alexametrics
31.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Jadi Narasumber, Bupati Ikfina Bicara Kekuatan Perempuan

BUPATI Mojokerto Ikfina Fahmawati menyebut peran perempuan dalam dunia politik, banyak diiringi dinamika dan tantangan. Mulai kultur masyarakat yang condong pada budaya patriarki (laki-laki dianggap lebih utama), menilai perempuan tidak cocok di politik, hingga stigma bahwa kaum perempuan tidak perlu meraih karir cemerlang dan fokus melayani keluarga saja. Padahal, kehadiran perempuan pada satu lingkaran politik birokrasi punya peran sangat penting.

Bupati Ikfina bahkan mengutip pernyataan Michellet Bachelet, Mantan Wakil Sekjend UN Women dan Presiden Chili, yang menyebut bahwa apabila suatu demokrasi mengabaikan partisipasi dan membatasi hak-hak perempuan, maka sesungguhnya demokrasi itu hanya untuk separo warga saja.

Semua dinamika dan tantangan perempuan di atas, dibahas secara mendalam oleh Bupati Ikfina saat menjadi narasumber talk show kepemimpinan ASN perempuan secara daring, bersama Ikatan Pimpinan Tinggi (PIMTI) Perempuan Indonesia dengan tema Perempuan dalam Lingkaran Politik Praktis Challenges and Opportunities Kamis pagi  (2/12) dari ruangan command center. Talk show ini sekaligus memperingati Hari Ibu Ke-93 Tahun 2021.

Baca Juga :  Bupati Ikfina Terima Penghargaan Anugerah Meritokrasi 2021

’’Dalam kultur masyarakat, kadang masih ada saja pola pikir patriarki. Perempuan dipandang lebih cocok sebagai tiyang wingking (mengikuti laki-laki di belakang saja). Apalagi dalam dunia politik. Mungkin masih ada saja sistem politik yang belum sepenuhnya mengakomodir keterwakilan perempuan. Padahal, perempuan punya porsi besar terhadap jalannya roda pemerintahan,’’ kata bupati.

Bupati Ikfina melanjutkan, saat ini jumlah anggota legislatif perempuan di Kabupaten Mojokerto tercatat sebanyak 14 dari 50 anggota (28%), serta pejabat Pimpinan Tinggi Pratama perempuan sebanyak 5 dari 24 orang (20,8%).

’’Keterlibatan perempuan dapat membawa perspektif politik yang baru sebagai representasi di parlemen untuk melakukan pembaharuan isu-isu aktual yang meliputi kesetaraan gender, perdagangan manusia, KDRT, kesehatan ibu dan bayi, ketahanan pangan dan keadilan di masyarakat,’’ tambah bupati.

Baca Juga :  Kampanyekan Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik

Sesi talk show dipandu Sekretaris LAPAN Erna  Sri Adiningsih, dengan beberapa orang narasumber lain yakni Staf Ahli Menteri PPN Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan/Kepala Sekretariat SDGs Vivi Yulaswati, dan Profesor Riset Bidang Keamanan Nasional dan Isu-isu Strategis BRIN Tri Nuke Pudjiastuti. Serta, diawali arahan Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga, dan Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando pada pembukaan acara. (tik)

 

BUPATI Mojokerto Ikfina Fahmawati menyebut peran perempuan dalam dunia politik, banyak diiringi dinamika dan tantangan. Mulai kultur masyarakat yang condong pada budaya patriarki (laki-laki dianggap lebih utama), menilai perempuan tidak cocok di politik, hingga stigma bahwa kaum perempuan tidak perlu meraih karir cemerlang dan fokus melayani keluarga saja. Padahal, kehadiran perempuan pada satu lingkaran politik birokrasi punya peran sangat penting.

Bupati Ikfina bahkan mengutip pernyataan Michellet Bachelet, Mantan Wakil Sekjend UN Women dan Presiden Chili, yang menyebut bahwa apabila suatu demokrasi mengabaikan partisipasi dan membatasi hak-hak perempuan, maka sesungguhnya demokrasi itu hanya untuk separo warga saja.

Semua dinamika dan tantangan perempuan di atas, dibahas secara mendalam oleh Bupati Ikfina saat menjadi narasumber talk show kepemimpinan ASN perempuan secara daring, bersama Ikatan Pimpinan Tinggi (PIMTI) Perempuan Indonesia dengan tema Perempuan dalam Lingkaran Politik Praktis Challenges and Opportunities Kamis pagi  (2/12) dari ruangan command center. Talk show ini sekaligus memperingati Hari Ibu Ke-93 Tahun 2021.

Baca Juga :  Pemkab Luncurkan Aplikasi Ujian Perangkat Desa

’’Dalam kultur masyarakat, kadang masih ada saja pola pikir patriarki. Perempuan dipandang lebih cocok sebagai tiyang wingking (mengikuti laki-laki di belakang saja). Apalagi dalam dunia politik. Mungkin masih ada saja sistem politik yang belum sepenuhnya mengakomodir keterwakilan perempuan. Padahal, perempuan punya porsi besar terhadap jalannya roda pemerintahan,’’ kata bupati.

Bupati Ikfina melanjutkan, saat ini jumlah anggota legislatif perempuan di Kabupaten Mojokerto tercatat sebanyak 14 dari 50 anggota (28%), serta pejabat Pimpinan Tinggi Pratama perempuan sebanyak 5 dari 24 orang (20,8%).

’’Keterlibatan perempuan dapat membawa perspektif politik yang baru sebagai representasi di parlemen untuk melakukan pembaharuan isu-isu aktual yang meliputi kesetaraan gender, perdagangan manusia, KDRT, kesehatan ibu dan bayi, ketahanan pangan dan keadilan di masyarakat,’’ tambah bupati.

Baca Juga :  Kota Mojokerto Punya Taman Lalu Lintas, Seperti Apa Bentuknya?
- Advertisement -

Sesi talk show dipandu Sekretaris LAPAN Erna  Sri Adiningsih, dengan beberapa orang narasumber lain yakni Staf Ahli Menteri PPN Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan/Kepala Sekretariat SDGs Vivi Yulaswati, dan Profesor Riset Bidang Keamanan Nasional dan Isu-isu Strategis BRIN Tri Nuke Pudjiastuti. Serta, diawali arahan Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga, dan Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando pada pembukaan acara. (tik)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/