alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Sekolah Tatap Muka Batal

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sekolah tatap muka awal tahun ini dipastikan hanya wacana. Keputusan itu sulit diwujudkan setelah Kabupaten Mojokerto kembali masuk zona merah Covid-19. Melalui surat edaran, Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto memutuskan menunda pembelajaran tatap muka (PTM). Sehingga aktivitas pembelajaran masih tetap daring.

’’Dalam rapat satgas, ternyata dari kesimpulan mereka masih memerlukan waktu untuk cek lapangan lagi melihat sejauh mana kesiapan dari satuan pendidikan,’’ ujar Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin, Minggu (3/1).

Padahal sebelumnya dispendik sudah merencanakan seluruh tahapan sesuai dengan keputusan dari Kemendikbud. Diantaranya, permintaan daftar periksa dari semua sekolah yang meliputi kesiapan sarana prasarana, izin orangtua, juga sosialisasi. Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan jadwal tes rapid bagi para tenaga pendidik di semua sekolah Kabupaten Mojokerto. Yang mana rencananya akan diadakan pada Selasa (29/12) dan Rabu (30/12). ’’Padahal sekolah-sekolah sudah menunggu, makanya saya segera membuat surat edaran. PTM ditunda sekaligus tes rapid untuk semua tenaga kependidikan tanggal 29 dan 30 akhirnya juga ditunda,’’ katanya.

Baca Juga :  Ajukan Bantuan Internet Rp 8 Miliar

Dari keputusan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto, penundaan pembelajaran tatap muka masih akan dilakukan cek lapangan terlebih dulu. Selanjutnya akan dirapatkan kembali sebelumnya keputusan PTM bisa mulai atau belum. ’’Dari cek lapangan baru dapat putusan dari Tim Satgas. Sehingga kita nggak tahu dimulai kapan. Bisa Februari bisa Maret setelah satgas turun ke lapangan. Kemungkinan mulai Januari lah turun ke lapangan mereka,’’ jelas Zainul.

Terkait penundaan rencana PTM, ia mengatakan,dispendik justru tak menyangka kalau penundaan ini juga berbarengan dengan perubahan zona wilayah Kabupaten Mojokerto. Mulanya oranye kini kembali ke zona merah. Sehingga, ia berharap banyak agar zona Kabupaten Mojokerto bisa berubah secepatnya dan kembali seperti semula. ’’Harapannya seperti itu, semoga semuanya balik normal lagi,’’ harapnya. (oce)

Baca Juga :  Hari Ini Deadline Pendataan Nomor Ponsel Siswa

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sekolah tatap muka awal tahun ini dipastikan hanya wacana. Keputusan itu sulit diwujudkan setelah Kabupaten Mojokerto kembali masuk zona merah Covid-19. Melalui surat edaran, Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto memutuskan menunda pembelajaran tatap muka (PTM). Sehingga aktivitas pembelajaran masih tetap daring.

’’Dalam rapat satgas, ternyata dari kesimpulan mereka masih memerlukan waktu untuk cek lapangan lagi melihat sejauh mana kesiapan dari satuan pendidikan,’’ ujar Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin, Minggu (3/1).

Padahal sebelumnya dispendik sudah merencanakan seluruh tahapan sesuai dengan keputusan dari Kemendikbud. Diantaranya, permintaan daftar periksa dari semua sekolah yang meliputi kesiapan sarana prasarana, izin orangtua, juga sosialisasi. Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan jadwal tes rapid bagi para tenaga pendidik di semua sekolah Kabupaten Mojokerto. Yang mana rencananya akan diadakan pada Selasa (29/12) dan Rabu (30/12). ’’Padahal sekolah-sekolah sudah menunggu, makanya saya segera membuat surat edaran. PTM ditunda sekaligus tes rapid untuk semua tenaga kependidikan tanggal 29 dan 30 akhirnya juga ditunda,’’ katanya.

Baca Juga :  Optimis Papua Barat menjadi Zona Hijau Covid-19

Dari keputusan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto, penundaan pembelajaran tatap muka masih akan dilakukan cek lapangan terlebih dulu. Selanjutnya akan dirapatkan kembali sebelumnya keputusan PTM bisa mulai atau belum. ’’Dari cek lapangan baru dapat putusan dari Tim Satgas. Sehingga kita nggak tahu dimulai kapan. Bisa Februari bisa Maret setelah satgas turun ke lapangan. Kemungkinan mulai Januari lah turun ke lapangan mereka,’’ jelas Zainul.

Terkait penundaan rencana PTM, ia mengatakan,dispendik justru tak menyangka kalau penundaan ini juga berbarengan dengan perubahan zona wilayah Kabupaten Mojokerto. Mulanya oranye kini kembali ke zona merah. Sehingga, ia berharap banyak agar zona Kabupaten Mojokerto bisa berubah secepatnya dan kembali seperti semula. ’’Harapannya seperti itu, semoga semuanya balik normal lagi,’’ harapnya. (oce)

Baca Juga :  245 Sekolah di Kabupaten Rusak

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/