alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Koleksi Bacaan Membludak, Minat Baca Masih Rendah

MOJOKERTO – Memasuki era digital saat ini bisa menjadi ancaman cukup serius terhadap minat membaca masyarakat. Peringatan Bulan Bahasa dan Pekan Budaya Baca bisa menjadi momen yang tepat untuk mendorong budaya membaca warga.

Sebagaimana diketahui, tahun 2016 lalu Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus menyatakan minat baca warga Kota Onde-onde masih rendah. Yakni, 27 persen dari populasi warga 141 ribu penduduk. Jumlah tersebut masih belum memenuhi target 30 persen yang dicanangkannya.

Kabid Perpustakaan Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Mojokerto, Puspa Rini, menyatakan, sejauh ini pihaknya mengaku telah menyiapkan sejumlah upaya untuk meningkatkan minat baca warga. Salah satunya dengan menambah fasilitas untuk membaca. ’’Tahun ini, kita tambah perpustakaan ruang terbuka hijau (RTH) di Alun-Alun Kota,’’ terangnya.

Perpustakaan yang dibangun dengan memanfaatkan peti kontainer tersebut telah dioperasikan sejak awal April lalu. Menurut Rini, selain untuk mendekatkan fasilitas bacaan kepada masyarakat, perpustakaan RTH  juga melayani peminjaman buku bagi warga yang sudah mendaftarkan menjadi anggota.

Baca Juga :  Insan Pers Harus Beretika dan Berbudaya

Dengan adanya penambahan fasilitas tersebut, ujar Rini, mampu mendongkrak jumlah kunjungan pembaca selain di perpustakaan umum Kota Mojokerto. Dia memaparkan, sepanjang 2016 lalu, jumlah kunjungan ke perpustakaan sebanyak 87.258 kunjungan. Dari jumlah tersebut, pengunjung didominasi kalangan pelajar sebanyak 21.624 kunjungan. Sedangkan dari kalangan guru menempati posisi terendah hanya 5.440 kunjungan. ’’Harapan kami, budaya baca merata ke semua kalangan, termasuk masyarakat umum,’’ paparnya.

Jumlah tersebut naik dari tahun sebelumnya dengan jumlah 78.471 kunjungan. Dan tahun 2015 sebanyak 60.129 kunjungan. Rini memprediksi, tahun ini akan ada peningkatan jumlah kunjungan. Pasalnya, jumlah pengunjung yang datang ke perpustakaan sudah menyentuh rata-rata 250-270 orang per hari. Sehingga, dalam satu satu bulan bisa mencapai 7.500-8.100 kunjungan.

Menurutnya, jumlah tersebut didapat baik dari jumlah kunjungan ke perpustakaan umum, perpustakaan RTH Alun-Alun, dan perpustakaan keliling (pusling). Perpustakaan keliling beroperasi enam hari dalam sepekan. ’’Saat pagi ke sekolah-sekolah, dan sore harinya ke perkampungan warga,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Satu Sura, Momen Ritual Untuk Raja Yang Pernah Menguasai Nusantara

Namun, diakuinya, wilayah jangkauannya pusling masih belum bisa maksimal. Sebab, saat ini jumlah armada pusling yang dimiliki Kota Mojokerto hanya satu unit. Armada itu diperoleh dari bantuan perpustakaan nasional pada 2014 lalu. Rencananya, dalam waktu dekat akan ada tambahan satu armada pusling dari Corporate Social Responsibility (CSR). ’’Insya Allah tahun ini tambah satu pusling lagi,’’ jelasnya.

Rini menambahkan, selain fasilitas, koleksi yang ada di perpustakaan juga dilakukan pengadaan buku baru setiap tahun. Hingga saat ini, jumlah buku yang dimiliki perpustakaan 41.914 eksemplar. Terdiri dari 41.914 judul. Buku tersebut meliputi buku ilmu pengetahuan, kamus, fiksi, cerpen, novel, cerita anak-anak dan jenis buku lainnya. ’’Tahun ini kita akan tambah sekitar 1.695 buku lagi,’’ pungkasnya.

