alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Siswa Masih Dibayangi Kasus Sengketa

MOJOKERTO Ahli waris akhirnya bersedia membuka segel yang selama beberapa hari ini membelenggu SDN Kranggan 1, Kota Mojokerto, Rabu (3/1) sore.

Keputusan itu menyusul adanya nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak ahli waris, Pemkot Mojokerto, dan Polresta Mojokerto, untuk segera menyelesaikan kasus ruislag atau tukar guling lahan yang bermasalah di SDN Kranggan 1.

Namun, hal itu masih belum menjadi akhir atas sengketa lahan yang berada di Jalan Pekayon I, Nomor 39, Kelurahan/Kecamatan Kranggan itu. Mengingat, penentuan akhir akan diputuskan pada hasil pertemuan berikutnya, Sabtu (6/1) lusa.

Rabu (3/1) siang digelar pertemuan di Mapolresta Mojokerto guna mencari solusi atas penyegalan di SDN Kranggan 1. Rapat digelar secara tertutup itu dihadiri ahli waris, Suastini dan suaminya, Manun; Plt Sekda Kota Mojokerto, Gentur Prihantono; Kapolresta AKBP Puji Hendro Wibowo; Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik), Novi Rahardjo; Badan Pertanahan Nasional (BPN); Kepala Sekolah SDN Kranggan 1, dan komite sekolah.

Pasca mediasi itu, ahli waris akhirnya bersedia membuka kunci atau segel yang terpasang sejak Senin (1/1) lalu. Hasilnya, muncul dua lembar MoU atau surat pernyataan yang dijadikan pegangan oleh ahli waris.

Surat pertama dari polresta yang notabene telah menangani pelaporan atas tukar guling lahan. Isinya, bahwa akan segera melakukan melimpahkan berkas perkara untuk kepentingan peradilan berikutnya.

Baca Juga :  Pelayanan Adminduk Kembali Normal, 11 Ribu E-KTP Diserahkan

Sedangkan surat pernyataan berikutnya dari pihak pemkot untuk bersedia menyelenggarakan mediasi antara ahli waris almarhum Sareh Sujono dan seorang pengusaha yang telah ditetapkan tersangka, Rd, untuk menyelesaikan permasalahan ruislag lahan di SDN Kranggan 1.

Surat tersebut dibubuhi tanda tangan dari Plt Sekdakot Gentur Prihantono. Sedianya, jadwal pertemuan itu akan dilakukan Sabtu (6/1) bertempat di gedung Nusantara Pemkot Mojokerto.

Berbekal dua surat pernyataan itu, sekitar pukul 17.15 kemarin, Manun, bersama dengan perwakilan ahli waris dari almarhum Sareh Sujono membuka kunci gembok di gerbang utama SDN Kranggan 1.

Pembukaan segel itu disaksikan oleh Kadisdik Novi Rahardjo dan Kepala Sekolah, Endang Soenarjati. Namun, Manun mengatakan, bahwa dibukanya segel tersebut bukan berarti permasalahan sengketa lahan sudah berakhir. ”Belum selesai. Kita lihat nanti tanggal 6 (Januari),” terangnya sambil menunjukkan dua lembar surat pernyataan.

Meski demikian, dirinya belum berani memberikan kepastian apakah pihaknya akan melakukan penyegelan kembali jika pertemuan nanti tak kunjung menemui jalan keluar.

”Belum ditentukan. Yang enak menurut anda bagaimana?,” lontar suami pelapor pemalsuan surat dan tukar guling lahan, Suastini ini. Dengan demikian, ke depan, para siswa dan dewan guru masih akan dibayangi kasus sengketa lahan tersebut. 

Baca Juga :  Lima Jamaah Haji Dirawat Intensif di Rumah sakit

Manun meminta untuk menunggu hasil akhir dari pertemuan berikutnya. ”Untuk sementara itu dulu, nanti kan ada kejelasannya,” tuturnya. Disinggung apakah mediasi nanti terkait tuntutan ganti rugi, dia pun kembali membantah. ”Belum, belum sampai ke sana (tuntutan ganti rugi),” pungkasnya.

Sementara itu, setelah segel dibuka, Dispendik Kota Mojokerto memastikan hari ini seluruh siswa akan kembali ditarik ke SDN Kranggan 1. Pasalnya, Rabu (3/1) kemarin, kegiatan  belajar mengajar (KBM) siswa diboyong ke kampus STIT Raden Wijaya.

Kepala Dispendik Kota Mojokerto, Novi Rahardjo mengatakan, pihaknya bakal menyampaikan kepada pihak kampus bahwa peminjaman fasilitas gedung sudah tidak. ’’Besok (hari ini) seperti semula. Ketika masuk 06.45 ya seperti biasanya,’’ ujarnya.

Sementara itu, untuk pertemuan yang diselenggarakan pada (6/1) lusa nanti, pihaknya mengaku sebatas pendamping. Sebab, mediasi itu diselenggarakan oleh pemkot untuk menyelesaikan permasalahan tukar guling lahan SDN Kranggan 1 antara ahli waris almarhum Sareh Sujono dan R (Rudianto). ’’Pak Sekda (Gentur Prihantono) mendapatkan mandat dari wali kota untuk menyelesaikan antara kedua belah pihak,’’ terangnya.

