alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Hama Wereng Cokelat Mulai Serang Lahan Pertanian

MOJOKERTO – Musim hujan berkepanjangan membuat petani di Kabupaten Mojokerto siaga. Sebab, belakangan ini lahan pertanian mereka mulai diserang hama wereng cokelat. ’’Hama yang paling rawan menyerang itu wereng cokelat,’’ kata Kosim, petani asal Mojosari, kemarin.

Saat musim hujan seperti ini, tanaman padi memang rentan diserang oleh berbagai hama dan penyakit. Selain wereng cokelat, juga mudah mengalami pembusukan pada batang padi dan potong leher.  ’’Sehingga perlu pemantauan dan perawatan ekstra,’’ tambahnya.

Kosim mengaku curah hujan tinggi menyebabkan kontur tanah pertanian menjadi mudah lembab. Kondisi ini yang dinilai para petani berpotensi memicu timbulnya serangan hama. Apalagi, bagi wilayah pertanian yang sudah mempunyai aliran irigasi.

Baca Juga :  Mangkir, Pemilik Reklame Gunakan Alamat Palsu

Dengan demikian kalangan petani melakukan antisipasi dengan melakukan upaya penyemprotan pestisida dan obat-obatan. ’’Tidak pasti, kadang dua minggu sekali kita semprot. Menyesuaikan kesuburan dan kondisi tanaman di lapangan,’’ beber Kosim. Langkah itu sebagai upaya pengendalian berkembangnya bakteri. Khususnya bagi lahan pertanian yang selalu tergenang air. ’’Memang harus rutin. Kalau tidak, rentan diserang (hama). Bisa-bisa malah gagal panen,’’ paparnya.

Terpisah, Kadisperta Kabupaten Mojokerto, Sulistyawati menyatakan, musim penghujan memang berpengaruh terhadap serangan hama, khususnya pada tanaman padi. Apalagi, hama serangga cepat berkembang biak dengan populasi tinggi. ’’Karena lembab, jamur dan bakteri akan mudah berkembang biak. Dari situ, dapat menyebabkan penyakit busuk batang dan potong leher,’’ katanya.

Baca Juga :  Pelajar Gabung Grup WhatsApp Berkonten Porno

Sejauh ini, kata Sulistyawati, disperta sudah menerjunkan petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) di setiap wilayah. Selain mengedukasi gabungan kelompok tani (gapoktan) di tengah cuaca ekstrem, sekaligus mengendalikan serangan hama yang berakibat pada gagal panen. ’’Kami juga sudah berikan stimulan dengan memberi bantuan pestisida secara gratis. Yang pasti, situasi ini sudah menjadi perhatian kami,’’ pungkasnya. 

MOJOKERTO – Musim hujan berkepanjangan membuat petani di Kabupaten Mojokerto siaga. Sebab, belakangan ini lahan pertanian mereka mulai diserang hama wereng cokelat. ’’Hama yang paling rawan menyerang itu wereng cokelat,’’ kata Kosim, petani asal Mojosari, kemarin.

Saat musim hujan seperti ini, tanaman padi memang rentan diserang oleh berbagai hama dan penyakit. Selain wereng cokelat, juga mudah mengalami pembusukan pada batang padi dan potong leher.  ’’Sehingga perlu pemantauan dan perawatan ekstra,’’ tambahnya.

Kosim mengaku curah hujan tinggi menyebabkan kontur tanah pertanian menjadi mudah lembab. Kondisi ini yang dinilai para petani berpotensi memicu timbulnya serangan hama. Apalagi, bagi wilayah pertanian yang sudah mempunyai aliran irigasi.

Baca Juga :  Praktis Sekali Klik, Efek Cepat Pemasaran Berbasis Online

Dengan demikian kalangan petani melakukan antisipasi dengan melakukan upaya penyemprotan pestisida dan obat-obatan. ’’Tidak pasti, kadang dua minggu sekali kita semprot. Menyesuaikan kesuburan dan kondisi tanaman di lapangan,’’ beber Kosim. Langkah itu sebagai upaya pengendalian berkembangnya bakteri. Khususnya bagi lahan pertanian yang selalu tergenang air. ’’Memang harus rutin. Kalau tidak, rentan diserang (hama). Bisa-bisa malah gagal panen,’’ paparnya.

- Advertisement -

Terpisah, Kadisperta Kabupaten Mojokerto, Sulistyawati menyatakan, musim penghujan memang berpengaruh terhadap serangan hama, khususnya pada tanaman padi. Apalagi, hama serangga cepat berkembang biak dengan populasi tinggi. ’’Karena lembab, jamur dan bakteri akan mudah berkembang biak. Dari situ, dapat menyebabkan penyakit busuk batang dan potong leher,’’ katanya.

Baca Juga :  Titik Ambrol Mendekati Jembatan

Sejauh ini, kata Sulistyawati, disperta sudah menerjunkan petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) di setiap wilayah. Selain mengedukasi gabungan kelompok tani (gapoktan) di tengah cuaca ekstrem, sekaligus mengendalikan serangan hama yang berakibat pada gagal panen. ’’Kami juga sudah berikan stimulan dengan memberi bantuan pestisida secara gratis. Yang pasti, situasi ini sudah menjadi perhatian kami,’’ pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/