alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Bukan Kolam Renang, tapi Dipakai Terapi

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten buka suara terkait tetap dibukanya Wanawisata Air Panas Padusan Pacet di tengah libur tahun baru. Ditegaskannya, fungsi dan pemanfaatan kolam tersebut untuk terapi, bukan untuk berenang.

’’Jadi tidak menyalahi aturan. Itu kolam khusus berendam pengunjung untuk terapi,’’ ungkap Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto Amat Susilo, Minggu (3/1).

Dengan begitu, Amat melanjutkan, kolam air panas yang tetap beroperasi di tengah libur panjang ini sudah sesuai ketentuan. Beroperasinya objek wisata di bawah Gunung Welirang yang masih menjadi primadona wisatawan ini diklaim tidak melanggar Surat Edaran (SE) Bupati Mojokerto Nomor 440/3283/416-105/2020 tentang Imbauan Perayaan Tahun Baru 2021. ’’Saya konsultasikan juga tidak apa-apa,’’ tambahnya.

Disebutnya, dengan kasiat yang diyakini bisa menyembuhkan segala penyakit, selama ini kolam air panas memang tidak untuk berenang, melainkan untuk terapi para pengunjung yang datang dari berbagai daerah di Jatim.

Baca Juga :  Mojotirto Festival, Trigger Bangkitnya Ekonomi Kepariwisataan

Kendati tetap buka, Amat mengaku, tidak mengakibatkan wisatwan berjubel lantaran tingkat pengunjung cenderung rendah akibat pendemi. Ditutupnya akses jalan menuju objek wisata juga menjadi salah satu pemicu. ’’Pemabatasan sesuai protokol kesehatan juga tetap kami terapkan secara ketat. Pengunjung dibatasi hanya 25 persen dari kapasitas sesuai SE,’’ paparnya.

Paling tidak dari empat kolam air panas yang buka, tiap kolamnya dibatasi 10-15 orang saja. Dibukanya kolam air panas ini memang untuk mengakomodir pengunjung yang sudah datang dari jauh untuk melakukan terapi.

Hal itu juga diamini Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander saat melakukan pengecekan Pada Jumat (1/1). Dengan pembatasan itu, pengelola juga menerapkan sistem buka tutup. ’’Kita juga batasi tiap pengunjung kami beri waktu 1 jam untuk berendam, tidak lama-lama, biar semua bisa masuk. Ada petugas yang woro-woro,’’ tegasnya.

Sebagai SOP, petugas juga selalu menguras diikuti penyemprotan disinfektan tiap malam setelah para pengunjung pulang. Hal itu untuk menjaga kebersihan kolam.

Baca Juga :  Gratis, Berhadiah Jutaan Rupiah

Sebagaimana diketahui, kolam air panas dipadati pengunjung tanpa jaga jarak. Beberapa keluarga yang menunggu di pinggir kolam pun tampak tak menggunakan masker. Kondisi ini disebut-sebut menyalahi Surat Edaran (SE) Bupati Mojokerto Nomor 440/3283/416-105/2020 tentang Imbauan Perayaan Tahun Baru 2021. Apalagi, kolam pemandian air panas di padati pengunjung yang dinilai abai protokol kesehatan (prokes). Padahal, saat ini Kabupaten Mojokerto masih menyandang status zona merah atau risiko tinggi persebaran Covid-19. SE ini berlaku hingga 8 Januari 2021. Sejumlah tempat hiburan hingga objek wisata kolam renang pun diwajibkan tutup.

’’Dengan status zona merah ini semuanya dibatasi maksimal 25 persen dari kapasitas. Merujuk pada SE Gubernur Jatim semua pelaku usaha juga wajib menutup fasilitas kolam renang,’’ ungkap Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekdakab Mojokerto Didik Chusnul Yakin beberapa hari lalu. 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten buka suara terkait tetap dibukanya Wanawisata Air Panas Padusan Pacet di tengah libur tahun baru. Ditegaskannya, fungsi dan pemanfaatan kolam tersebut untuk terapi, bukan untuk berenang.

’’Jadi tidak menyalahi aturan. Itu kolam khusus berendam pengunjung untuk terapi,’’ ungkap Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto Amat Susilo, Minggu (3/1).

Dengan begitu, Amat melanjutkan, kolam air panas yang tetap beroperasi di tengah libur panjang ini sudah sesuai ketentuan. Beroperasinya objek wisata di bawah Gunung Welirang yang masih menjadi primadona wisatawan ini diklaim tidak melanggar Surat Edaran (SE) Bupati Mojokerto Nomor 440/3283/416-105/2020 tentang Imbauan Perayaan Tahun Baru 2021. ’’Saya konsultasikan juga tidak apa-apa,’’ tambahnya.

Disebutnya, dengan kasiat yang diyakini bisa menyembuhkan segala penyakit, selama ini kolam air panas memang tidak untuk berenang, melainkan untuk terapi para pengunjung yang datang dari berbagai daerah di Jatim.

Baca Juga :  Korban Ditusuk Sekali di Bagian Dada

Kendati tetap buka, Amat mengaku, tidak mengakibatkan wisatwan berjubel lantaran tingkat pengunjung cenderung rendah akibat pendemi. Ditutupnya akses jalan menuju objek wisata juga menjadi salah satu pemicu. ’’Pemabatasan sesuai protokol kesehatan juga tetap kami terapkan secara ketat. Pengunjung dibatasi hanya 25 persen dari kapasitas sesuai SE,’’ paparnya.

Paling tidak dari empat kolam air panas yang buka, tiap kolamnya dibatasi 10-15 orang saja. Dibukanya kolam air panas ini memang untuk mengakomodir pengunjung yang sudah datang dari jauh untuk melakukan terapi.

- Advertisement -

Hal itu juga diamini Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander saat melakukan pengecekan Pada Jumat (1/1). Dengan pembatasan itu, pengelola juga menerapkan sistem buka tutup. ’’Kita juga batasi tiap pengunjung kami beri waktu 1 jam untuk berendam, tidak lama-lama, biar semua bisa masuk. Ada petugas yang woro-woro,’’ tegasnya.

Sebagai SOP, petugas juga selalu menguras diikuti penyemprotan disinfektan tiap malam setelah para pengunjung pulang. Hal itu untuk menjaga kebersihan kolam.

Baca Juga :  Pendaftar SMP Negeri dari Luar Kota Tak Dibatasi

Sebagaimana diketahui, kolam air panas dipadati pengunjung tanpa jaga jarak. Beberapa keluarga yang menunggu di pinggir kolam pun tampak tak menggunakan masker. Kondisi ini disebut-sebut menyalahi Surat Edaran (SE) Bupati Mojokerto Nomor 440/3283/416-105/2020 tentang Imbauan Perayaan Tahun Baru 2021. Apalagi, kolam pemandian air panas di padati pengunjung yang dinilai abai protokol kesehatan (prokes). Padahal, saat ini Kabupaten Mojokerto masih menyandang status zona merah atau risiko tinggi persebaran Covid-19. SE ini berlaku hingga 8 Januari 2021. Sejumlah tempat hiburan hingga objek wisata kolam renang pun diwajibkan tutup.

’’Dengan status zona merah ini semuanya dibatasi maksimal 25 persen dari kapasitas. Merujuk pada SE Gubernur Jatim semua pelaku usaha juga wajib menutup fasilitas kolam renang,’’ ungkap Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekdakab Mojokerto Didik Chusnul Yakin beberapa hari lalu. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/