 

MOJOKERTO Ahli waris akhirnya bersedia membuka segel yang selama beberapa hari ini membelenggu SDN Kranggan 1, Kota Mojokerto, Rabu (3/1) sore.

Keputusan itu menyusul adanya nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak ahli waris, Pemkot Mojokerto, dan Polresta Mojokerto, untuk segera menyelesaikan kasus ruislag atau tukar guling lahan yang bermasalah di SDN Kranggan 1.

Namun, hal itu masih belum menjadi akhir atas sengketa lahan yang berada di Jalan Pekayon I, Nomor 39, Kelurahan/Kecamatan Kranggan itu. Mengingat, penentuan akhir akan diputuskan pada hasil pertemuan berikutnya, Sabtu (6/1) lusa.

Rabu (3/1) siang digelar pertemuan di Mapolresta Mojokerto guna mencari solusi atas penyegalan di SDN Kranggan 1. Rapat digelar secara tertutup itu dihadiri ahli waris, Suastini dan suaminya, Manun; Plt Sekda Kota Mojokerto, Gentur Prihantono; Kapolresta AKBP Puji Hendro Wibowo; Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik), Novi Rahardjo; Badan Pertanahan Nasional (BPN); Kepala Sekolah SDN Kranggan 1, dan komite sekolah.

Pasca mediasi itu, ahli waris akhirnya bersedia membuka kunci atau segel yang terpasang sejak Senin (1/1) lalu. Hasilnya, muncul dua lembar MoU atau surat pernyataan yang dijadikan pegangan oleh ahli waris.

Surat pertama dari polresta yang notabene telah menangani pelaporan atas tukar guling lahan. Isinya, bahwa akan segera melakukan melimpahkan berkas perkara untuk kepentingan peradilan berikutnya.

Baca Juga :  Lima Jamaah Haji Dirawat Intensif di Rumah sakit
- Advertisement -

Sedangkan surat pernyataan berikutnya dari pihak pemkot untuk bersedia menyelenggarakan mediasi antara ahli waris almarhum Sareh Sujono dan seorang pengusaha yang telah ditetapkan tersangka, Rd, untuk menyelesaikan permasalahan ruislag lahan di SDN Kranggan 1.

Surat tersebut dibubuhi tanda tangan dari Plt Sekdakot Gentur Prihantono. Sedianya, jadwal pertemuan itu akan dilakukan Sabtu (6/1) bertempat di gedung Nusantara Pemkot Mojokerto.

Berbekal dua surat pernyataan itu, sekitar pukul 17.15 kemarin, Manun, bersama dengan perwakilan ahli waris dari almarhum Sareh Sujono membuka kunci gembok di gerbang utama SDN Kranggan 1.

Pembukaan segel itu disaksikan oleh Kadisdik Novi Rahardjo dan Kepala Sekolah, Endang Soenarjati. Namun, Manun mengatakan, bahwa dibukanya segel tersebut bukan berarti permasalahan sengketa lahan sudah berakhir. ”Belum selesai. Kita lihat nanti tanggal 6 (Januari),” terangnya sambil menunjukkan dua lembar surat pernyataan.

Meski demikian, dirinya belum berani memberikan kepastian apakah pihaknya akan melakukan penyegelan kembali jika pertemuan nanti tak kunjung menemui jalan keluar.

”Belum ditentukan. Yang enak menurut anda bagaimana?,” lontar suami pelapor pemalsuan surat dan tukar guling lahan, Suastini ini. Dengan demikian, ke depan, para siswa dan dewan guru masih akan dibayangi kasus sengketa lahan tersebut. 

Baca Juga :  Pelayanan Adminduk Kembali Normal, 11 Ribu E-KTP Diserahkan

Manun meminta untuk menunggu hasil akhir dari pertemuan berikutnya. ”Untuk sementara itu dulu, nanti kan ada kejelasannya,” tuturnya. Disinggung apakah mediasi nanti terkait tuntutan ganti rugi, dia pun kembali membantah. ”Belum, belum sampai ke sana (tuntutan ganti rugi),” pungkasnya.

Sementara itu, setelah segel dibuka, Dispendik Kota Mojokerto memastikan hari ini seluruh siswa akan kembali ditarik ke SDN Kranggan 1. Pasalnya, Rabu (3/1) kemarin, kegiatan  belajar mengajar (KBM) siswa diboyong ke kampus STIT Raden Wijaya.

Kepala Dispendik Kota Mojokerto, Novi Rahardjo mengatakan, pihaknya bakal menyampaikan kepada pihak kampus bahwa peminjaman fasilitas gedung sudah tidak. ’’Besok (hari ini) seperti semula. Ketika masuk 06.45 ya seperti biasanya,’’ ujarnya.

Sementara itu, untuk pertemuan yang diselenggarakan pada (6/1) lusa nanti, pihaknya mengaku sebatas pendamping. Sebab, mediasi itu diselenggarakan oleh pemkot untuk menyelesaikan permasalahan tukar guling lahan SDN Kranggan 1 antara ahli waris almarhum Sareh Sujono dan R (Rudianto). ’’Pak Sekda (Gentur Prihantono) mendapatkan mandat dari wali kota untuk menyelesaikan antara kedua belah pihak,’’ terangnya.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/