alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Kopi jadi Pendongkrak Ekonomi

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tak hanya merambah kerajinan saja. Event Maja Fest 2021 juga menilik potensi produk pertanian yang dimiliki Kabupaten Mojokerto. Salah satunya kopi.

Kemarin (2/11), 100 barista dan petani kopi Kabupaten Mojokerto mengikuti kompetisi kopi dan Ngopi bareng Bupati di Ubaya Training Center (UTC). Gelaran event ini merupakan salah satu rangkaian acara dari Maja Fest 2021 sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi masyarakat Kabupaten. ”Potensi kopi di Kabupaten sangat luar biasa. Intinya, memang jenis kopi yang tersedia di Kabupaten Mojokerto sangat spesial karena punya kekhususan mulai dari penanaman hingga proses penyeduhannya,” ujar Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati usai menilik sejumlah stan kopi.

Baca Juga :  Dongkrak Ekonomi dan Potensi Kabupaten Mojokerto

Ikfina menambahkan, potensi kopi yang dimiliki Kabupaten sudah dikenal oleh banyak orang. Namun, kesempatan tersebut masih belum dikembangkan secara maksimal. Sehingga, dengan adanya gelaran acara ini, pihaknya bakal mengambil langkah lebih lanjut agar kekayaan tanaman kopi di Kabupaten bisa terus dilestarikan. ”Kalau lihat peluang pasar, banyak petani yang harusnya bisa dilibatkan dalam proses penanaman. Perlu ada pelatihan dan pendampingan sebagai tindak lanjut. Selain itu, kita bakal mengupayakan legalitas untuk mereka agar keutuhan serta keunikan kopi Kabupaten selalu terjaga,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto Amat Susilo memaparkan, Kecamatan Trawas memiliki sekitar 1.001 kafe. Setiap akhir pekan, selalu dikunjungi banyak wisatawan dari berbagai daerah. Itu pun hanya untuk berburu kopi yang dimiliki di daerah Trawas. ”Nah, lewat event ini Pemda mengajak bagaimana masyarakat agar bisa memproduksi kopi dengan baik dan dipromosikan lalu didistribusikan ke warung-warung di Mojokerto Raya,” terang dia.

Baca Juga :  Gagas Wisata Literasi, Hasilkan Karya Puisi

Masih kata Amat, event ini juga menggandeng youtuber serta pegiat media sosial lainnya. Dengan tujuan untuk mengangkat keunikan kopi Mojokerto agar dikenal banyak kalangan. Itu juga sebagai langkah taktis membantu pemulihan ekonomi masyarakat selama pandemi Covid-19. ”Harapan kita bisa mengembangkan produksi kita lewat ekonomi kreatif salah satunya melalui potensi kopi yang ada di Kabupaten,” pungkasnya. (oce/ron)

 

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tak hanya merambah kerajinan saja. Event Maja Fest 2021 juga menilik potensi produk pertanian yang dimiliki Kabupaten Mojokerto. Salah satunya kopi.

Kemarin (2/11), 100 barista dan petani kopi Kabupaten Mojokerto mengikuti kompetisi kopi dan Ngopi bareng Bupati di Ubaya Training Center (UTC). Gelaran event ini merupakan salah satu rangkaian acara dari Maja Fest 2021 sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi masyarakat Kabupaten. ”Potensi kopi di Kabupaten sangat luar biasa. Intinya, memang jenis kopi yang tersedia di Kabupaten Mojokerto sangat spesial karena punya kekhususan mulai dari penanaman hingga proses penyeduhannya,” ujar Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati usai menilik sejumlah stan kopi.

Baca Juga :  Tunjukkan Rapid Test, Pemudik Lolos

Ikfina menambahkan, potensi kopi yang dimiliki Kabupaten sudah dikenal oleh banyak orang. Namun, kesempatan tersebut masih belum dikembangkan secara maksimal. Sehingga, dengan adanya gelaran acara ini, pihaknya bakal mengambil langkah lebih lanjut agar kekayaan tanaman kopi di Kabupaten bisa terus dilestarikan. ”Kalau lihat peluang pasar, banyak petani yang harusnya bisa dilibatkan dalam proses penanaman. Perlu ada pelatihan dan pendampingan sebagai tindak lanjut. Selain itu, kita bakal mengupayakan legalitas untuk mereka agar keutuhan serta keunikan kopi Kabupaten selalu terjaga,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto Amat Susilo memaparkan, Kecamatan Trawas memiliki sekitar 1.001 kafe. Setiap akhir pekan, selalu dikunjungi banyak wisatawan dari berbagai daerah. Itu pun hanya untuk berburu kopi yang dimiliki di daerah Trawas. ”Nah, lewat event ini Pemda mengajak bagaimana masyarakat agar bisa memproduksi kopi dengan baik dan dipromosikan lalu didistribusikan ke warung-warung di Mojokerto Raya,” terang dia.

Baca Juga :  Dongkrak Ekonomi dan Potensi Kabupaten Mojokerto

Masih kata Amat, event ini juga menggandeng youtuber serta pegiat media sosial lainnya. Dengan tujuan untuk mengangkat keunikan kopi Mojokerto agar dikenal banyak kalangan. Itu juga sebagai langkah taktis membantu pemulihan ekonomi masyarakat selama pandemi Covid-19. ”Harapan kita bisa mengembangkan produksi kita lewat ekonomi kreatif salah satunya melalui potensi kopi yang ada di Kabupaten,” pungkasnya. (oce/ron)

 

- Advertisement -

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/