid Pemeliharaan Jembatan dan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto Henri Surya mengatakan, realisasi perbaikan jembatan Talunbrak memang tak bisa dilakukan sesuai yang direncanakan. Berbagai faktor menjadi pemicu gagalnya perbaikan akses penghubung Dusun Talun dengan Dusun Talunbrak tersebut. ’’Tidak disarankan oleh ahli kalau anggarannya terbatas. Karena masalahnya kerusakannya sudah total. Jadi gagal terealisasi tahun ini,’’ ungkapnya, kemarin.

Menurutnya, penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp 572 juta yang sebelumnya direncanakan Pemkab Mojokerto tidak bisa direalisasikan. Sebab dana itu tidak cukup jika perbaikan dilakukan secara total sesuai saran dari tim ahli ITS yang digandeng DPUPR. Sesuai kajian di lapangan, konstruksi jembatan yang melintang di Kali Lamong itu memang sudah tak layak. Kerusakannya sangat parah.

Baca Juga :  Pemkab Luncurkan Aplikasi Ujian Perangkat Desa

’’Kata ahli, tidak bisa sekadar renovasi, harus buat baru, karena kerusakaannya sudah total. Harus diganti, kalau dipaksakan perbaikan dengan BTT nanti muspro. Konstruksinya itu sudah tidak bisa. Eman uangnnya itu nanti,’’ paparnya.

Tak mau ambil risiko lebih besar, DPUPR memutuskan tidak melakukan perbaikan kedaruratan semipermanen dengan dana BTT seperti yang dijanjikan sebelumnya. Karena itu merupakan aset desa, pemda juga tidak bisa berbuat banyak di tahun ini. Jika tetap diperbaiki karena menjadi akses warga tiap harinya, itu bisa dilakukan tahun depan dengan anggaran hibah ke desa.

’’Paling tidak tahun ini kita hanya bisa bantu memperkuat yang sebelumnya sempat diperbaiki desa. Biar agak lebih awet, kita kasih besi yang ada di kantor atau sistem pemeliharaan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Ikfina Bicara Ketangguhan Wanita dan Pikiran Positif
- Advertisement -

Kendati dilakukan penguatan, pihaknya tidak menjamin kemananannya. Pasalnya, konstruksi penyangga jembatan sudah pada miring dan membayakan masyarakat. ’’Untuk pejalan kaki dan roda dua masih bisa, tapi ya gitu soal keamanannya tidak menjamin. Yang bahaya kan kalau arus Kali Lamong naik lagi,’’ tegasnya.

Sebelumnya, amblesnya jembatan Talunbrak sempat jadi atensi Pemkab Mojokerto. Bahkan mendorong Bupati Ikfina Fahmawati turun langsung ke lapangan bersama sejumlah OPD terkait. Ikfina sempat instruksikan perbaikan klir secara cepat. Karena sifatnya darurat pihaknya langsung menginstruksikan untuk dilakukan perbaikan oleh OPD terkait. Selain darurat, ini juga menyangkut keselamatan bersama lantaran biasa digunakan warga untuk kegiatan sehari-hari. (ori/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/