MOJOKERTO – Memasuki era digital saat ini bisa menjadi ancaman cukup serius terhadap minat membaca masyarakat. Peringatan Bulan Bahasa dan Pekan Budaya Baca bisa menjadi momen yang tepat untuk mendorong budaya membaca warga.

Sebagaimana diketahui, tahun 2016 lalu Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus menyatakan minat baca warga Kota Onde-onde masih rendah. Yakni, 27 persen dari populasi warga 141 ribu penduduk. Jumlah tersebut masih belum memenuhi target 30 persen yang dicanangkannya.

Kabid Perpustakaan Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Mojokerto, Puspa Rini, menyatakan, sejauh ini pihaknya mengaku telah menyiapkan sejumlah upaya untuk meningkatkan minat baca warga. Salah satunya dengan menambah fasilitas untuk membaca. ’’Tahun ini, kita tambah perpustakaan ruang terbuka hijau (RTH) di Alun-Alun Kota,’’ terangnya.

Perpustakaan yang dibangun dengan memanfaatkan peti kontainer tersebut telah dioperasikan sejak awal April lalu. Menurut Rini, selain untuk mendekatkan fasilitas bacaan kepada masyarakat, perpustakaan RTH  juga melayani peminjaman buku bagi warga yang sudah mendaftarkan menjadi anggota.

Baca Juga :  Jalan Terputus, Empat Rumah Terancam Longsor
- Advertisement -

Dengan adanya penambahan fasilitas tersebut, ujar Rini, mampu mendongkrak jumlah kunjungan pembaca selain di perpustakaan umum Kota Mojokerto. Dia memaparkan, sepanjang 2016 lalu, jumlah kunjungan ke perpustakaan sebanyak 87.258 kunjungan. Dari jumlah tersebut, pengunjung didominasi kalangan pelajar sebanyak 21.624 kunjungan. Sedangkan dari kalangan guru menempati posisi terendah hanya 5.440 kunjungan. ’’Harapan kami, budaya baca merata ke semua kalangan, termasuk masyarakat umum,’’ paparnya.

Jumlah tersebut naik dari tahun sebelumnya dengan jumlah 78.471 kunjungan. Dan tahun 2015 sebanyak 60.129 kunjungan. Rini memprediksi, tahun ini akan ada peningkatan jumlah kunjungan. Pasalnya, jumlah pengunjung yang datang ke perpustakaan sudah menyentuh rata-rata 250-270 orang per hari. Sehingga, dalam satu satu bulan bisa mencapai 7.500-8.100 kunjungan.

Menurutnya, jumlah tersebut didapat baik dari jumlah kunjungan ke perpustakaan umum, perpustakaan RTH Alun-Alun, dan perpustakaan keliling (pusling). Perpustakaan keliling beroperasi enam hari dalam sepekan. ’’Saat pagi ke sekolah-sekolah, dan sore harinya ke perkampungan warga,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Proyek Amburadul, Dewan Tenggak Jamu Tolak Angin

Namun, diakuinya, wilayah jangkauannya pusling masih belum bisa maksimal. Sebab, saat ini jumlah armada pusling yang dimiliki Kota Mojokerto hanya satu unit. Armada itu diperoleh dari bantuan perpustakaan nasional pada 2014 lalu. Rencananya, dalam waktu dekat akan ada tambahan satu armada pusling dari Corporate Social Responsibility (CSR). ’’Insya Allah tahun ini tambah satu pusling lagi,’’ jelasnya.

Rini menambahkan, selain fasilitas, koleksi yang ada di perpustakaan juga dilakukan pengadaan buku baru setiap tahun. Hingga saat ini, jumlah buku yang dimiliki perpustakaan 41.914 eksemplar. Terdiri dari 41.914 judul. Buku tersebut meliputi buku ilmu pengetahuan, kamus, fiksi, cerpen, novel, cerita anak-anak dan jenis buku lainnya. ’’Tahun ini kita akan tambah sekitar 1.695 buku lagi,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/